26
Okt
07

Tips bersikap asertif

shy.jpgAda banyak pengertian mengenai assertive, namun intinya adalah bagaimana kita bersikap jujur dan menunjukkan ekspresi yang sesuai dengan perasaan, opini, maupun kebutuhan yang kita miliki. 

Dari berbagai diskusi, banyak juga yang menyatakan bahwa melakukan komunikasi yang asertif itu ternyata tidak mudah (bukan berarti tidak bisa lho ;) ) 

Jadi ingat pengalaman jaman mahasiswa, saat pelajaran mengenai “assertive”. Pertanyaan saya waktu itu sama seperti yang ditanyakan oleh kebanyakan orang, yaitu bagaimana caranya supaya kita bisa jadi orang yang asertif? Sang dosen hanya tersenyum dan berkata, “kamu sebagai orang … (menyebut nama suku bangsa tertentu), bagaimana mungkin kamu tidak bisa asertif?” (dalam hati saya bilang, lha kok malah ditanya balik?… dan… ada apa dengan suku bangsa saya, apakah dengan demikian saya harus sama seperti orang lain?) 

Tanpa mendapat jawaban yang memuaskan, akhirnya saya berusaha sendiri untuk mencari jalan, dan berupaya untuk bisa asertif. Salah satu artikel yang saya sukai adalah Learning to be Assertive disini. Penjelasannya sederhana dan to the point, yaitu mulai dari mengembangkan sistem nilai yang asertif; mempelajari ketrampilan-ketrampilan untuk berkomunikasi yang asertif; menggunakan gaya komunikasi yang sesuai; dan yang terakhir adalah terus berlatih. 

Mengembangkan sistem nilai yang asertif – maksudnya memahami bahwa setiap orang (termasuk diri kita sendiri) dapat saja berbuat salah, dapat marah, dapat berkata “Tidak”, dan punya keinginan maupun perasaan sendiri. Kita bukanlah orang yang sempurna dan kita juga tidak harus selalu mengikuti pendapat orang lain, jika memang itu tidak sesuai dengan diri kita. Jadi, tidak perlu kecil hati kalau perasaan kita atau opini kita tidak sama dengan orang lain. 

Mempelajari ketrampilan-ketrampilan untuk berkomunikasi asertif –  Terbiasa mengatakan “Saya ingin…” atau “Saya merasa…” merupakan salah satu cara untuk menyampaikan pikiran, perasaan maupun opini kita terhadap sesuatu. Selain itu menunjukkan kepekaan terhadap situasi maupun perasaan orang lain, yang dilanjutkan dengan pendapat kita sendiri. Contohnya “Saya tahu Anda sibuk, namun kelompok kita sudah menyepakati bahwa tugas ini harus selesai hari ini, jadi saya harap Anda juga mau membantu untuk menyelesaikannya”.  

Ketrampilan lainnya adalah dengan menggunakan kalimat yang menunjukkan dampak suatu kejadian atau tindakan terhadap diri kita. Jelaskan hal apa yang telah terjadi, bagaimana dampaknya terhadap diri Anda, serta apa harapan Anda kemudian. Contohnya “Saya kecewa saat Anda datang terlambat, saya tidak dapat memulai rapat karena materinya ada pada Anda padahal semua undangan telah hadir. Lain kali Anda perlu datang lebih awal sehingga masih tersedia waktu untuk menyiapkan rapat sebelum dimulai.” Komunikasi seperti ini tentunya lebih baik dibandingkan jika kita hanya sekedar menyalahkan orang tersebut saja. 

talk.jpg

Menggunakan gaya komunikasi yang sesuai – maksudnya adalah menunjukkan sikap yang positif, seperti tetap mempertahankan kontak mata saat berbicara dengan orang lain, tidak membelakangi orang yang kita ajak bicara, volume dan nada suara yang sesuai, serta ketepatan antara ekspresi dan pernyataan yang kita sampaikan (misalnya mengatakan “Tidak” sambil menggeleng, bukan dengan mengangguk). 

Yang terakhir adalah terus berlatih untuk bersikap asertif. Latihan butuh waktu dan tentu saja kesabaran :P Berlatih dulu dengan orang-orang terdekat kita, misalnya dengan teman atau keluarga. Sampaikan juga tujuan kita untuk bersikap asertif. Minta bantuan mereka untuk mau memberikan umpan balik tentang hal-hal yang telah kita lakukan, atau tentang gaya komunikasi yang kita gunakan. Mudah-mudahan dalam waktu berikutnya komunikasi yang kita lakukan bisa lebih jujur, terbuka dan dapat menunjang relasi yang kita bina dengan orang lain. 

Tidak mudah? Itu pasti, pengalaman saya juga mengatakan demikian, tapi pasti akan berbeda rasanya saat kita bisa menyampaikan sesuatu yang sesuai dengan perasaan dan opini kita, daripada hanya sekedar mengikuti keinginan orang lain ;)  

Keep trying !!!  :D  


24 Tanggapan ke “Tips bersikap asertif”


  1. Oktober 27, 2007 pukul 1:42 pm

    Ternyata disini banyak sekali artikel menarik. Aku masukkan ya dalam Titip link blogku. Salam Kenal!

  2. Oktober 28, 2007 pukul 3:12 pm

    ah..jadi asertif itu lawan katanya rikuh fakewuh yah..hmm, artikel yang membantu sangadh!

  3. Oktober 28, 2007 pukul 4:24 pm

    hmmm… memang perlu latihan untuk membiasakan diri bersikap asertif.
    *pramugari aja gak semua yang asertif.. kelihatan banget tuntutan pekerjaannya..
    :lol:
    tulisan yang menginspirasi, mbak..

  4. Oktober 28, 2007 pukul 6:21 pm

    Keren. Thanks untuk artikelnya.

    Salam.

  5. Oktober 30, 2007 pukul 10:51 am

    saya senang membaca tulisan ini,
    karyanya berbeda sekali dengan orang teknis seperti saya.

    (asertis ga yah? ayo belajar2…)

    salam.

  6. November 3, 2007 pukul 8:03 am

    Asli susah lakuinnya, mirip2 ngebuka kaleng sardencis gak pake kuncinya alias pake tangan…he he he

  7. November 4, 2007 pukul 6:29 am

    thanks all…

    @ setiaji,
    namanya juga belajar,
    berrakit-rakit dahulu berenang-renang ke tepian,
    bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian :D

  8. Januari 15, 2008 pukul 4:02 pm

    It’s not my style (n habit), definetely.
    But, worth to try… ;-)

  9. Januari 16, 2008 pukul 6:41 pm

    Ya dicoba aja dulu, manfaat akan datang tanpa kita sadari :mrgreen:

  10. April 2, 2008 pukul 10:40 pm

    wah wah wah…
    ngak rugi saya blog walking malem ini…
    untung sudah ditautkan.
    terus sharing ilmunya ya mbak.
    sekarang blognya mbak pratanti pasti jadi menu harian saya.
    salam,

  11. April 2, 2008 pukul 10:48 pm

    wah pak… pengen banget saya bisa sharing lebih banyak,
    tapi kok ya tiap abis nulis, rasanya pengetahuan saya tuh belum ada apa-apanya gitu lo…

  12. Juni 10, 2008 pukul 8:30 am

    salam kenal…

    menarik sekali bacaan tentang asertif di atas, dengan begitu saya jadi tidak merasa banyak bersalah karena memiliki sifat asertif,,,
    thanks

  13. 13 Dharma
    Juni 12, 2008 pukul 12:04 am

    Thanx buad tips nya.. saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk bersifat asertif..

  14. 14 mahd
    November 29, 2008 pukul 10:59 am

    sebenarnya bagus sih! tapi kalau boleh, kasih contoh-contoh asertivitas yang lain dong

  15. Februari 6, 2009 pukul 5:45 pm

    Luar BiaSa…. saNgat menaRik…. terasa beban semua ini menjadi ringAn… thank….

  16. Februari 7, 2009 pukul 2:14 pm

    @ Ircham, Dharma, mahd, aarul,
    thanks juga sama-sama…
    mudah-mudahan bisa bermanfaat :)

  17. 17 ana
    April 17, 2009 pukul 8:55 am

    pengalaman kuliahnya kok hampir sama ya…jgn2 dosennya juga sama lagi hahaha… yang pasti saat kuliah tentang asertif dosennya ampe ngambek krn byk mahasiswa yg menanyakan bagaimana bersikap asertif.

  18. April 17, 2009 pukul 2:59 pm

    lho… bukannya kita emang temen kuliah ya?
    hehe :mrgreen:

  19. 19 ana
    April 18, 2009 pukul 4:59 pm

    wah…engak deh kyknya…soalnya dikelasku waktu kuliah dulu ceweknya cuma 3 org termasuk saya hehehehe

  20. April 20, 2009 pukul 11:36 am

    wah, jadi primadona dong ya? :mrgreen:

  21. 21 sundjavu
    September 1, 2009 pukul 1:04 pm

    waduh menarik sekali. bisa ga saya masukn blog ini dalam titipan libk blogku.. terimakasih.

  22. September 3, 2009 pukul 10:10 am

    silakan saja, terima kasih juga :)


Tinggalkan Balasan




 

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 44,954 hits

Others

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

visitor stats

PageRank

my 'read' shelf:
 my read shelf

Click to view my Personality Profile page