Arsip untuk Mei, 2009

26
Mei
09

Metropolis

metro_cover_by_angin_kering

Setelah lama tidak membaca novel-novel yang bernuansa kriminal, membaca novel ini seperti minum air di tengah gurun, pelepas dahaga di tengah kehausan :P

Sekilas review:

Sebuah pemaparan yang gamblang tentang sepak terjang kehidupan antar geng pengedar narkoba di Jakarta ditulis secara apik oleh Windry Ramadhina. Dengan gaya bahasa yang lincah, Windry berhasil membawa suasana konflik, narkoba, perang antargeng, mafia, dan mengemasnya menjadi sesuatu yang enak dibaca.

Bercerita tentang suasana lingkungan Jakarta abad 21 ini, mulai dari keadaan kota sampai dengan kesibukan orang-orang yang ada di dalamnya, Metropolis menjadi sebuah buku yang tidak sulit dicerna, dan dapat membawa imajinasi pembaca melayang membayangkan peristiwa yang terjadi layaknya sebuah film dokumenter. Tak hanya itu, Windry pun mampu membungkus tokoh-tokohnya dengan sebuah nuansa konspirasi menarik, yang menjadi salah satu andalan dari novel ini. Strategi konspirasi yang melibatkan “orang-orang penting”, yang seringkali juga membutuhkan tumbal yang tidak sedikit jadi menggugah ingatan akan maraknya kasus-kasus serupa yang terjadi di negara ini. Pertentangan kepentingan di antara para tokoh yang berpengaruh serta akal bulus antek-anteknya membuat kondisi yang terjadi semakin kompleks.

Sebagaimana layaknya cerita-cerita kriminal lain, Metropolis pun dikemas dalam alur cerita yang penuh konflik. Tidak ada yang benar-benar hitam, atau pun benar-benar putih, semua adalah kombinasi di antara keduanya, perpaduan antara kelicikan dan kesetiaan. Persahabatan, konspirasi, dan pembalasan (baik balas budi maupun balas dendam) menjadi sesuatu yang kerap ditemui dalam novel ini.

Buat saya, novel ini cukup membuka wawasan tentang sisi lain dari sebuah kota metropolitan. Tutur kata sederhana yang meramu organisasi kejahatan dan bisnisnya, serta intrik-intrik yang ada di dalamnya berhasil membangun visualisasi nyata tentang kehidupan gelap kota Jakarta. Di sisi lain, aparat keamanan pun turut digambarkan secara tidak berlebihan, tapi tetap bisa mencerminkan wajah kepolisian Indonesia saat ini. Kepolisian tidak hanya digambarkan sebagai sebuah lembaga penegak hukum biasa, tapi juga lengkap dengan konflik-konflik di dalamnya. Hal ini menyadarkan kita bahwa hampir tak ada yang sempurna di dunia ini. Setiap lembaga (mulai dari keluarga – sebagai lembaga sosial terkecil – sampai dengan organisasi dalam lingkup negara atau dunia) selalu diwarnai dengan perpaduan antara baik dan buruk, antara yang benar dan yang salah.

Cerita tentang Chronic Myelogenous Leukimia, ikut memperkaya khasanah pengetahuan tentang jenis penyakit leukimia yang ada di dunia. Bagian ini juga menjadi salah satu hal yang unik dalam novel tersebut. Kondisi pasien, gejalanya, cara-cara mendiagnosa serta bagaimana mencegah timbulnya serangan penyakit ikut dijelaskan secara sederhana di novel ini. Menarik…

Meskipun belum sejajar dengan novel-novel karya Dan Brown, ataupun novel-novel kriminal Agatha Christie, namun novel karya Windry ini sudah mengindikasikan niat ke arah sana. Alur ceritanya cukup cepat, namun masih belum konsisten. Terkadang ritmenya sangat cepat sehingga menimbulkan rasa penasaran untuk terus membuka halaman demi halaman, dan tidak memberi jeda antara satu bab dengan bab berikutnya. Namun pada beberapa bab lain, ritmenya melambat sehingga memungkinkan kita untuk berhenti sejenak, seperti sebuah sinetron yang sekedar menggantungkan cerita, layaknya membuat bunga-bunga yang hanya berfungsi untuk mempermanis jalan cerita.

Terakhir, sebagai novel dewasa, karya Windry ini patut diperhitungkan sebagai karya pengarang Indonesia (muda) yang cukup berbobot dengan ditunjang oleh riset detil tentang seluk beluk kehidupan dari tema cerita yang ditulis. Ketelitian Windry menyusun lembar-lembar perjalanan hidup para tokoh utama Metropolis menunjukkan keseriusannya dalam menggarap novel ini. Brillian ! :D

14
Mei
09

antara kagum dan miris

Suatu sore di seputaran halaman Museum Fatahillah, Kawasan Kota Tua Jakarta, ada sebuah atraksi yang sedang digelar. Sebuah kesenian tradisional yang biasa dikenal dengan ”kuda lumping” sedang digelar disana. Pertunjukan yang diiringi dengan beberapa perangkat tetabuhan serta alat musik tradisional ini beranggotakan sekitar 10-15 orang. Beberapa orang bertugas memainkan musik, ada yang bertugas mengumpulkan ”sumbangan” dari orang-orang yang menonton, serta ada beberapa pemain utama yang melakukan berbagai atraksi sepanjang pertunjukan.

Kesenian kuda lumping memang selalu memikat banyak orang. Entah karena bunyi suara pecutan yang kerap menggema sepanjang pertunjukan, atau mungkin juga karena atraksi-atraksi mendebarkan yang mereka bawakan. Salah satu atraksi yang dipentaskan adalah atraksi semburan api. Semburan api yang keluar dari mulut para pemain diawali dengan menampung bensin di dalam mulut mereka lalu disemburkan pada sebuah api yang menyala pada setangkai besi kecil yang ujungnya dibuat sedemikian rupa agar api tidak mati sebelum dan sesudah bensin itu disemburkan dari mulutnya.

mirisRombongan pemain kuda lumping ini memang tampak seperti berasal dari suatu daerah yang sama, atau mungkin juga mereka saling bersaudara. Tak heran jika beberapa anggota keluarga terlibat di dalam petunjukkan tersebut. Sang ayah bertugas sebagai pawang yang mengendalikan acara, kemudian anak-anak (laki-laki) yang sudah besar menjadi pemain utama, anak perempuan sebagai pengumpul ”sumbangan”. Sementara itu ada pula beberapa anak yang lebih muda usianya bermain-main di sekitar mereka.

Ternyata anak-anak kecil ini tak hanya sekedar bermain atau berlari-larian di seputar area pertunjukan, namun mereka pun mahir meniru, termasuk pula dalam meniru atraksi semburan api. Hmm… entah apa yang ada di pikiran penonton, saya tak sanggup berkata apa-apa…

Atraksi yang biasanya mengundang decak kagum, saat itu sepertinya sempat hening, ya… atraksinya memang lebih mengundang rasa miris penonton.




 

Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 44,996 hits

Others

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

visitor stats

PageRank

my 'read' shelf:
 my read shelf

Click to view my Personality Profile page