RSS

stress pada anak

24 Jul

Tulisan ini terinspirasi ketika mendengar siaran radio di Delta FM yang sedang membahas mengenai stress pada pria dan wanita. Pembahasannya kurang lebih demikian…

Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa wanita lebih sering stress dibandingkan pria, namun kalau melihat kenyataannya penghuni lembaga pemasyarakatan lebih banyak pria, jumlah pasien rumah sakit jiwa juga lebih banyak pria daripada wanita. Tindak kejahatan maupun gangguan jiwa seringkali disebabkan karena stress yang berkepanjangan dan tidak dapat dikelola dengan baik. Berarti pula bahwa lebih banyak pria yang stress dibandingkan dengan wanita, dengan kata lain wanita lebih mampu mengelola stress dibandingkan dengan pria.

Para ahli berpendapat bahwa ada tiga hal yang membuat wanita lebih bisa mengelola stress dibandingkan dengan pria, yaitu:

1.) Berbagi – wanita lebih sering membagi perasaannya pada orang lain, termasuk juga membagi hal-hal yang membuat stress. Mereka tidak terlalu peduli apakah orang lain menanggapinya atau tidak, namun hal-hal yang membuat mereka tertekan sudah dapat ‘dikeluarkan’. Sementara pria lebih sering memendam perasaan mereka daripada mengungkapkannya pada orang lain.
2.) Menangis – wanita seringkali menumpahkan perasaan tertekan mereka dalam bentuk menangis. Menangis merupakan suatu cara untuk meredakan stress yang dialami. Bagi pria, seringkali hal ini dianggap tabu, karena ada anggapan bahwa pria yang menangis adalah pria yang lemah.
3.) Berpelukan – sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pada saat stress seseorang menghasilkan hormon-hormon tertentu (namanya lupa) di kulit. Berpelukan membuat hormon-hormon tadi bisa dikendalikan, sehingga stress tidak menjadi berkepanjangan. *Bagi pria, hal ini bukan sesuatu yang umum, salah-salah bisa dianggap ‘teletubbies’ ;) Mungkin yang dimaksud disini adalah adanya kontak secara fisik, seperti misalnya menepuk pundak, dsb.*

Saya tidak ingin membahas soal stress antara pria dan wanita seperti pada siaran tsb, namun secara umum bisa disimpulkan bahwa dengan melakukan 3 hal sederhana di atas, paling tidak sudah ada upaya untuk meredakan stress.

Kemudian, apa kaitannya dengan judul posting di atas?

Tentunya stress itu bukan hanya monopoli orang dewasa. Anak-anak pun dapat mengalaminya meskipun dengan bentuk yang berbeda, namun mereka tetap merasakan hal tsb sebagai sesuatu yang menekan dan tidak nyaman.

Rasanya 3 hal di atas bisa juga kita lakukan terhadap anak-anak. Beri kesempatan pada mereka untuk bercerita. Bantu dan dorong anak untuk juga bercerita tentang apa yang mereka alami dan apa yang mereka rasakan. Untuk beberapa saat, biarkan anak menangis ketika mereka merasa sedih atau kecewa, dan setelah itu bahaslah apa yang mereka rasakan serta jika perlu, diskusikan jalan keluar dari persoalan yang mereka hadapi.

Kemudian, hibur dan peluklah anak saat mereka merasa sedih atau kecewa. Untuk anak-anak yang sudah lebih besar, genggamlah tangannya atau tepuk pundak/bahunya agar mereka bisa merasa lebih nyaman dan bisa berpikir lebih jernih untuk meredakan stress yang dialami.

Stress memang tidak selamanya berkonotasi negatif, karena pada saat-saat tertentu stress juga diperlukan, misalnya agar lebih terpacu dalam mencapai suatu tujuan. Memang yang diperlukan adalah bagaimana kita bisa mengelolanya dengan baik, termasuk juga bagaimana anak-anak dapat mengelola stress mereka dengan baik sehingga tidak sampai melakukan hal-hal yang merugikan diri mereka sendiri.

Menaruh harapan besar pada anak-anak, membuat kita menyayangi mereka. Karenanya kita sebagai orang tua pun tidak ingin jika kondisi stress membawa dampak yang kurang baik pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

Artikel yang lebih ilmiah bisa dilihat disini.

Kita sayang mereka, karena kita juga berharap untuk mereka. Hal ini sama juga dengan negara kita, Indonesia. Kita sayang Indonesia, karena kita berharap Indonesia menjadi negara besar yang adil dan makmur.

Atau apakah kita tidak sayang Indonesia, karena kita tidak berharap apapun darinya… ;)

*wah, semakin gak nyambung… diteruskan pada postingan lain deh* :mrgreen:

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 24, 2008 in opini, psikologi, umum

 

Tag: , , , ,

10 responses to “stress pada anak

  1. Koen

    Juli 25, 2008 at 1:54 am

    Selalukah, khususnya pada anak2, stress tertampilkan oleh perubahan visual? Kadang …

     
  2. pratanti

    Juli 25, 2008 at 5:06 am

    Yup, kadang…

     
  3. satya sembiring

    Juli 25, 2008 at 11:37 am

    benar banget tuh
    kenapa pria menjadi stress
    karena jikalu pria curhat masalahnya kepada pria lain masalah cinta atau perkerjaan
    bisa dikatakan cengang. gengsi tapi butuh untuk berbagai
    pria juga malu untuk meluapkan perasaan dengan menangis akhirnya stress

     
  4. pratanti

    Juli 28, 2008 at 9:22 am

    ternyata gengsi justru membuat stress malah jadi tidak terselesaikan…

     
  5. ubadbmarko

    Juli 28, 2008 at 11:59 am

    sering sering ah berpelukan, he..he..

     
  6. pratanti

    Agustus 3, 2008 at 5:40 am

    kayaknya kalau keseringan juga malah bisa stress :P

     
  7. sitijenang

    Agustus 7, 2008 at 8:12 pm

    saya juga stres… :mrgreen:

     
  8. edratna

    Agustus 15, 2008 at 9:58 pm

    Anak kadang juga ingin menyelesaikan masalahnya sendiri, sehingga orangtua harus pandai memperhatikan gelagat anak.
    Peluklah, berceritalah, tiduran dan ngobrol santai….hal ini memudahkan ceplosan anak, yang kita akan menyadari kondisi anak dalam situasi aman atau ada problem.

     
  9. pratanti

    Agustus 16, 2008 at 10:25 am

    setuju bu… saya pikir, orangtua juga perlu lebih sensitif untuk lebih menyadari kondisi dan kebutuhan anak.
    Orangtua perlu menciptakan suasana yang nyaman dan aman bagi anak sehingga mereka bisa lebih terbuka menceritakan berbagai hal, termasuk juga berdiskusi tentang hal-hal yang mencemaskan mereka.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: