Akhir tahun atau awal tahun seperti ini, biasanya sarat dengan berbagai penilaian, berbagai evaluasi dari hasil kerja di periode atau tahun sebelumnya. Pada minggu yang lalu, saya mendengar ungkapan seperti ini dari seorang pemimpin di depan beberapa orang bawahannya, “…kalau tim penilai salah menilai, performance kita yang baik trus dinilai jelek, maka kita harus protes!!! Tapi kalau sebaliknya (yang seharusnya jelek tapi ditulis bagus), ya kita diam-diam saja…”
Mulanya pernyataan pejabat tsb tidak terlalu saya perhatikan, apalagi saya tidak punya peran apa-apa dan hanya kebetulan berada disitu. Namun pernyataan yang sama terus diulang beberapa kali, sambil ditimpali dengan gurauan beberapa orang bawahannya.
Lama-lama saya jadi agak “terganggu” juga dengan pernyataan tersebut; ‘protes hanya saat dirugikan, tapi diam-diam saja kalau diuntungkan…’ Demikiankah mental bangsa kita?
dan apakah saya juga bermental sama seperti itu?
Jika berani memperjuangkan keadilan pada saat merasa “dirugikan”, apakah masih tersisa kejujuran saat “keuntungan” yang tidak semestinya berpihak pada kita?



















PRAGMATIS <– saya pikir ini kata yang tepat untuk menggambarkan hal yang mbak bilang di thread ini.
Ya itulah, beliau jujur menyampaikan ketidakberimbangannya. So, kapan nih ngobrol tentang kontradiksi yang …
@ moehfi,
sepertinya itu istilah yang tepat
@ Koen,
hmm tiba-tiba jadi ingat, diskusi itu …