Arsip untuk Maret, 2008

30
Mar
08

Bandung hujan es

Bandung hujan? – itu sudah biasa.

Bandung hujan es? – beberapa kali juga sudah pernah terjadi, namun tidak terlalu lama dengan dampak kerusakan yang minimal.

Tapi, di hari Minggu siang, sekitar jam setengah dua ini, Bandung kembali diterpa hujan lebat, dengan bunyi “pletak pletok” bersamaan dengan turunnya butir-butir es dari langit.

Ini bentuknya saat hujan baru berlangsung selama 5 menit. Bentuknya relatif kecil dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencair.

ice-cubes-3.jpg

Setelah 10 menit, bentuk es yang turun seperti ini. Butir es sebesar kerikil berdiameter 1,5 cm ini makin meramaikan suasana di siang hari.

ice-cubes-4.jpg

15 menit berlalu, hujan masih belum mereda, butir es sebesar bakso ini jumlahnya makin banyak, disertai angin yang bertiup kencang.

ice-cubes.jpg

Menit-menit berikutnya es yang turun sudah tidak lagi diperhatikan, karena fokus perhatian mulai tertuju dengan hujan yang tidak lagi turun di luar rumah, melainkan mulai turun juga di dalam rumah :P   Bocor dimana-mana, membuat harus kerja bakti di hari Minggu siang menjelang sore ini.

Pemandangan hasil lontaran es yang mental di pintu depan rumah

ice-cubes-2.jpg
serta pemandangan dari loteng, sekitar 1 jam sejak hujan mulai turun tadi. 
ice-cubes-5.jpg

27
Mar
08

kesan pertama

Beberapa hari yang lalu, saya kembali menekuni pekerjaan yang sudah lama tidak dilakukan… menghadapi para pencari kerja secara langsung.

Kegiatan yang sepertinya identik dengan profesi ini memang sangat menyenangkan, asalkan tidak dilakukan terus menerus dengan intensitas yang tinggi (itu mungkin bagian dari nasib ;) ).

Pekerjaannya sih sederhana, tapi ada saja yang menarik untuk dibahas. Kemarin ini saya bertemu dengan seorang peserta yang berpenampilan ‘cuek’, profesinya saat ini adalah pekerja media. Perempuan yang masih muda ini membawa tas ransel, bersepatu kets, menggunakan celana panjang hitam dan kaos olahraga lengan pendek. Sangat santai, mengingatkan saya dengan tampilan jaman mahasiswa dulu …

Saya hanya bergumam dalam hati, “Teman, kalau ingin melamar pekerjaan, alangkah baiknya jika berpenampilan lebih ‘formal’”. Maksudnya, mungkin bisa mengganti sepatu kets dengan sepatu biasa yang bukan sepatu olah raga tentunya; mengganti kaos olah raga dengan blus atau kemeja; serta meninggalkan sebagian barang bawaan sehingga ransel pun tidak terkesan penuh (seperti mencerminkan beratnya “beban hidup” yang harus dipikul) :D

Hal seperti ini bukanlah hal yang pertama kali saya lihat, beberapa kali ada pelamar yang berpenampilan santai (meskipun tidak asal-asalan), namun coba deh dibayangkan bagaimana pikiran pihak perusahaan (pemberi kerja); mereka bisa beranggapan bahwa si pelamar ini bukanlah orang yang serius, dan bisakah mereka percaya pada si pelamar tsb yang nantinya akan mewakili perusahaan?

Kesan pertama, first impression atau impact ini terlihat sederhana, namun punya pengaruh besar terhadap penilaian orang lain kepada kita. Hal ini juga bisa menunjukkan bagaimana kemampuan penyesuaian diri seseorang terhadap situasi atau lingkungan yang baru. Bukan hal yang tepat juga kalau kita datang melamar pekerjaan dengan baju batik rapi seperti mau kondangan(?) :D

Seperti ungkapan di sebuah iklan yang menyatakan, “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda…” Ya, sebuah kesan pertama seringkali menjadi dasar penilaian terhadap seseorang. Beberapa teman berpendapat bahwa mereka memang ingin berpenampilan seperti apa adanya, mencerminkan diri mereka yang sebenarnya; kalau memang perusahaan mau menerima mereka, berarti perusahaan juga harus siap dengan penampilan mereka tsb, yang penting kan hasil kerjanya…

Hmm… pendapat itu tidak salah, namun pada saat melamar pekerjaan, pada saat perusahaan baru bertemu kita untuk yang pertama kali, akan lebih baik jika kita menunjukkan bahwa kita bisa menyesuaikan diri dengan situasi baru, dan mudah-mudahan perusahaan pun jadi bisa menilai bahwa kita juga akan berupaya untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan pekerjaan yang akan kita lamar disana.

Bersikap apa adanya itu penting, namun beradaptasi dengan lingkungan baru itu juga penting… percaya deh ! :lol:

21
Mar
08

menanti mentari pagi

Bandung, medio Januari 2008,

pagi.jpg 

hasil jepretan fotografer amatiran dari utara kota Bandung, di suatu pagi yang sudah tidak lagi sedingin dulu ;)

nothing special… apalagi dengan cuaca yang masih diliputi awan mendung dan kabut sehabis hujan semalam, namun sinar mentari mulai tampak menerangi alam. Semangatnya untuk bersinar membawa kehangatan di pagi hari tak pernah berkurang kadarnya…

Itu juga yang menginspirasi… untuk kembali menulis setelah beberapa saat terbenam dalam alasan-alasan klise penghambat energi ;)

OK, keep on blogging guys :D




 

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 47,107 hits

Others

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

visitor stats

PageRank

my 'read' shelf:
 my read shelf

Click to view my Personality Profile page