RSS

hari gini, menulis halus?

09 Mei

handwriting

Membaca tulisan Yeti di FB kemarin,

Belajar menulis huruf sambung ….? Apa pentingnya sih?
Jaman sudah modern, bisa mengetik pakai komputer, buat sms tinggal pijit, ngapain juga mesti belajar nulis huruf sambung?

Langsung teringat masa pelajaran SD bertahun-tahun yang lalu, pelajaran “menulis halus” dengan menggunakan pena di buku tulis bergaris tiga. Sebuah pelajaran yang menyenangkan karena tidak banyak berpikir, dan lebih mengandalkan ketekunan untuk mengatasi kejenuhan menulis kalimat yang sama, … satu halaman penuh !  :-)
Di era milenium sekarang ini, apa perlunya sih?
Anak-anak sudah lancar membaca, bahkan mengetik di komputer, apa pentingnya menulis halus?

Simak lagi lanjutan tulisannya…

Dari sudut pandang Sensory Integration, handwriting atau menulis dengan tangan menggunakan pensil atau bolpen adalah kegiatan kompleks yang melibatkan integrasi sensori. Visual, tactile (sentuhan), proprioseptif (motorik halus). Menulis dengan tangan mengkoordinasikan seluruh sensori sehingga menyeimbangkan otak. Kesulitan atau bahkan kegagalan dalam melakukan integrasi sensori pada anak usia SD akan berpengaruh pada kemampuan berkonsentrasi, kendali emosi dan gangguan kecemasan.
Dari sudut pandang Grafologi, handwriting adalah ekspresi dari gambaran diri, antara lain kemampuan mengendalikan emosi dan dorongan.

Ah, rupanya itu manfaat dari menulis halus….

Pada saat mengikuti pelajaran tersebut waktu kecil, rasanya kita juga sulit memahami kenapa kita harus mempelajarinya. Meskipun dulu kita tidak mempertanyakan kenapa pada saat menarik garis ke atas harus lebih tipis, sementara lebih tebal saat menarik garis ke bawah… hmm, ternyata masih ingat juga tekniknya :-P
Tanpa disadari, kita dilatih untuk berkonsentrasi, melatih kepekaan perasaan kita juga.

Selain itu,

Ketika kita menarik garis lurus, maka kita merasakan dorongan yang sifatnya lugas, tegas dan rasional. Sementara ketika kita menarik garis lengkung, maka kita merasakan kehalusan, kelenturan dan emosi. Atau dengan kata lain garis lurus berbicara sesuatu yang logis dan rasional, sementara garis lengkung berbicara tentang perasaan. Tulisan sambung melakukan koordinasi keduanya, tidak seperti tulisan cetak yang minim garis lengkung.

Ternyata manfaat menulis halus (menulis dengan menggunakan huruf sambung) akan banyak dirasakan dalam jangka panjang. Yeti pun mengatakan bahwa bagi mereka (anak-anak) yang kurang mendapatkan kesempatan untuk menulis halus, perasaanya menjadi kurang peka dan berkurang pula kemampuan hubungan sosialnya. Mereka lebih sibuk berkompetisi daripada berpikir untuk membantu orang lain…

Kalau itu untuk anak-anak, bagaimana dengan orang dewasa? Masih ada pentingnya kah untuk menulis halus?

Menurut saya, bagi orang dewasa, menulis halus bukan lagi yang menjadi prioritas utama. Materi atau isi tulisan, yang mencerminkan bagaimana seseorang itu berpikir atau berpendapat itulah yang lebih utama, dibandingkan dengan caranya mereka menulis (dengan tulisan tangan, maupun dengan cara mengetik). Namun, berkaitan dengan kepekaan perasaan, tentu tidak ada salahnya jika kita tetap melatih kemampuan kita dalam menulis halus :lol:

Satu hal lagi, yang juga perlu diingat adalah menulis halus bukan hal mutlak yang berpengaruh terhadap kurangnya kepekaan maupun hubungan sosial seseorang. Masih ada hal-hal lain yang membuat seseorang menjadi kurang peka atau kurang dapat membina relasi sosial dengan baik, hanya saja hal ini bisa dijadikan salah satu faktor yang perlu diperhatikan terutama bagi anak-anak.

 
6 Komentar

Posted by pada Mei 9, 2012 in opini, psikologi, umum

 

6 responses to “hari gini, menulis halus?

  1. jaturampe

    Mei 17, 2012 at 4:46 pm

    Tulisan yang bagus, Mbak…
    saya duga banyak guru-guru SD sekarang yang jarang mengajarkan menulis halus (tegak bersambung) di kegiatan belajar mengajarnya. seandainya pun ada, prosentasenya kecil…padahal benar sekali yang mbak tuliskan (Menulis dengan tangan mengkoordinasikan seluruh sensori sehingga menyeimbangkan otak. Kesulitan atau bahkan kegagalan dalam melakukan integrasi sensori pada anak usia SD akan berpengaruh pada kemampuan berkonsentrasi, kendali emosi dan gangguan kecemasan) salam…

     
  2. avonturir

    Mei 18, 2012 at 10:07 pm

    hmmm.. ternyata menulis tulisan tegak bersambung ada ada filosofi nya ya..

     
  3. Tomy Meilando

    September 26, 2012 at 9:29 am

    Baru tau kalau manfaatnya banyak hehe tapi tulisan saya acak2an.. hmmm btw thanks sudah berkunjung ke blogku :D salam kenal

     
  4. pratanti

    Oktober 10, 2012 at 10:08 am

    salam kenal kembali :)

     
  5. Agus SP

    Oktober 21, 2012 at 11:37 pm

    Bagus Nit, sebagai support buat anakku yg rada males nulis elok :)

     
  6. pratanti

    Oktober 25, 2012 at 10:06 am

    ya diajarin dong sama bapaknya… :D

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: