melanjuti postingan sebelumnya, dan sedikit mengulas ceramahnya pak ustadz bulan puasa kemarin, postingan kali ini masih bercerita tentang “yang terbaik”.
Berawal dari pembahasan mengenai sedekah…
Bersedekah atau berderma sebenarnya adalah memberikan sesuatu pada orang lain yang berhak menerimanya, sesuai dengan kemampuan pemberi. Tidak melulu berupa materi, sedekah bisa dalam bentuk apa pun, yang pasti… sesuai dengan kemampuan pemberi. Kalau punya uang, bersedekahlah dengan uang, tapi kalau tidak punya uang, sedekah bisa berupa barang, bisa juga berupa tenaga, atau bahkan senyuman. Malahan –kata pak ustadz— kalau senyum pun susah, berusahalah untuk bersedekah dengan menampilkan raut wajah yang “enak dilihat”.
Mendengar ceramah pak ustadz ketika itu, pikiran langsung membayangkan seorang teman yang selalu tersenyum. Orangnya baik dan jarang marah. Meskipun dia pernah juga marah/kesal terhadap orang lain, namun tidak pernah berkata kasar, dan tetap mempertahankan raut wajah yang dihiasi dengan senyuman khas-nya. Kemudian mencoba untuk membandingkan dengan diri sendiri, hmm… apakah raut wajah sudah enak dilihat?
Apa hubungannya dengan sedekah?
Jika kita menghias wajah dengan senyum, orang lain yang melihatnya pun tentu akan merasa nyaman. Relasi interpersonal yang terjadi akan lebih positif. Secara tidak disadari, orang yang tersenyum tsb telah memberikan sikap terbaiknya, yang secara tidak langsung telah memperlancar relasi yang terjadi. Sederhana saja kan?
Tapi perlu dicatat, yang dimaksud dengan “senyum” disini, adalah senyuman kecil yang membuat raut wajah jadi enak dipandang, bukan “senyum-senyum” yang kebanyakan atau malah terkesan nyindir




Mukmin
Oktober 10, 2009 at 5:52 pm
ass..mbak pratanti, slam knal.
pratanti
Oktober 12, 2009 at 1:31 pm
wa’alaikum salam,
salam kenal juga mas Mukmin
abdulhafidz
Desember 1, 2009 at 11:52 pm
Ass..mbak yang cantik..lam kenal yah..
pratanti
Desember 3, 2009 at 5:24 pm
salam kenal kembali …
sandi
Maret 18, 2011 at 3:04 pm
senyuman juga adalah sedekah, mari kita tersenyum