Berkomunikasi dengan orang lain tampaknya merupakan hal yang sederhana, tapi kalau dipikir-pikir, kadang tidak mudah untuk dapat berkomunikasi dua arah secara lancar. Terkadang hal-hal yang ingin kita sampaikan diterima secara berbeda oleh orang lain. Perbedaan persepsi antara si pemberi pesan dan si penerima pesan seringkali membuat hubungan di antara keduanya menjadi “kurang harmonis”.
Hal seperti ini seringkali terjadi juga dalam komunikasi antara orang tua dan anak. Seorang anak yang penuh rasa ingin tahu biasanya selalu mempertanyakan segala hal yang “baru” baginya. Hal-hal yang ia pikirkan langsung ditanyakan, dan terkadang membuat orang tua kelabakan atau kehilangan kata-kata untuk memberikan penjelasan pada anak mengenai hal yang mereka tanyakan.
Tidak bisa dipungkiri juga, dalam keadaan tertentu kadang orang tua segan menjawab, atau malah berusaha menghindar dari pertanyaan-pertanyaan sulit tersebut. Salah satu topik yang sulit dijawab oleh orang tua adalah topik mengenai seks. Topik ini tampaknya memang bukan topik yang biasa menjadi perbincangan sehari-hari, sehingga selalu jadi pertanyaan bagi anak. Sementara bagi orang tua tidak mudah menjawab karena memang sulit menerangkannya dalam bahasa yang mudah dipahami oleh anak.
Kekhawatiran orang tua akan pertanyaan anak mengenai topik seks, kadang juga membuat orang tua jadi kurang mencerna pertanyaan anak. Hal inilah yang perlu menjadi perhatian. Kita sebagai orang tua perlu menyimak benar-benar pertanyaan yang diajukan anak sehingga jawaban yang diberikan bisa sesuai. Simak ilustrasi di bawah ini,

(gambar diambil dari sini)
Ya, ini hanya sekedar gambaran bahwa jika kita tidak mencerna dengan baik apa yang menjadi concern anak, jawaban yang diberikan menjadi tidak menjawab inti pertanyaan
Sebenarnya tidak hanya komunikasi dengan anak, komunikasi dengan siapa-pun harus menggunakan pola demikian agar komunikasi yang kita lakukan tidak sia-sia
————–
Artikel terkait:



















hahaaha memang terkadang sulit mencerna pertanyaan anak2 yang masih lugu dan polos itu, kita terkadang menangapinya dengan terlalu serius..:P
yang di ilustrasi itu, orangtuanya ngeres tuh..
anaknya kan sebenarnya cuma nanya asalnya dia..
haha..
Iya bener bgt tuh….
Ngeeerrreeesss….
=> Hansteru WebBlog <=
@ richard,
Pertanyaan anak kadang memang harus dihadapi dengan polos juga
@ morissupersaiya™,
Ganti nickname?
@ hansteru,
Coba untuk mencerna lagi… Sebenarnya tidak ada yang ngeres; orang tua hanya menjawab secara keilmuan dengan detil, sementara pertanyaan anak hanya pertanyaan polos sederhana.
Intinya adalah kita harus punya stand point yang sama, agar komunikasi bisa berjalan lancar
Tuh kan!
Emang ngga gampang ya urusan kaya beginian,
Cape- cape si ortu pake seabreg ilmu kasih jawaban,
Padahal si anak nanya biasa aja kaya yang asalan,