10
Jan
08

coba pahami diri sendiri

Memahami diri sendiri sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Bayangkan saja, ini kan sesuatu tentang kita sendiri, berarti ‘mestinya’ kita yang lebih tahu tentang diri kita, daripada orang lain. Kita juga yang paling tahu tentang alasan kita melakukan tindakan-tindakan tertentu. 

Hanya saja terkadang kita mempertanyakan, “apakah benar saya itu demikian?” Kadang kita merasa kurang percaya diri dalam menilai, tapi ada kalanya juga kita jadi terlalu percaya diri dalam menilai :D  

Ya, terkadang kita memang membutuhkan cermin untuk bisa menilai diri kita secara obyektif. Cermin itu bisa berupa feedback dari orang lain, maupun melalui alat bantu lainnya, misalnya dengan menggunakan tes/kuesioner/survey, dll. 

Tujuan utama tentunya untuk lebih memahami diri secara obyektif. Disebut obyektif karena orang yang memberikan feedback maupun hasil kuesioner tsb, akan mengacu pada suatu standar tertentu, atau membandingkannya dengan populasi tertentu.

Mendengarkan feedback dari orang lain maupun mengisi kuesioner psikologi bisa memperkaya pemahaman kita tentang diri sendiri. Kalau pinjam istilahnya Johari Window, hal ini ditujukan untuk memperluas bagian yang diketahui oleh diri sendiri. 

Dari blogwaking ke blog teman, secara tidak sengaja, saya melihat ada sebuah pic berisi profil kepribadiannya dengan menggunakan MBTI (Myers Briggs Type Indicator®). Langsung deh menuju TKP dan ternyata disitu kita juga bisa mendapatkan profil kepribadian kita secara gratis ;) (senang banget sama yg gratis2 nih :P )

Tentang MBTI,
instrumen ini merupakan sebuah alat/tes psikologi yang dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan Isabel Briggs Myers, yang didasari oleh Tipe Kepribadian dari C.G.Jung.

Dalam MBTI, ada 4 dikotomi mengenai aspek-aspek yang mempengaruhi perilaku seseorang, yaitu:

  • bagaimana/dari mana seseorang memperoleh energi; apakah dari luar diri (extravert/E), atau dari dalam diri (introvert/I),
  • bagaimana seseorang mendapatkan informasi; apakah melalui panca indra (sensing/S) atau imajinasi (intuiting/N),
  • bagaimana seseorang membuat keputusan; apakah berdasarkan pemikiran (thinking/T) atau perasaan (feeling/F),
  • bagaimana orientasi kehidupan seseorang; apakah dengan menilai (judging/J) atau dengan memahami (perceiving/P).

Note: maaf ya, agak susah menjelaskannya, tapi kalau mau bertanya/diskusi, silakan lo… :D  

Berdasarkan 4 dikotomi di atas, maka terdapat 16 kombinasi tipe kepribadian. Setiap orang dapat dikategorikan ke dalam salah satu tipe kepribadian tersebut. Ini sebagai salah satu cara untuk memahami diri sendiri, dan juga memahami orang lain yang berbeda dengan kita. 

Dalam mengisi instrumen/tes ini, kita harus memilih satu di antara 2 alternatif pilihan yang disediakan. Hasil MBTI membantu kita memahami preferensi (pilihan) yang mencerminkan kepribadian kita. Di antara kedua hal yang sama-sama kita sukai atau sama-sama tidak kita sukai, kita tetap harus memilih. Ya, dalam kehidupan ini kita memang dihadapkan pada pilihan-pilihan yang membuat kita harus memilih salah satu di antaranya.  

Preferensi tidak mengandung unsur benar atau salah. Demikian pula dengan tipe kepribadian, tidak ada tipe yang paling baik di antara tipe-tipe lainnya. Semua tipe memiliki bobot yang sama, memiliki kekuatan dan tantangannya masing-masing, dan dengan mengetahuinya kita dapat mengerti dan menghargai bagaimana seseorang terlibat dalam situasi, mengerjakan tugas maupun menyelesaikan persoalan. 

Sebagai tambahan *OOT*, saya hanya ingin menekankan bahwa MBTI ini bukanlah suatu alat/instrumen yang menentukan dalam proses rekrutmen dan seleksi. Kalaupun digunakan, MBTI hanya bertujuan untuk mengetahui gambaran tipe kepribadian seseorang, karena tidak ada tipe tertentu yang lebih baik dibandingkan tipe lainnya. Selain itu tidak ada hubungan antara tipe kepribadian dengan hasil kerja seseorang. Semuanya kembali lagi pada kemampuan dan usaha seseorang dalam bekerja, dan hal itu dapat diketahui dengan tes yang lain lagi (bukan MBTI). 

MBTI memang kerap digunakan karena mudah dalam implementasi dan pemahamannya. Sampai saat ini MBTI masih terus dikembangkan, dan salah satu versi online-nya adalah yang bisa kita coba sendiri disini :D  

Mudah-mudahan dengan memahami diri sendiri, kita bisa mengerti hal-hal apa saja yang sesuai untuk kita lakukan, dan juga semoga kita bisa berinteraksi dengan orang lain secara lebih baik :P  

Tipe/profil kepribadian saya, seperti ini: 

Click to view my Personality Profile page

Pembahasannya lihat disini :D

 

Update 15 Januari 2008,

kalau ada yang membutuhkan bantuan translasi untuk mengisi MBTI, silakan buka postingnya hyorinmaru disini - and thanks to him :D

Update 22 Januari 2008,

untuk tes Multiple Intelligence, terjemahannya ada disini – thanks again to hyorinmaru :mrgreen:


65 Tanggapan ke “coba pahami diri sendiri”


  1. Januari 10, 2008 pukul 1:57 pm

    Halah… saya harus diperiksa juga kepribadiannya Mbak! :mrgreen:
    Salam kenal dari saya… sekalian saya minta izin nge-link ya… Biar saya bisa belajar lebih banyak tentang siapa saya… 8)

  2. Januari 10, 2008 pukul 6:28 pm

    Mencerahkan sekali,
    Jadi pengen tau juga gimana cara memahami diri ini,
    Juga..he he kepribadian saya sendiri,
    Wah jangan- jangan hasilnya mengecewakan nanti,

    Salut nih sama Mba’ Pratanti,
    Kayanya banget deh percaya diri,
    Dengan menampilkan gambaran tipe/profil disini,
    Kalau saya walah- walah umpetin aja ah lagi,

  3. Januari 10, 2008 pukul 10:00 pm

    @ Ram-Ram Muhammad,
    silakan di-link… salam kenal juga,
    hehe… mudah-mudahan bisa membantu ;)

    @ rumahkayubekas,
    tipe kepribadian mana yang mengecewakan? :P semuanya kan tidak ada yang jelek,
    dan kenapa diumpetin? kalo kopdar aja berani, masa’ nampilin profil malu? :lol:

  4. Januari 10, 2008 pukul 10:02 pm

    Tanya ah :) . So, sulitkah misalnya mengubah diri sendiri? Maksud saya, saya merasa berubah cukup banyak sekian tahun terakhir. Tapi hasil test-nya masih kurang lebih menunjukkan tipe yang sama :) . Apakah ada di dalam diri ini sesuatu yang lebih kuat dari kehendak untuk berubah? Maksud saya bukan cuma tes ini aja sih :) .
    Sengaja nulisnya pakai ’saya’. Sepuluh tahun lalu, waktu kita mulai berdiskusi via mail, kata ganti penyebutnya juga ’saya’ :D

  5. Januari 10, 2008 pukul 10:40 pm

    hmm… berasa seperti bukan Koen yang sekarang ya? :lol:

    Mengubah diri sendiri itu tidak sulit kalau memang kita paham tentang apa yang harus kita ubah dan bagaimana cara mengubahnya. Menjadi sulit, kalau berdasarkan feedback orang lain kita merasa harus berubah tapi bingung caranya karena menganggap bahwa apa yang dilakukan selama ini baik-baik saja.

    Hasil test-nya sama? Ya iya laahh… kan kepribadiannya masih sama ;)
    Maksudnya, kalau ada perubahan, mungkin hanya persentasenya saja yang sedikit berubah. Namun dengan persentase yang relatif besar, kategorinya pasti akan tetap (sekali introvert tetap introvert :P – secara introvertnya >75% gituh)

    Yang berubah itu kan perilaku kita, bukan kepribadiannya… jadi, bukan berarti orang yang introvert itu pemalu atau menarik diri dari lingkungan; bukan berarti juga orang yang extrovert adalah orang yang banyak bicara. Contohnya, seorang introvert yang sering jadi pembicara, sering terlibat di berbagai kegiatan, terbuka pada orang lain, tetap saja pada saat disuruh memilih antara jalan-jalan di mall atau pergi ke toko buku, dia pilih ke toko buku donk :lol:

  6. Januari 10, 2008 pukul 10:41 pm

    ikutan ya memahami diri sendiri….

  7. Januari 10, 2008 pukul 10:53 pm

    Aku baru sadar bahwa Nita malah introvert 89%. Duh, tabah ya nak.
    Aku baru sadar satu hal. Akhir2 ini aku beneran pingin menyendiri. I mean, itu jadi sebuah kemewahan langka. Tapi gimana ya … cara menyampaikan ke orang2 di sekitar kita, bahwa kita bukan tidak menginginkan kehadiran mereka, tapi cuman pingin sesekali merasakan kemewahan sebuah kesendirian.
    Aku baru sadar, bahwa aku nulis pakai aku lagi.

  8. Januari 10, 2008 pukul 11:08 pm

    hahaha… emang aku introvert :lol: so what gitu loh?

    “Tapi gimana ya … cara menyampaikan ke orang2 di sekitar kita, bahwa kita bukan tidak menginginkan kehadiran mereka” – nah itulah perlunya bersikap asertif ;)

  9. Januari 11, 2008 pukul 12:07 am

    wah, saya sih ESTP, hohohohohoho!
    tapi sumpah. bahkan saya masih kesulitan memahami diri saya sendiri

  10. Januari 11, 2008 pukul 12:46 am

    ya… ini kan cuma salah satu alternatif alat bantu untuk memahami diri sendiri ;)
    kadang ada yang merasa sulit memahami diri sendiri karena sudah memiliki gambaran sendiri, sehingga jadi sulit juga terima masukan dari orang lain :P

    anyway, kalau merasa sulit, apakah hal itu jadi “mengganggu”?
    kalau tidak “mengganggu” ya sudah, let the life goes on…

  11. Januari 11, 2008 pukul 5:41 am

    kliatanya memahami diri sy sndiri itu susahnya minta ampuun…Ibu sy aja bingung sy maunya gimana stelah besar nanti..
    tapi klo itu bsa membantu bsa dicoba..
    atau mbak pratanti mau nyoba ngetes pribadi sy?hehe..anak psikolgi bkn ya?

  12. Januari 11, 2008 pukul 5:54 am

    Ibu sy aja bingung sy maunya gimana setelah besar nanti.. lhaa ini kan tentang Anda, bukan tentang ibu Anda :D
    Anda pasti yang paling tahu, ibu Anda hanya membantu mengarahkan. Susah engga-nya tergantung kita sendiri koq ;) jangan terlalu diambil pusing, masih banyak hal lain yang lebih susah dan harus dipikirkan. Setuju?

    Salam kenal… hehe… anak psikologi atau bukan, memangnya kenapa? ;)

  13. Januari 11, 2008 pukul 8:03 am

    @pratanti: wah mbak… Tmn saya pernah tanya: “knp mnurut hasil test itu tuh saya introvert 95% tetapi kalo’ di blog n milis menurut dia saya tu open bgt”. Saya susah juga ngejelasinnya… Mngkn krn saya pake Linux n pro ama Free Software yaa.. *merenung*
    Saya susah ngejelasin ke dia justru krn yg dia bilang benar: saya introvert di dunia “real” ttp sebaliknya di dunia “maya”. Ya sih, bukan extrovert dlm arti pamer-pamer, criwis atau hiperaktif gtu. Hanya saja “open”. Itu dia. Temen saya tsb kaya’nya pake gaya menyimpulkan: “kalo introvert brarti cenderung closed minded, kalo extrovert brarti cenderungnya open minded”. Padahal kalo saya pikir-pikir lagi, antara closed minded atau open minded di satu sisi, itu mungkin saja ga ada hubungannya dengan introvert ato extrovert di sisi lain; singkatnya: kedua kelompok tsb bs saja independen..
    Wah, maap; koment trlalu panjang. *ini ngeblog ato koment, batinnya yg baca; hehe…*

    @kuncoro: Wah, ada temen sesama INTP nich… :-D

    Btw, saya pasang badge saya di halaman depan loh… ;-) *promosi* :mrgreen:

  14. Januari 11, 2008 pukul 8:25 am

    Eh iya kali ya,
    He he, kopdar mah pura2 berani Mba,

  15. Januari 11, 2008 pukul 8:36 am

    @ hyorinmaru,
    hehe… mungkin emang ada kaitannya antara introvert dengan Linux n Free Software ;)

    Iya nih, kadang orang suka salah mengartikan extrovert-introvert… *jadi tertantang bikin posting tentang extrovert-introvert*
    thanks 4 the idea, salam kenal… :D

    @ rumahkayubekas,
    Kalo gitu pura-pura aja gambaran profil kepribadian itu bukan punya akang ;)

  16. Januari 11, 2008 pukul 10:07 am

    Ulasan yang menarik dan tema yang paling saya senangi, “Memahami diri sendiri” yang merupakan kemestian bagi setiap orang.

    Salam kenal :)

  17. Januari 11, 2008 pukul 10:59 am

    @pratanti: iyay… kalo’ bikin postingan n riset/pool ttg itu, saya bersedia jd salah atu yg diinterview *halah… :mrgreen: *

    Salam kenal juga *salaman :-) *

  18. Januari 11, 2008 pukul 12:02 pm

    Ya udah ntar no dibagus- bagusin dulu atuh

  19. Januari 11, 2008 pukul 12:29 pm

    @ Fakhrurrozy,
    Salam kenal juga :)

    @ hyorinmaru,
    Bener ya… nanti kalo saya bikin riset/pool, musti mau jadi responden :P

    @ rumahkayubekas,
    sok atuh kang, geura di-publish hasilna :P
    hmm… kayaknya introvert juga nih *sok ngeramal, gaya dukun*

  20. Januari 11, 2008 pukul 1:06 pm

    aku coba memahami, ternyata aku nih orangnya kaya gini ya…

  21. Januari 11, 2008 pukul 1:19 pm

    Jadi ternyata… sama seperti yang dipikirkan tentang diri sendiri atau engga’?

  22. Januari 11, 2008 pukul 2:25 pm

    walah separo thok kui?? :D

    punya saya mah lumayan berimbang lah :lol:

  23. Januari 11, 2008 pukul 2:32 pm

    Soal memahami diri sendiri…

    terkadang kita sadar klo kita kleru klo kita salah klo kita bodoh… tapi acapkali kita tidak mau menyadarinya.. :(

    misal : melakukan kesalahan, kita tinggal gampang minta maap ( masih mending brani minta maap) , tapi setelah maap itu berlalu kita melakukan kembali kesalahan yang sama…

  24. Januari 11, 2008 pukul 2:46 pm

    Beruntunglah orang-orang yang diberi kesadaran…

    Perkara mau menyadari atau tidak, itu sih lain soal… Daripada udah ga sadar, trus ga mau nyadar-nyadar juga… *nah lo, bingung kan?*

  25. 26 originalme08
    Januari 11, 2008 pukul 2:54 pm

    numpang boleh kan?

  26. 28 CHRISNA
    Januari 11, 2008 pukul 3:16 pm

    untuk tau diri sendiri memang susah,tapi smau itu bisa kita pelajari sejak dini.
    kalau kita bisa memahami diri kita sekarang ini,itu karena pendidikan kehidupan
    kati dari kecil.
    tapi kalo ga bisa juga kita bisa minta bantuan teman or sohib yang terbuka

    salam kenal :
    http://chrisnablog.wordpress.com

  27. Januari 11, 2008 pukul 3:27 pm

    halu mbak.. lam kenal yah.
    saya juga rajin ikutan test2 kek gini, hasilnya saya paste di profil friendster saya.. hahahahahha
    dan ternyata dari semua test hasilnya sama saja.. pas banget. kata bencong “gue benge” hehe

  28. Januari 11, 2008 pukul 8:47 pm

    @ originalme08,
    OK, nanti ya meluncur kesana…

    @ CHRISNA,
    Thanks infonya, bener banget…
    Salam kenal… :)

    @ nana,
    salam kenal juga :)
    Kalau emang hasilnya “gw bgt”, artinya ngerjain tes-nya juga sungguh-sungguh, that’s the way u are ;)

  29. Januari 11, 2008 pukul 9:37 pm

    lam kenal aja, itu persen2 dari mana ga ngarti nich? boleh tau ga

  30. Januari 11, 2008 pukul 9:45 pm

    versi bahasa indonesianya ada ga yach , terus terang lama ngartiinnya kl ingrris.thanks

  31. Januari 11, 2008 pukul 9:57 pm

    lha kalo kepribadian ganda gimana lagi tu? salam kenal… :mrgreen:

  32. Januari 12, 2008 pukul 2:47 am

    *lihat komen sitijenang*

    oh, kepribadian ganda itu sebenarnya nggak dikenal scr formal dlm psikologi, yang ada itu adalah…… *ah, biar mbak Pratanti aja yg jelasin* :)

    MBTI cukup terkenal juga ya ? mungkin karena hasilnya bisa langsung dilihat dan bisa diinterpretasikan oleh si pengguna. beda dengan tes kepribadian lain yang rumit dan bikin mumet.

    masalahnya, tes ini sdh beberapa kali saya “fake” dan hasilnya kok bisa mirip-mirip ya ? mungkin saya kurang jago dlm faking bad/good sebuah tes kepribadian. :)

    salam kenal sebelumnya mbak. senang ada lagi blogger yang membahas masalah-masalah psikologi dengan cara yang enak. sementara saya sendiri, walaupun berlatar belakang psikologi, tapi belakangan ini lebih tertarik pada filsafat dan antropologi.

    *eh, udah kenalan kan sebelumnya ?* :)

  33. Januari 12, 2008 pukul 10:01 am

    Betulkah kepribadian kita tak pernah berubah? Ada yang menyatakan bahwa manusia itu akan selalu berubah…jadi manakah yang tak berubah?
    Dua kali test MBTI (di kantor ada keharusn untuk manager ke atas, dan rasanya test psikologi dilakukan terus menerus), dalam jarak lebih sepuluh tahun hasilnya sama…yaitu ENTJ. Berarti ada karakter dasar yang tak berubah.

  34. Januari 12, 2008 pukul 9:17 pm

    @ nanasupiana,
    Sebenarnya persen2 itu tidak usah terlalu diperhatikan, itu hanya untuk menjelaskan seberapa kuat kadar (misalnya) ekstrovert atau introvert-nya. Tentu saja persen2 ini berasal dari jawaban-jawaban yang kita berikan pada tes tsb :) dan rasanya kita juga tidak usah terlalu mempersoalkan kenapa sekian persen dsb, karena kita kan hanya user ;)

    Sayang sekali, saya belum tahu apakah sudah ada versi bahasa Indonesia-nya atau belum :(
    Saran saya sih, mungkin bisa minta bantuan temen untuk bantu memahami pertanyaannya, tapi ngisinya tetap dilakukan sendiri… (mungkin bisa lebih cepet daripada harus bolak-balik kamus :) )

    @ sitijenang,
    salam kenal juga :)
    sedikit tentang kepribadian ganda, atau multiple personality disorder (MPD), itu mungkin beda lagi ya… hal itu sebenarnya juga jarang ditemui. Kalau kita merasa berubah-ubah, bukan berarti kita punya kepribadian ganda lho :P Kepribadian ganda, contohnya seperti Dr. Jeckyl dan Mr. Hyde, dua kepribadian yang ada dalam satu tubuh, tapi tidak saling mengetahui keberadaannya.

    @ Pyrrho,
    Setuju, MBTI memang terlihat lebih sederhana untuk dipahami, bahkan bagi orang non-psikologi sekalipun.
    “Faking good or bad” – buat apa ya kira-kira (manfaatnya)?

    Salam kenal juga (lagi)… Terima kasih atas comment-nya, emang kadang seleblog suka agak lupa sama fans-nya :P

    @ edratna,
    Kalau pendapat saya, mudahnya begini… “karakter/kepribadian itu relatif menetap, sementara yang berubah itu adalah perilaku kita” – contohnya, seorang introvert, yang lebih menyukai kegiatan-kegiatan individual, kemudian bekerja sebagai seorang sales yang (dituntut) harus sering memberikan presentasi penjualan, aktif mendekati pelanggan baru – dengan kegigihannya akhirnya dia berhasil dan sukses. Pada saat di-tes dia tetap saja introvert (sama seperti saat dia belum jadi sales) – Pointnya, kepribadiannya tetap sama, tapi perilakunya berubah dari yang semula lebih banyak baca buku, menjadi orang yang banyak bergaul dan aktif membina relasi. *ini contoh nyata, karena saya kenal orangnya*

  35. Januari 12, 2008 pukul 10:42 pm

    @pratanti: saya coba translet ntar mbak… Penting juga, adek saya suka tp gbs Inggris…
    Tp tesnya kn random, so, klo baca translet musti cari-cari dulu, mencocokkan gitu…
    Ttg MPD, yg saya tau cm ketika baca crita si Sybil… ;-)
    Wah, ttg temen mbak yg bs brubah dr seorang introvert menjadi sales itu saya salut bgt secara itu ga mungkin buat saya… :mrgreen:
    *ga kebayang btapa penderitaanq klo disuruh “nyeles”*

  36. Januari 13, 2008 pukul 5:47 am

    nice work :D mudah-mudahan translation nya bisa bermanfaat. Mungkin bisa lebih cepet dibanding cari-cari di kamus :P
    MPD yang agak ekstrim ya si Sybil itu. Maksudnya esktrim tuh, bisa sampai 16 kepribadian, tentunya itu dipengaruhi pengalaman masa lalu yang “berat” banget.
    Introvert trus jadi sales, saya juga tadinya ga bisa ngebayangin, tapi… kalau ada usaha, pasti ada jalan kan? :mrgreen:

  37. Januari 15, 2008 pukul 2:00 am

    Wah, lum ngerjain, udah dipuji “nice work”… jadi semangat buat ngerjain.. ;-)
    Btw, udah tuh, di posting pertama *saya istirahat bikin artikel, nyiapin yg baru agak lama risetnya*
    See u later :mrgreen:

    Direct link: http://hyorinmaru.wordpress.com/2008/01/15/personality-test-translated/

  38. Januari 15, 2008 pukul 5:14 am

    hebat, senangnya ada blogger baik hati begini… tengkyu, link nya saya taruh di atas ya…

  39. Januari 15, 2008 pukul 5:22 am

    @pratanti: … ;-)
    Btw, “di atas” mana ya mbak… *udh lowbatt, ga nemuin…*

  40. Januari 15, 2008 pukul 5:26 am

    ya ampyun… pasti commentnya masuk duluan sebelum saving postingnya selesai…
    hehehe… ga bobo ya? mlototin blog semaleman? :lol:

  41. Januari 15, 2008 pukul 5:30 am

    Anu…, bobo’nya entar aja :-D
    Udh niat selesein posting jd kuat aja *i’m currently still in geek_mode :mrgreen: *
    Skrg plg dlu mandi n siap-siap lg, jam 10 ntar ngawasin ujian sumatif… *ni di kantor*

  42. Januari 15, 2008 pukul 5:37 am

    hehehe… itu namanya passion :D
    thanks, dapet ide lagi buat ngupdate more about me :mrgreen:

  43. Januari 18, 2008 pukul 9:10 am

    karena manusia itu egois, maka soal pemahaman diri seharusnya jadi perkara mudah. apa hubungannya? memahami diri memang tidak semudah yang saya bayangkan. namun semua kejadian entah yang menimpa saya pribadi atau bersama orang lain selalu ingin menyingkap siapa sejatinya saya. seperti apakah kesayaan saya. yang jelas sampai sekarang saya merasa berharga karena sudah dicipta dan dicinta oleh Nya.
    it’s an inspiring blog.

  44. Januari 19, 2008 pukul 5:05 am

    Betul sekali… meskipun tidak semua orang berpikir seperti itu, bahwa setiap kejadian dapat mengungkap diri kita yang sesungguhnya. Masih ada saja orang yang biasa mencari “kambing hitam” dari kejadian yang dialaminya, tapi mudah-mudahan tidak banyak yang seperti ini ;)

  45. Januari 20, 2008 pukul 8:10 am

    Wah hasilnya Mbak Pratanti bagus. Total populasinya cuma 2%. Berarti termasuk manusia yang langka. Kayaknya perlu dilestarikan. Hehehe…

    Kalau saya hasilnya: http://setiodewo.mypersonality.info/

    Salam.

  46. Januari 20, 2008 pukul 1:03 pm

    Hahaha… Being different is not the end of the world (itu kata di film Heroes) so… Sapa takut? *just kidding*

  47. Januari 21, 2008 pukul 9:25 am

    ku pusing mbak,,
    sulit untuk mencerminkan diri sendiri.
    Pastinya ini perlu banyak waktu kan?

  48. Januari 21, 2008 pukul 10:45 am

    wah, sorry ‘Mo… comment-mu ketelen Akismet *kurang sajen kali yah?*

    btw, pusing kenapa?
    memahami diri sendiri sebenernya ya susah-susah gampang sih… bisa jadi mudah asalkan kita juga mau terbuka sama penilaian orang lain dan juga terbuka sama diri kita sendiri ;)

  49. Januari 22, 2008 pukul 11:22 am

    hebaatt….. thanks ya Fath, dirimu memudahkan hidup orang banyak :lol:

  50. Januari 22, 2008 pukul 11:29 am

    @Pratanti: Saya pernah dinasehati… “make yourself useful (for others)” :mrgreen:

  51. Januari 22, 2008 pukul 3:12 pm

    empat jempol bwt mas hyorinmaru…

  52. Januari 22, 2008 pukul 8:18 pm

    @ hyorinmaru,
    Asalkan hati-hati… “don’t be used (by others)” :D

    @ herr,
    masih perlu ditambah lagi jempolnya? *halah* ;)

  53. 58 evanrama
    Februari 13, 2008 pukul 1:56 pm

    kata -kata bijak pahamilah dirimu niscaya engkau akan mengenali Tuhan mu

  54. April 7, 2009 pukul 8:39 am

    Halo mba, salam kenal
    Kalo saya sih jujur masih sulit mba memahami diri sendiri, tapi lebih ke introvert yang kadang orang lain terkena imbasnya juga he..he..he….

    http://www.dbc-network.com/index.php?id=peluangbisnisoriflame

  55. April 8, 2009 pukul 12:16 pm

    salam kenal juga,
    sulit ya? tapi masih bisa paham bahwa introvert merupakan ciri diri sendiri :D
    Kalau sifat kita berimbas (terutama yg negatif) pada orang lain, berarti kita tidak terlalu peduli dengan sifat kita sendiri. Nah, kalau sama diri sendiri saja tidak peduli, apalagi sama orang lain? hehe…

    anyway, jangan menghindar dengan dalih “introvert”, tapi jadikanlah itu sebagai alat untuk lebih mawas diri… *just a note*

  56. 61 dien
    Mei 25, 2009 pukul 7:28 pm

    25/05/09
    hi mbak..
    boleh dongs ikutan belajar..baca tulisanya kayaknya ciamik abiz..apalagi buat aku yang suka binun ma diri sendiri..

  57. Mei 26, 2009 pukul 10:37 am

    hai juga…..
    binun ma diri sendiri sih wajar2 aja koq, don’t worry ;)


Tinggalkan Balasan




 

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 44,954 hits

Others

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

visitor stats

PageRank

my 'read' shelf:
 my read shelf

Click to view my Personality Profile page