RSS

Sebuah cerita tentang buku (1)

16 Agu

“Aku tahu, setiap kali aku membuka sebuah buku,

aku akan bisa menguak sepetak langit.

Dan jika aku membaca sebuah kelimat baru,

aku akan sedikit lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya.

Dan segala yang kubaca akan membuat dunia

dan diriku menjadi lebih besar dan luas.”

(Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup) 

Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken 

Sebuah novel terjemahan ber-setting negara Norwegia ini, hanya terdiri dari 2 bab saja. Bab pertama bertema ‘buku-surat’ berisi tentang buku yang berisi surat menyurat antara dua orang saudara, Berit dan Nils Bøyum Torgersen yang dikirim dari Oslo ke Fjærland pp. Bab kedua bertema ‘perpustakaan’, isinya lebih menceritakan tentang rangkaian potongan-potongan cerita yang ada pada bab sebelumnya.

(Baru baca mengenai ‘buku-surat’ ini, langsung teringat bahwa duluuu pernah juga melakukan hal yang sama, semasa kelas 3 SMP dengan seorang sahabat di kelas sebelah :) . Menyenangkan, karena kita bisa bercerita apa saja, mulai dari ngomongin pelajaran sampai ke gosip-gosip seputar kita. Ada semacam aturan yang kita sepakati pada waktu itu, bahwa setiap orang akan dikenai denda apabila tidak menjawab pertanyaan yang ditanya pada surat sebelumnya. Dendanya hanya 50 rupiah, dan itu kita kumpulkan untuk membeli buku-surat yang baru, bila buku yang lama sudah habis terisi semua. Sekarang buku itu sudah tinggal cerita, ga tau lagi dimana keberadaanya :D )

Setiap surat Berit dan Nils ini berisi sebuah cerita pendek yang dapat berupa pengalaman, khayalan, maupun kesan-kesan dari kedua orang saudara tersebut. Cerita-cerita itu kadang tidak saling terkait, namun erat melengkapi jalannya cerita secara keseluruhan. Ada cerita tentang Anne Frank, Winnie the Pooh, Peer Gynt, maupun cerita tentang klasifikasi desimal Dewey, seorang yang mengembangkan sistem katalog untuk perpustakaan. Secara sederhana, buku ini bercerita tentang petualangan kedua bersaudara Bøyum Torgersen, namun bila disimak lebih dalam ternyata ada juga unsur filsafat yang terkandung di dalamnya. 

Sebagai buku dengan tokoh anak-anak, bahasa yang digunakan tampaknya bukan pilihan kata yang umum untuk kanak-kanak, karena ditulis dalam kata-kata bahasa Indonesia baku. Buku ini jadi agak berat sebagai bacaan anak atau remaja. … ketika kau menulis betapa aku telah menorehkan “luka yang dalam pada jiwamu”, aku nyaris meraung. – hmm… berat…  Mungkin sulit bagi penerjemahnya untuk mencari kata-kata sederhana yang pas dalam bahasa Indonesia.

(bersambung)

About these ads
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 16, 2007 in buku, filsafat

 

One response to “Sebuah cerita tentang buku (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: