RSS

angka-angka yang menginspirasi

26 Feb

Melanjuti obrolan di posting terakhir yang lalu, saya tertarik untuk membahas soal angka. Kadang saya melihat bahwa angka bisa memiliki arti yang lebih dalam, daripada hanya sekadar nomor, atau bilangan saja. Misalnya, angka-angka kilometer yang ada di sepanjang jalan tol Jakarta-Cikampek tidak hanya menjadi patokan berapa lama sisa perjalanan yang akan ditempuh untuk sampai tujuan, tapi juga untuk menandai dimana saja tempat-tempat peristirahatan yang bisa disinggahi, yaitu km 19, 39 dan 57 :P Keurutan angka-angka itu jauh lebih mudah diingat, daripada harus mengingat nama-nama kota sepanjang perjalanan.

Apakah Cikarang lebih timur dari Cibitung, atau sebaliknya? Sampai sekarang saya juga masih suka tertukar… yang pasti km 39 itu lebih timur daripada km 19 :lol:

Waktu kuliah dulu, ada teman yang juga suka mengingat nama-nama teman berdasarkan nomor absennya. Sampai sekarang pun dia masih hafal nomor absen teman-teman seangkatan. Dia selalu memberi embel-embel 023 di belakang nama saya :mrgreen: (sesuai nomor absen, katanya).

Buat saya sendiri, angka-angka yang juga “menyenangkan” adalah saat mengingat struktur gigi manusia, yaitu 3-2-1-2-2-1-2-3 (baca: mi re do re re do re mi). Ini bagian pelajaran biologi yang terus teringat sampai sekarang. Artinya, 3 geraham belakang kiri, 2 geraham depan kiri, 1 gigi taring kiri, 2 gigi seri kiri, 2 gigi seri kanan, 1 gigi taring kanan, 2 geraham depan kanan, 3 geraham belakang kanan. Kalau mau tahu jumlahnya, ya tinggal dihitung aja, jangan lupa dikali 2, karena ada gigi atas, ada gigi bawah… *hehe ribet yak?*

Sekadar intermezzo saja, bahwa ada banyak hal yang bisa dikaitkan dengan angka :D

Bagaimana dengan anda? ada pengalaman menarik juga seputar angka-angka?

 
17 Komentar

Posted by pada Februari 26, 2009 in monolog, umum

 

Tag:

17 responses to “angka-angka yang menginspirasi

  1. Koen

    Februari 26, 2009 at 8:15 am

    Ya donk :). Biarpun maunya membuat otak kanan lebih aktif, tapi ternyata urusan angka2 kadang masih lebih menarik :).

    Ada yang menyebut sebuah candaan garing. Konon semua bilangan (bulat, positif) itu unik. Tapi matematikawan tidak boleh memberikan pernyataan tanpa bukti. Maka ia membuat bukti sebagai berikut: Andai ada beberapa bilangan yang tidak unik, maka akan ada bilangan tidak unik yang terkecil. Ini menjadikan bilangan ini unik. Tapi karena unik, maka ia keluar dari daftar. Maka ada bilangan tidak unik lain yang jadi bilangan tidak unik terkecil. Maka ia jadi unik juga. Dan seterusnya.

    Hey, Km 19 itu lebih _barat_ daripada Km 39! Cuman memang 19 itu bilangan prima sih. Jadi lebih keren. Sayangnya tanggal lahirku bukan jatuh pada pasangan tanggal dan bulan prima.

     
  2. pratanti

    Februari 26, 2009 at 9:11 am

    hahaha… iyaa… ketuker lagii… :lol:
    udah direvisi sekarang.

     
  3. Anis

    Februari 27, 2009 at 5:47 pm

    kalo aku mah sering gak perhatiin angka.
    aku jarang inget harga barang yang aku beli.
    aku gak pernah inget tagihan kartu kredit yang harus kubayar tiap bulan.
    aku gak pernah inget tagihan hape yang harus kubayar tiap bulan.
    aku sering lupa tanggal jatuh tempo tagihan, atau habisnya masa laku STNK/dll.
    dan aku juga gak inget berapa denda yang harus kubayar karena aku gak merhatiin angka2 itu. :-D

     
  4. pratanti

    Februari 27, 2009 at 6:05 pm

    Just curious aja Nis…
    Kalau di tes MBTI, apakah kamu termasuk Sensing (S) ?

     
  5. Anis

    Februari 28, 2009 at 4:28 pm

    hihihi.. ini nih asiknya ngobrol ama psikolog. dari sebuah komen pun bisa dianalisa..
    hasil tes MBTI pernah kuposting di blog-ku. ada link-nya di halaman author.
    jadi… apakah aku terlalu banyak menggunakan otak kanan? :-D

     
  6. pratanti

    Februari 28, 2009 at 7:14 pm

    hehehe… sekadar menguji ketajaman indra meramal aja :P
    psikolog kan bukan tukan ramal, tapi kadang suka sok tau “mendadak jadi peramal”.
    Kalau bener sukur… kalau ga bener, ya… don’t take it seriously ;)

    ini juga lagi belajar membedakan antara “sensing” dan “intuition”, dalam kehidupan sehari-hari. BTW, thanks for sharing about your experience :D

     
  7. Emanuel Setio Dewo

    Maret 1, 2009 at 9:57 am

    I hate numbers, kecuali yg tertera di lembaran slip gaji. Hehehe…

    Dulu pas SD daku sering kena setrap karena tidak hafal perkalian. Sampe sekarang sering bingung 6×8, 7×8, bahkan 8×8. Syukurlah ada kalkulator. Memudahkan kita dan memanjakan otak.

    *kabur*

     
  8. ami

    Maret 1, 2009 at 9:59 am

    hlaaa ini, angka, memoriku jeleeek banget. harga odol, sabun yang tiap bulan aku beli aja ngga pernah bisa ingat :). parah ya?? kalau dalam bahasa psikolog, aku dikategorikan yang seperti apa niy ;)

     
  9. pratanti

    Maret 2, 2009 at 8:00 pm

    hehehe… itu namanya selective forgetting – tidak mengingat harga-harga barang yang dibeli, atau mengingat angka hanya sebatas yang ada di slip gaji ;)

    sebabnya bisa macam-macam, biasanya berkaitan dengan pengalaman yang tidak mengenakkan. Yang pasti kalau sudah memutuskan untuk beli sesuatu, memang sebaiknya tidak usah lagi mengingat harganya… apalagi kalau mahal :P

     
  10. goncecs

    Maret 4, 2009 at 11:02 am

    kalo kbanyakan temen2 ku tiap hari ngitungin angkat !! terus malemnya ada yang tiduran di kuburan cuma nyari angka !!!!

     
  11. pratanti

    Maret 4, 2009 at 11:46 am

    emang suka ngebingungin ya… kok nyari angka di kuburan? emangnya di kuburan jual angka-angka ya? :mrgreen:

     
  12. Anton

    Maret 16, 2009 at 9:05 pm

    Angka? Iya, dalah kehidupan kita memang selalu berhubungan dengan angka. Mulai dari nomer sepatu sampai nomer HP kolega. Ya kan? Untuk angka….aku sering mudah menghapalkan nomer yang kebetulan berurutan seperti 4567 :) hehee. Dan sangat sulit jika kita menghapal nomer yang tidak berurutan seperti 7152 :( ya kan?

     
  13. pratanti

    Maret 17, 2009 at 1:25 pm

    prinsipnya, sesuatu yang bermakna pasti akan mudah diingat. Termasuk juga dengan angka-angka. Keurutan angka memang dianggap sebagai sebuah makna tertentu, namun angka-angka yang tidak urut pun dapat ‘diberi’ makna sehingga bisa lebih mudah diingat.
    Misalnya, 7152 bermakna tanggal 7, bulan 2 (Februari), tahun ’52… seperti itu cara mengingatnya :D

     
  14. Aden Kejawen

    Maret 24, 2009 at 10:56 am

    wach keren

    salam kenal aja dech

     
  15. pratanti

    Maret 24, 2009 at 3:55 pm

    salam kenal lagi dech :)

     
  16. ekoagus

    September 17, 2009 at 7:24 pm

    Blog-nya bagus. Jangan pernah berhenti menulis yo Mbak. Lanjutkan!

     
  17. pratanti

    September 17, 2009 at 8:00 pm

    terima kasih, mudah-mudahan ide terus mengalir supaya tidak ada kesempatan untuk berhenti menulis :D

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: