RSS

berani mencoba

11 Apr

Dalam sebuah perjalanan, sebuah talkshow dari suatu stasiun radio menyiarkan bahwa jangan cepat puas dan terlalu lama berada dalam area “aman” (comfort zone), segeralah bergerak dan berani menapaki area “tidak aman” (uncomfort zone). Entah apa tema topik perbincangan saat itu, namun ungkapan untuk berani masuk dalam uncomfort zone benar-benar menjadi pemikiran, bahkan sampai beberapa hari setelah itu.

Meskipun tidak sepenuhnya merasa ada di comfort zone, tapi kondisinya memang lebih mengarah kesana, keadaan seakan berjalan rutin dan bisa dilalui dengan lancar, tanpa kesulitan yang berarti.

Dan… keputusan itu pun dibuat, untuk maju bertindak, menghadapi segala hal yang tadinya seakan jauh ada di depan sana (yang tadinya terasa, ah… kapan-kapan saja diraihnya ;) ). Berbagai pertimbangan menjadi prioritas yang selalu dipikirkan sebelum melangkah. Bukan hal yang sulit sebenarnya, namun karena ini baru yang pertama kali, maka banyak juga kejutan-kejutan yang tiba-tiba muncul, antara yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Namun itu semua lebih merupakan risiko, yang pasti akan timbul menyertai sebuah keputusan :)

Uncomfort zone – pun mulai dijalani, untuk kemudian mencapai comfort zone kembali… yang (mudah-mudahan) dapat dicapai dalam waktu yang tidak terlalu lama ;) Hidup memang bukan sebuah permainan, yang bisa dimenangkan hanya dengan keberuntungan melempar dadu, tapi lebih dari sebuah perjuangan dan tantangan. Saat tantangan berani diterima, maka perjuangan pun dimulai :D

Masih terngiang perbincangan talkshow di radio sore itu… “Semakin lama kita berada di comfort zone, semakin lama pula kita terlena dengan kemungkinan adanya peluang-peluang di sekitar kita. Beranikanlah diri untuk mencoba, terus berusaha dan berdoa tentunya ;) ” Kita tidak pernah tahu apa yang akan kita hadapi, kalau kita tidak pernah berani untuk melangkah maju. Kegagalan bukanlah alasan untuk mundur, namun sebuah pengalaman untuk tidak lagi melakukan hal yang sama, dan lebih kreatif mencari cara-cara baru.

 

Tentang pratanti

cerita ringkas tentang perjalanan waktu
14 Comments

Posted by pada April 11, 2009 in monolog, renungan, umum

 

14 Respon untuk berani mencoba

  1. Anis

    April 11, 2009 at 8:23 am

    tapi kalo yg dimaksud keluar dr comfort zone itu berarti melepas pekerjaan sekarang dan nyoba pindah pekerjaan lain, kyknya beresiko bgt ya. krn sekarang jaman susah nyari kerjaan.. :-)

     
  2. Taruma

    April 11, 2009 at 10:09 am

    i live in grey area… hehehe.

     
  3. Aki

    April 11, 2009 at 8:51 pm

    Kenapa juga ngga berani ya..

     
  4. pratanti

    April 13, 2009 at 2:37 pm

    @ Anis,
    ga perlu sampai melepas pekerjaan sekarang kalau ternyata pekerjaan sekarang masih cukup menantang dan banyak menambah wawasan. Tapi kalau itu sudah tidak lagi didapat, perlu pikir2 juga tuh, apakah kita sudah di “comfort zone”?
    Pindah kerja sekarang? kalau semua sudah dipertimbangkan, siapa takut? :D

    @ Taruma,
    that’s lucky you :)

    @ Aki,
    tanya kenapa… :mrgreen:

     
  5. andhikaam

    April 16, 2009 at 9:27 pm

    Setuju Mbake…. Saya suka sekali artikel yang ditulis ini. COmfort zone memang sering menipu kita dalam kehidupan kita sehari – hari…tanpa ada rencan yang jelas, kita sering kali hanya berputar di dalam area tersebut.

    Sukses y…

     
  6. pratanti

    April 17, 2009 at 3:04 pm

    thankyou andhika,
    memang terkadang kita tidak mengakui bahwa kita sudah ada di “comfort zone”, sambil sibuk2 sendiri tanpa tujuan yang jelas :)

     
  7. andri

    Mei 3, 2009 at 8:00 pm

    gimana yaa….
    memang sih terlalu lama di comfort zone menjadikan diri lemah dalam hal inovasi usaha…
    tapi yaa gimana dong…?
    kalau posisi kita sudah stabil dalam usaha yang kita rintis masak harus melepasnya….?
    :)

     
  8. pratanti

    Mei 4, 2009 at 2:46 pm

    simple aja sih… pertanyaannya hanya “sudah siapkah kita berubah?” :P

     
  9. Pintamin

    Desember 1, 2009 at 7:26 pm

    Tidak berani berani mencoba, berarti gaga total, dengan mencoba keberhasilan akan ada di depan mata….. kan gitu bro..

     
  10. pratanti

    Desember 3, 2009 at 5:25 pm

    setuju :)

     
  11. david

    Mei 11, 2010 at 7:12 am

    hahaha,, lg gak punya modal mbak,,,

     
  12. pratanti

    Mei 12, 2010 at 5:28 pm

    keberanian adalah modal utama… :P

     
  13. yuztYuzt

    Desember 25, 2011 at 7:26 pm

    pertimbangan tersulit untuk keluar dari comfort zone adalah keluarga. bagaimana jika gagal keluarga dijadikan taruhannya.. hal yang tepat menurut saya adalah ketika keluarga sudah aman ketika saya pun gagal dalam mencoba hal baru…

     
  14. pratanti

    Desember 25, 2011 at 7:35 pm

    setiap orang pasti punya prioritas sendiri yang paling dipertimbangkan sebelum melakukan tindakan. Komunikasi dan kompromi memang diperlukan, namun pada akhirnya kembali pada keberanian kita untuk menjalaninya. Keyakinan untuk mengambil langkah yang benar, serta tekad untuk terus maju adalah yang paling dibutuhkan… setelah itu percaya lah ada hal-hal indah yang akan ditemui…..

     

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.