Sebuah renungan…
Dari sebuah blog, saya menemukan rangkaian pepatah bijak tentang makna Sang Waktu…
Untuk memahami makna SATU TAHUN, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas
Untuk memahami makna SATU BULAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur
Untuk memahami makna SATU MINGGU, tanyalah pada editor majalah mingguan
Untuk memahami makna SATU HARI, tanyalah pada pekerja dengan gaji harian
Untuk memahami makna SATU JAM, tanyalah pada gadis yang sedang menunggu kekasihnya
Untuk memahami makna SATU MENIT, tanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta
Untuk memahami makna SATU DETIK, tanyalah pada seseorang yang selamat dari kecelakaan
Untuk memahami makna SATU MILI DETIK, tanyalah pada pelari peraih medali perak Olimpiade
Lama dan sebentar, itu adalah pengertian tentang waktu, namun sadarkah kita bahwa waktu terus berlalu?
Kehidupan berjalan terus beriringan dengan Sang Waktu. Sudahkah kita menggunakan waktu yang kita miliki untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat?
Taken from one’s presentation




Koen
Maret 4, 2009 at 6:02 pm
Selamat Ulang Tahun, Nita
pratanti
Maret 4, 2009 at 6:06 pm
terima kasih West…
Anis
Maret 4, 2009 at 6:27 pm
Mbak Nita Ultah?
Selamat ya.. Semoga dikaruniai kebahagiaan, kesehatan, dan semua kebaikan yang diharapkan.
Amien.. *peyuk-peyuk Mbak Nita*
pratanti
Maret 4, 2009 at 7:09 pm
amiiinnn….. semoga Anis juga sehat dan berbahagia, amiinn…
sidikgumelar
Maret 4, 2009 at 7:15 pm
makasih…ini juga pasti akan jadi renunganku juga…succes for you
pratanti
Maret 4, 2009 at 9:48 pm
terima kasih kembali….. success for you too
Yudha P Sunandar
Maret 4, 2009 at 10:14 pm
met ulang tahun, mba…
semoga semakin bijak dan bahagia selalu…
wish you all the best..
sukses…
hutriest
Maret 4, 2009 at 11:06 pm
yang keberapa mbak..? becanda..! **pertanyaan yang tidak boleh ditanyakan**
Slamat ultah yaa mbak,sukses selalu, semoga diberi kekuatan untuk selalu berbagi ^^
pratanti
Maret 5, 2009 at 5:49 am
terima kasih… semoga doanya menular pada yang mendoakan juga yaa… amiin
ami
Maret 5, 2009 at 4:08 pm
weee ultah to. selamat yaaa.
bermanfaatnya untuk siapa dulu mba hehehe
pratanti
Maret 5, 2009 at 5:40 pm
trima kasih… kira2 bermanfaatnya utk siapa ya? hehehe
Hejis
Maret 9, 2009 at 6:35 am
Waktu memang perlu dihargai. Makanya saya perlu waktu berlama-lama di sini…hehehe…
natazya
Maret 15, 2009 at 4:29 pm
hepi VERY belated besdey hehehhe
bicara soal waktu memang akan selalu perlu waktu
pratanti
Maret 15, 2009 at 11:48 pm
@Hejis,
monggo, silakan…
@natazya,
thankyou…
rasanya selama kita hidup, waktu terus berjalan… entah perlu, entah tidak
Gek
Maret 16, 2009 at 1:58 pm
Salam kenal mbak…
Boleh ikutan kasi selamat gak neh…
Sukses selalu ya…
pratanti
Maret 16, 2009 at 8:47 pm
waa… trima kasih yaaa….
zaldy munir
Maret 17, 2009 at 9:23 pm
Assalamu’alaikum…
Numpang rehat sejenak ya, Mbak.
pratanti
Maret 21, 2009 at 7:44 am
mari… silakan
Taruma
Maret 25, 2009 at 9:12 pm
mari belajar mengendalikan waktu!!!
hehehehehe. ultah yah… selamat yahh..
pratanti
Maret 29, 2009 at 7:52 am
trima kasih
yansDalamJeda
April 8, 2010 at 3:22 pm
Demi Waktu…..
muslim
April 13, 2010 at 6:19 pm
bagus terimakasih sang waktu
Agoes
Januari 29, 2011 at 8:44 pm
yupz.,betul banget tuh,but sering kali kita hanya membuang-buang waktu
“waktu.,ada dibuang,hilang disayang”
pratanti
Februari 2, 2011 at 8:45 am
bener…
berjuang meraih masa depan cerah
Juli 3, 2011 at 8:20 am
iya yah time is heaven or hell
slometo
November 28, 2011 at 9:43 pm
thanks, artikel ini menunjukkan betapa pemahaman tentang sang waktu sangatlah luas.
pratanti
November 30, 2011 at 6:23 pm
thanks kembali …..
ame
Januari 27, 2012 at 9:04 pm
wah…tulisannya bagus bnget,menurut saya tulisannya singkat namun kesannya dalem bnget.smoga menjadi bahan renungan untukku.trima ksih
pratanti
Januari 27, 2012 at 11:00 pm
terimakasih kembali…
rezha
Maret 9, 2012 at 12:55 am
Manusia , tidak akan mampu mengenggam seluruh ruas / garis yg ada di telapak tangan
Kita tidak mungkin dapat mengatur waktu , karna sebaliknya waktu yang mengikat kita , mungkin hanya mampu menyiasatinya
Suatu ketika ada sati titik kita tak mampu berfikir karna itulah sang waktu