RSS

Metropolis

26 Mei

metro_cover_by_angin_kering

Setelah lama tidak membaca novel-novel yang bernuansa kriminal, membaca novel ini seperti minum air di tengah gurun, pelepas dahaga di tengah kehausan :P

Sekilas review:

Sebuah pemaparan yang gamblang tentang sepak terjang kehidupan antar geng pengedar narkoba di Jakarta ditulis secara apik oleh Windry Ramadhina. Dengan gaya bahasa yang lincah, Windry berhasil membawa suasana konflik, narkoba, perang antargeng, mafia, dan mengemasnya menjadi sesuatu yang enak dibaca.

Bercerita tentang suasana lingkungan Jakarta abad 21 ini, mulai dari keadaan kota sampai dengan kesibukan orang-orang yang ada di dalamnya, Metropolis menjadi sebuah buku yang tidak sulit dicerna, dan dapat membawa imajinasi pembaca melayang membayangkan peristiwa yang terjadi layaknya sebuah film dokumenter. Tak hanya itu, Windry pun mampu membungkus tokoh-tokohnya dengan sebuah nuansa konspirasi menarik, yang menjadi salah satu andalan dari novel ini. Strategi konspirasi yang melibatkan “orang-orang penting”, yang seringkali juga membutuhkan tumbal yang tidak sedikit jadi menggugah ingatan akan maraknya kasus-kasus serupa yang terjadi di negara ini. Pertentangan kepentingan di antara para tokoh yang berpengaruh serta akal bulus antek-anteknya membuat kondisi yang terjadi semakin kompleks.

Sebagaimana layaknya cerita-cerita kriminal lain, Metropolis pun dikemas dalam alur cerita yang penuh konflik. Tidak ada yang benar-benar hitam, atau pun benar-benar putih, semua adalah kombinasi di antara keduanya, perpaduan antara kelicikan dan kesetiaan. Persahabatan, konspirasi, dan pembalasan (baik balas budi maupun balas dendam) menjadi sesuatu yang kerap ditemui dalam novel ini.

Buat saya, novel ini cukup membuka wawasan tentang sisi lain dari sebuah kota metropolitan. Tutur kata sederhana yang meramu organisasi kejahatan dan bisnisnya, serta intrik-intrik yang ada di dalamnya berhasil membangun visualisasi nyata tentang kehidupan gelap kota Jakarta. Di sisi lain, aparat keamanan pun turut digambarkan secara tidak berlebihan, tapi tetap bisa mencerminkan wajah kepolisian Indonesia saat ini. Kepolisian tidak hanya digambarkan sebagai sebuah lembaga penegak hukum biasa, tapi juga lengkap dengan konflik-konflik di dalamnya. Hal ini menyadarkan kita bahwa hampir tak ada yang sempurna di dunia ini. Setiap lembaga (mulai dari keluarga – sebagai lembaga sosial terkecil – sampai dengan organisasi dalam lingkup negara atau dunia) selalu diwarnai dengan perpaduan antara baik dan buruk, antara yang benar dan yang salah.

Cerita tentang Chronic Myelogenous Leukimia, ikut memperkaya khasanah pengetahuan tentang jenis penyakit leukimia yang ada di dunia. Bagian ini juga menjadi salah satu hal yang unik dalam novel tersebut. Kondisi pasien, gejalanya, cara-cara mendiagnosa serta bagaimana mencegah timbulnya serangan penyakit ikut dijelaskan secara sederhana di novel ini. Menarik…

Meskipun belum sejajar dengan novel-novel karya Dan Brown, ataupun novel-novel kriminal Agatha Christie, namun novel karya Windry ini sudah mengindikasikan niat ke arah sana. Alur ceritanya cukup cepat, namun masih belum konsisten. Terkadang ritmenya sangat cepat sehingga menimbulkan rasa penasaran untuk terus membuka halaman demi halaman, dan tidak memberi jeda antara satu bab dengan bab berikutnya. Namun pada beberapa bab lain, ritmenya melambat sehingga memungkinkan kita untuk berhenti sejenak, seperti sebuah sinetron yang sekedar menggantungkan cerita, layaknya membuat bunga-bunga yang hanya berfungsi untuk mempermanis jalan cerita.

Terakhir, sebagai novel dewasa, karya Windry ini patut diperhitungkan sebagai karya pengarang Indonesia (muda) yang cukup berbobot dengan ditunjang oleh riset detil tentang seluk beluk kehidupan dari tema cerita yang ditulis. Ketelitian Windry menyusun lembar-lembar perjalanan hidup para tokoh utama Metropolis menunjukkan keseriusannya dalam menggarap novel ini. Brillian ! :D

 

Tentang pratanti

cerita ringkas tentang perjalanan waktu
11 Comments

Posted by pada Mei 26, 2009 in buku, opini

 

Kaitkata: , ,

11 Respon untuk Metropolis

  1. wahyu am

    Mei 26, 2009 at 4:12 pm

    jadi pengen baca nih :lol:

     
  2. pratanti

    Mei 26, 2009 at 5:36 pm

    baca deh… seru… :D

     
  3. moehfi

    Mei 27, 2009 at 1:53 am

    * Novel ini hasil jewantah dari lagu-lagu Dream Theater di seri Album Metropolis bukan mbak?
    (kidding mode : on) :D *

    Recomendded ni mbak?

     
  4. pratanti

    Mei 27, 2009 at 3:16 pm

    hehehe… ya engga lah…
    Kalau mencari bacaan untuk hiburan, buku ini “recommended” :D

     
  5. Aki

    Juni 7, 2009 at 7:17 pm

    Iya ah mau baca..

     
  6. pratanti

    Juni 8, 2009 at 10:49 am

    eh ada Aki….. apa kabar Ki?
    weekend ini ada acara apa di Bandung? ada rencana mau kesana nih… :)

     
  7. Anis

    Juni 9, 2009 at 7:07 am

    Mbak Nita mau ke Bdg? Mau dibikinkan acara apa? :-D

     
  8. pratanti

    Juni 9, 2009 at 9:28 am

    lah… justru nanya nih Nis… batagor lagi bikin acara apa weekend ini?
    *secara aku jarang banget dateng pas ada acara-nya batagor :( *

     
  9. adi

    Juni 15, 2009 at 10:36 am

    HaRgA bUkuNYa mAhAL yA?
    Ga ADA DsiKoN nE!!!

     
  10. pratanti

    Juni 22, 2009 at 1:59 pm

    kalau belinya di perkosakata masih ada diskonnya… ;)

     
  11. lenny

    Agustus 10, 2009 at 1:39 pm

    salam kenal, setuju mbak, perubahan selalu dimulai dari yg kecil, toh sedikit sedikit, ntar jadi bukit kan… :)

     

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.