RSS

Arsip Penulis: pratanti

Tentang pratanti

cerita ringkas tentang perjalanan waktu

hari gini, menulis halus?

handwriting

Membaca tulisan Yeti di FB kemarin,

Belajar menulis huruf sambung ….? Apa pentingnya sih?
Jaman sudah modern, bisa mengetik pakai komputer, buat sms tinggal pijit, ngapain juga mesti belajar nulis huruf sambung?

Langsung teringat masa pelajaran SD bertahun-tahun yang lalu, pelajaran “menulis halus” dengan menggunakan pena di buku tulis bergaris tiga. Sebuah pelajaran yang menyenangkan karena tidak banyak berpikir, dan lebih mengandalkan ketekunan untuk mengatasi kejenuhan menulis kalimat yang sama, … satu halaman penuh !  :-)
Di era milenium sekarang ini, apa perlunya sih?
Anak-anak sudah lancar membaca, bahkan mengetik di komputer, apa pentingnya menulis halus?

Simak lagi lanjutan tulisannya…

Dari sudut pandang Sensory Integration, handwriting atau menulis dengan tangan menggunakan pensil atau bolpen adalah kegiatan kompleks yang melibatkan integrasi sensori. Visual, tactile (sentuhan), proprioseptif (motorik halus). Menulis dengan tangan mengkoordinasikan seluruh sensori sehingga menyeimbangkan otak. Kesulitan atau bahkan kegagalan dalam melakukan integrasi sensori pada anak usia SD akan berpengaruh pada kemampuan berkonsentrasi, kendali emosi dan gangguan kecemasan.
Dari sudut pandang Grafologi, handwriting adalah ekspresi dari gambaran diri, antara lain kemampuan mengendalikan emosi dan dorongan.

Ah, rupanya itu manfaat dari menulis halus….

Pada saat mengikuti pelajaran tersebut waktu kecil, rasanya kita juga sulit memahami kenapa kita harus mempelajarinya. Meskipun dulu kita tidak mempertanyakan kenapa pada saat menarik garis ke atas harus lebih tipis, sementara lebih tebal saat menarik garis ke bawah… hmm, ternyata masih ingat juga tekniknya :-P
Tanpa disadari, kita dilatih untuk berkonsentrasi, melatih kepekaan perasaan kita juga.

Selain itu,

Ketika kita menarik garis lurus, maka kita merasakan dorongan yang sifatnya lugas, tegas dan rasional. Sementara ketika kita menarik garis lengkung, maka kita merasakan kehalusan, kelenturan dan emosi. Atau dengan kata lain garis lurus berbicara sesuatu yang logis dan rasional, sementara garis lengkung berbicara tentang perasaan. Tulisan sambung melakukan koordinasi keduanya, tidak seperti tulisan cetak yang minim garis lengkung.

Ternyata manfaat menulis halus (menulis dengan menggunakan huruf sambung) akan banyak dirasakan dalam jangka panjang. Yeti pun mengatakan bahwa bagi mereka (anak-anak) yang kurang mendapatkan kesempatan untuk menulis halus, perasaanya menjadi kurang peka dan berkurang pula kemampuan hubungan sosialnya. Mereka lebih sibuk berkompetisi daripada berpikir untuk membantu orang lain…

Kalau itu untuk anak-anak, bagaimana dengan orang dewasa? Masih ada pentingnya kah untuk menulis halus?

Menurut saya, bagi orang dewasa, menulis halus bukan lagi yang menjadi prioritas utama. Materi atau isi tulisan, yang mencerminkan bagaimana seseorang itu berpikir atau berpendapat itulah yang lebih utama, dibandingkan dengan caranya mereka menulis (dengan tulisan tangan, maupun dengan cara mengetik). Namun, berkaitan dengan kepekaan perasaan, tentu tidak ada salahnya jika kita tetap melatih kemampuan kita dalam menulis halus :lol:

Satu hal lagi, yang juga perlu diingat adalah menulis halus bukan hal mutlak yang berpengaruh terhadap kurangnya kepekaan maupun hubungan sosial seseorang. Masih ada hal-hal lain yang membuat seseorang menjadi kurang peka atau kurang dapat membina relasi sosial dengan baik, hanya saja hal ini bisa dijadikan salah satu faktor yang perlu diperhatikan terutama bagi anak-anak.

 
2 Comments

Posted by pada Mei 9, 2012 in opini, psikologi, umum

 

Puisi Kehidupan

Hari hari lewat, pelan tapi pasti
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Karena aku akan membuka lembaran baru
Untuk sisa jatah umurku yang baru

Daun gugur satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Umurku bertambah satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah

Tapi… coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang
Ya, berhutang pada diriku
Karena ibadahku masih pas-pasan

Kuraba dahiku
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
Kutimbang keinginanku….
Hmm… masih lebih besar duniawiku

Ya Allah
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkah aku diberi kesempatan?

Ya Allah….
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku

Astagfirullah…

Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah…
Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang…
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu…

Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana…
Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana…

Ya Allah,
Ijikanlah

Karya: Chairil Anwar

 
Leave a comment

Posted by pada Maret 4, 2012 in renungan, umum

 

kebahagiaan

KETIKA aku ingin hidup KAYA,
Aku lupa bahwa HIDUP adalah KEKAYAAN.

KETIKA aku takut MEMBERI,
Aku lupa bahwa semua yang aku miliki adalah PEMBERIAN.

KETIKA aku ingin jadi yang TERKUAT,
Aku lupa bahwa dalam KELEMAHAN, Allah memberi aku KEKUATAN.

KETIKA aku takut RUGI,
Aku lupa bahwa HIDUPKU adalah sebuah KEBERUNTUNGAN.

HIDUP ini sangatlah INDAH jika MENSYUKURI apa yang sudah ada.

Adakalanya yang TERINDAH bukanlah yang TERBAIK,
Yang SEMPURNA tidak menjanjikan KEBAHAGIAAN.

Tetapi ketika kita mampu dan mau MENERIMA semua KEKURANGAN & KELEBIHAN…

Itulah KEBAHAGIAAN.

(Kiriman seorang teman)

 
Leave a comment

Posted by pada Februari 23, 2012 in renungan

 

Life is Beautiful

*tiba-tiba kangen nulis….. tersadar akan blog yang sudah lama tidak ter-update…. *

Waktu sedang “jaya”,
kita merasa banyak teman di sekeliling kita.

Waktu sedang “berkuasa”,
kita PeDe melakukan apa saja.

Waktu tak berdaya,
barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati yang ada.

Waktu “jatuh”,
kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang memperalat dan memanfaatkan kita.

Waktu “sakit”,
kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta.

Manakala “miskin”,
kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi/bersedekah dan saling membantu.

Masuk usia “tua”,
kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan.

Saat di ambang “ajal”,
kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia…..

Hidup tidaklah lama…
Sudah saatnya kita bersama-sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA,
saling menghargai, saling membantu, saling memberi, saling mendukung.

Jadilah teman setia tanpa syarat,
jangan saling memotong dan menggunting sesama teman,
tunjukkan bahwa Anda masih mempunyai Nurani,
jauhkan niat jahat untuk mencelakai teman,
jauhkan niat memaksa seseorang melakukan suatu hal untuk kepentingan pribadi kita,

Percayalah, akan ada “akibat” karena ada “sebab”,
apa yang ditabur, itulah yang akan dituai.

Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa langit selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar.
Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, berkah di setiap cobaan, dan jawaban di setiap doa…

Jangan pernah menyerah, terus berjuanglah,

Life is so beautiful…

Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah perjalanan…

 
5 Comments

Posted by pada Desember 8, 2011 in renungan

 

belajar memahami…

sebuah renungan…

Ketika kerja kita tidak dihargai,
maka saat itu kita sedang belajar tentang KETULUSAN.
Ketika usaha dinilai tidak penting,
maka saat itu kita sedang belajar KEIKHLASAN.
Ketika hati terluka sangat dalam,
maka saat itu kita sedang belajar tentang MEMAAFKAN.
Ketika kita harus lelah dan kecewa,
maka saat itu kita sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.
Ketika kita merasa sepi dan sendiri,
maka saat itu kita sedang belajar tentang KETANGGUHAN.

Tetap semangat..
Tetap tersenyum..
Terus belajar..
Karena bumi ini adalah universitas kehidupan…
Berjuanglah menjadi pemenang untuk tujuan kehidupan sesungguhnya-AKHIRAT!

dari Kuliah Tauhid, 2010

 
2 Comments

Posted by pada Maret 4, 2011 in renungan

 

renungan awal tahun

dari Ali bin Abi Thalib,

“Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan..
Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan.
Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman..
Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian..
Ada ahli ibadah tapi mewarisi ke sombongan iblis..
Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi..
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat..
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut..
Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan dan ada pezina yang tampil jadi figur..
Ada orang punya ilmu tapi tak paham, ada yang paham tapi tak menjalankan..
Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tau diri..
Ada orang beragama tapi tak berakhlak dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan..
Lalu di antara semua itu di mana aku berada..?”

 
1 Comment

Posted by pada Januari 12, 2011 in filsafat, umum

 

Kaitkata:

tetap semangat!

Suatu kali, mungkin kita pernah mengalami kegagalan pada saat teman-teman lain mengalami keberhasilan. Kita jadi merasa putus asa dan terkadang hal tsb jadi mempengaruhi aktivitas kita sehari-hari. Kegiatan kerja selanjutnya pun dijalani apa adanya, tanpa motivasi.

Motivasi itu datang dari dalam diri kita sendiri. Kita mungkin saja terinspirasi dari keberhasilan orang lain, namun dalam kehidupan ini kita lah yang bertanggung jawab untuk mencapai tujuan yang ingin kita capai.

Beberapa tips bagaimana memotivasi diri untuk tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai:

  1. Percaya diri. Jika kita tidak percaya pada diri kita sendiri, apalagi orang lain? Setidaknya kita memiliki sesuatu yang dapat kita banggakan. Yakinlah dengan hal tsb dan berusahalah untuk mengasah kemampuan tsb. Jauhkanlah dari rasa takut akan kegagalan.
  2. Tetapkan tujuan yang jelas. Kita sulit memfokuskan diri jika tujuan yang ingin dicapai masih kabur atau tidak jelas. Bagaimana kita dapat bergerak jika tahapan-tahapan yang akan kita kerjakan ini belum jelas? Diskusikan dengan atasan untuk menjelaskan dan memberikan tugas-tugas yang jelas dan terukur. Jika atasan kita bukan orang yang dapat menjelaskan tugas dengan rinci, ambil inisiatif untuk bekerja dengannya sampai mendapatkan gambaran yang jelas tentang peran dan kewajiban yang perlu dilakukan. Seorang yang dapat memotivasi diri sendiri dapat bekerja dengan sangat baik jika ada tujuan yang jelas.
  3. Bekerjalah untuk diri sendiri. Tidak ada yang lebih baik sebagai pemicu motivasi selain pengetahuan kita tentang kemampuan diri kita sendiri. Bekerjalah sebaik mungkin. Identifikasi area yang perlu dikembangkan dan segera perbaiki. Belajar kembali atau mendapatkan sertifikat atas keahlian yang kita miliki juga dapat menambah rasa percaya diri.
  4. Terima kritik secara positif. Ubah semua kritik negatif yang kita terima ke dalam bentuk positif. Kegagalan hanyalah suatu kondisi yang ada di pikiran kita. Jika kita berpikir bahwa kita akan berhasil, maka kita akan mendapatkannya. Selalu lah berpikir positif. Dengan demikian, meskipun kita mengalami kegagalan, kita dapat mengubah rasa frustrasi ke dalam energi positif yang membuat kita tetap mampu bekerja dengan baik.
  5. Cari tantangan. Jika pekerjaan saat ini tidak memotivasi diri kita, jangan khawatir. Terbukalah untuk mau mencoba hal-hal baru, jika pekerjaan saat ini dirasa terlalu membosankan. Bicaralah pada atasan untuk mendefinisikan kembali pekerjaan kita agar dapat mengoptimalisasikan kapabilitas yang kita miliki. Buat reputasi sebagai orang yang tidak takut menerima tantangan baru dalam pekerjaan.
  6. Gigih. Banyak hal yang mungkin tidak berjalan dengan baik pada awalnya. Hal ini berarti kita perlu mencobanya dengan lebih giat lagi. Bagaimanapun, pastikan tujuan kita pada hal-hal yang penting dan akan membantu kita meningkatkan diri. Jangan membuang-buang waktu dan energi untuk hal-hal lain.
  7. Cobalah untuk berada di antara orang-orang yang percaya diri. Baca buku-buku yang dapat meningkatkan rasa optimis. Letakkan poster dan quote tentang motivasi di sekitar tempat kerja kita, hal ini dapat membangkitkan energi positif dan menghindari pemikiran-pemikiran yang depresif (menekan). Perhatikan orang-orang yang berhasil di sekitar kita dan coba untuk meniru mereka.
  8. Rayakan keberhasilan. Jika sesuatu tidak berjalan seperti apa yang kita harapkan, hal ini tidak berarti bahwa semuanya menjadi berantakan. Jangan terlalu merasa tertekan, karena stress yang tinggi dapat menurunkan motivasi. Lakukan kegiatan-kegiatan menarik lainnya. Tetaplah percaya diri dan kerjakan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan.
  9. Mulailah dari hari ini. Tuliskan semua hal yang penting bagi kita dalam mencapai tujuan. Bagi tujuan jangka panjang ke dalam beberapa tahapan dan rayakan setiap pencapaian yang telah diraih. Jangan menunda.
  10. Terus bermimpi. Terakhir, jangan lupa untuk terus bermimpi. Impian-impian kita dapat menjadi penyemangat dan mendekatkan diri kita pada tujuan yang akan diraih. Tulis impian kita dalam agenda, dan secara teratur kembali kesana agar kita tidak lupa dan kehilangan tujuan.

INGAT, motivasi bukan berarti seberapa kuat kita menghadapi besarnya rintangan yang terjadi, namun seberapa gigih kita bangkit kembali saat mengalami kegagalan.

(artikel lawas yang ditemukan kembali diantara tumpukan file lama, sudah lupa pula berasal darimana, namun kiranya bisa membantu menggugah diri dari kejenuhan :P )

 
7 Comments

Posted by pada November 3, 2010 in motivasi, motivation, renungan, umum

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.