RSS

Piyama garis-garis

25 Okt

striped.jpg

The Boy in the Striped Pyjamas – Awalnya novel ini sama sekali tidak mengundang ketertarikan untuk dibaca. Cover bukunya sederhana, dengan huruf besar-besar, tanpa gambar. Lembaran-lembaran kertasnya pun berwarna buram (putih keabu-abuan), dengan kualitas kertas yang agak mirip dengan kertas penyerap tinta jaman dulu :)  

Cover belakang buku juga tidak menggambarkan cerita apa-apa. Tidak ada cuplikan cerita ataupun testimoni yang dituliskan disitu. Cover belakangnya hanya menuliskan bahwa … untuk kisah yang satu ini sengaja tidak diberikan ringkasan cerita, supaya tidak merusak keseluruhannya. Lebih baik Anda langsung saja membaca, tanpa mengetahui tentang apa kisah ini sebenarnya. 

Semakin tidak jelas saja gambaran novel ini dan sama sekali tidak ada bayangan apa-apa dengan piyama garis-garis. Bagi saya, mau piyama garis-garis, piyama kotak-kotak, piyama batik, so what gitu loh? Sekali piyama ya tetap piyama kan? Apa istimewanya? 

Beberapa waktu kemudian, teman-teman goodreads mulai memberikan review dan komentar mengenai buku ini, ternyata komentar-komentarnya bagus dan positif. Mulailah tertarik untuk membaca… halaman demi halaman, bab demi bab, dan baru pada bab ke sekian, di pertengahan buku, saya baru menyadari bahwa ternyata yang dimaksud dengan piyama garis-garis itu adalah seragam orang tahanan :lol:  

dalton.jpgYah… maklum saja, para tahanan di Indonesia tidak menggunakan seragam garis-garis. Seingat saya tahanan yang memakai seragam garis-garis hanyalah Dalton bersaudara, penjahat yang ada di komik Lucky Luke. Hmm… bacaan jaman dulu… pantas aja kalau sudah tidak ingat lagi :P  

Ternyata isi cerita novel ini benar-benar luar biasa, menceritakan pengamatan seorang anak kecil mengenai situasi kehidupan di luar kamp tahanan orang Yahudi di Polandia. Dunia anak yang polos digambarkan dengan begitu hidup, sehingga kita seolah bisa ikut merasakan keberadaannya disana. Berjalan-jalan bersama Bruno (nama anak kecil tersebut) menyusuri pagar pembatas kamp tahanan dengan dunia luar, bermain, tanpa prasangka buruk terhadap tempat tesebut. 

Lebih jelas lagi, silakan baca bukunya… Kalau saja saya paham tentang makna piyama garis-garis ini lebih awal, tentunya novel ini juga sudah lama tercatat sebagai salah satu buku terbaik yang pernah saya baca ;)

 

Tentang pratanti

cerita ringkas tentang perjalanan waktu
7 Comments

Posted by pada Oktober 25, 2007 in buku

 

7 Respon untuk Piyama garis-garis

  1. Emanuel Setio Dewo

    Oktober 28, 2007 at 6:26 pm

    Bagaimana kalau daleman bergaris-garis?

     
  2. pratanti

    Oktober 29, 2007 at 5:12 am

    lapis legit dong… garis-garis sampe kedalem-dalem :lol:

    *pergi ke bandung, kok lewat laut? – biar ga nyambung, yang penting nyaut*

     
  3. thecozycorner

    Oktober 29, 2007 at 3:19 pm

    wuah…
    ini salah satu buku kesukaanku,karena kisahnya sedih tapi juga inspiring..
    nggak sengaja ngekhianatin temannya yang orang yahudi karena takut dimarahin, atau nggak sengaja terperangkap di kamp konsentrasi..huks,huks..aku baca ini jadi terharu deh..
    btw, udah pernah baca buku “insiden matinya anjing tetangga yang bikin penasaran” gak?
    (kalau gak salah sih judulnya begitu,tapi penulisnya lupa..)
    itu juga buku yang bagus banget yang ditulis dari sudut pandang seorang anak autis..

    btw,nice to meet u too di Pesta Blogger 2007..
    nice blog u have :) )
    dari sini jadi bisa tahu banyak tentang buku dan lingkungan ya?
    keep on blogrocking! :)

    -dita-
    thecozycorner.wordpress.com

     
  4. pratanti

    Oktober 31, 2007 at 1:44 pm

    buku ini memang bagus banget, pembaca dibawa untuk berpikir seperti Bruno, dengan kepolosannya dan kenaifannya menghadapi situasi rumit di lingkungan orang dewasa.
    Buku “insiden anjing” belum pernah aku baca, kelihatannya menarik juga ya? boleh pinjem bukunya gak? *lho ???* :lol:

     
  5. Anis

    Oktober 31, 2007 at 3:33 pm

    “itu juga buku yang bagus banget yang ditulis dari sudut pandang seorang anak autis..”
    Jadi penasaran kayak apa sudut pandang anak autis itu. Mbak Nita kalo udah dapet pinjeman bukunya, pinjemin ke aku ya. :-)

     
  6. Hesti

    Oktober 31, 2007 at 10:57 pm

    reviewnya menarik sekali. thanks.
    ok ok, aku akan cari dan baca buku ini :)

     
  7. pratanti

    November 1, 2007 at 4:36 pm

    @ Anis,
    itu nanti ya Nis… lha minjemnya juga masih usaha :lol:

    @ Hesti,
    halo… baru aktif nge-net lagi nih? Deo sudah bisa apa? makin lucu tentunya ya? :D

     

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.