Arsip untuk Kategori 'film'

18
Agu
08

Kita Punya Bendera

Sebuah film Indonesia, yang pas sekali diputar di bulan Agustus, saat Indonesia sedang merayakan Hari Ulang Tahun-nya yang ke-63.

Seperti yang diungkapkan oleh sang sutradara Steven Purba, “Film ini tidak hanya tentang peranakan Cina-Indonesia saja, namun lebih jauh tentang filosofi kebersamaan dalam perbedaan; serta tentang pencarian identitas diri seorang anak”.

Setelah menyimak film ini tadi sore, tampaknya banyak sekali hal yang ingin diangkat dari cerita di film ini. Kalau film-nya dianggap sebagai film dokumenter, hal ini sah-sah saja; namun sebagai penonton (yang suka punya harapan-harapan tertentu sebelum nonton) rasanya film ini tergolong sederhana, dan kurang fokus terhadap aspek yang benar-benar ingin ditonjolkan. Tapi sebagai film Indonesia, film ini termasuk film yang tergolong bagus dan layak dinikmati oleh semua orang.

Pengalaman Timmy (tokoh di film itu) sedikit banyak mengingatkan saya juga dengan pengalaman masa lalu. Saya seringkali merasa kesulitan jika mengisi data-data yang menanyakan soal “suku bangsa”. Sebagai anak yang lahir dan besar di kota Bandung, dari ibu yang berdarah Minang, dan ayah yang berdarah Minahasa – saya paling bingung kalau disuruh menentukan “suku bangsa”.

Rasanya tidak adil kalau hanya menuliskan salah satu, sedangkan kalau menulis keduanya, guru selalu meminta untuk memilih salah satu ;)   BTW, tidak jarang juga yang ‘menuduh’ saya termasuk orang Cina, cuma gara-gara bentuk mata yang rada kecil dan warna kulit sawo kurang matang :P

Lama-lama saya terbiasa juga dengan situasi demikian, dan tegas mengatakan bahwa “saya orang Indonesia”, sama seperti mereka yang bersuku bangsa Jawa, Sunda, Minang, Minahasa, dll, juga sama seperti mereka yang keturunan Cina, Arab, India, yang sudah menjadi WNI. Kita sama-sama orang Indonesia.

Kembali pada film Kita Punya Bendera, salah satu point yang diangkat adalah bahwa “jadikanlah perbedaan itu sebagai suatu nilai positif, hadapilah dan jangan menghindari perbedaan tsb”.

Selain itu yang juga patut diacungkan jempol adalah ilustrasi musiknya. Hmm… petikan gitar solo yang dominan menghiasi jalannya film tersebut benar-benar indah. Cantik sekali! Two thumbs up buat Jubing Kristianto.

Satu hal yang kelihatannya masih perlu dilakukan adalah mempromosikan film ini pada masyarakat luas. Saya mengatakan hal ini karena saat menonton tadi sore, ruang bioskop hanya diisi oleh kurang dari 5 orang penonton !!!

Yah, saya cuma bisa menduga bahwa mungkin saja tadi jarang ada yang menonton karena masih sibuk dengan acara 17-an di lingkungan rumah masing-masing :D

Update 18 Agustus 2008, sore:
Trailer film-nya bisa dilihat di blognya Bima Anggara (pemeran Jarwo), disini. *makasih ya Bima…*

Update 30 Agustus 2008:
Review film-nya dari sisi sinematografi, bisa dilihat disini.

27
Jan
08

August Rush

Akhir Desember yang lalu, pertama kali membaca sinopsis film August Rush langsung muncul ketertarikan dan rasa penasaran akan film yang bertema musik ini. Sayangnya film ini hanya diputar satu kali saja setiap harinya dengan jam pertunjukan yang cukup menantang, 22.30 ;)   Dengan waktu pertunjukan yang seperti itu, perlu sedikit perjuangan untuk tetap terjaga menunggu film diputar, namun sepertinya jam tersebut kurang cocok bagi saya :P

Kemarin, ketika men-cek film yang diputar, ternyata August Rush sudah mulai ditayangkan dengan waktu yang lebih “sesuai”, dan akhirnya film inilah yang menjadi pilihan untuk ditonton. 

Kalau hanya menyimak cerita, film ini hanya seperti fairy-tale, dongeng seribu satu malam. Terlalu sederhana kalau film ini diceritakan melalui kata-kata. August Rush lebih banyak bercerita melalui gambar, melalui gerakan, dan melalui musik, daripada melalui kata-kata atau dialog antar para pemainnya. Namun minimnya kata-kata, membuat dialog yang ada di film ini menjadi sangat bermakna dan memiliki kekuatan untuk menjelaskan makna musik yang terdengar. 

Dari film ini lebih bisa dipahami bahwa musik yang terdiri dari nada-nada selalu ada di sekitar kita, sementara alat musik hanya sekedar alat bantu untuk mengulangi nada-nada yang ada di alam, sebuah simfoni kehidupan yang indah. 

Seperti yang diungkapkan Evan “August Rush” Taylor di akhir film tersebut, “musik ada di sekitar kita, dan yang perlu kita lakukan hanyalah.. mendengarkan”. 

Sambil diiringi cuplikan soundtrack music August Rush disini, masih terbayang indahnya film semalam, … August Rush, it’s just about music …

august-rush.jpg

11
Nov
07

medley dan masa lalu

“Jika Anda bisa mengubah satu kejadian di masa lalu Anda demi masa depan yang lebih baik, apakah itu?”

Sudah 2 minggu berlalu sejak topik ini muncul dalam list of inspiration :P Tidak mudah ternyata membuat suatu tulisan terkait masa lalu, terlebih lagi bila harus dikaitkan dengan sesuatu yang ingin diubah.

Spontanitas… gotcha! Ya, itulah yang ingin saya ubah.

Saya melihat bahwa orang lain, juga teman-teman saya seringkali mendapat keberuntungan ataupun kemudahan-kemudahan untuk menjalani sebuah kesempatan, karena mereka bersikap spontan, berani dan juga asertif :) Pendapat-pendapat mereka terkadang juga tidak begitu “brilian”, namun mereka berani mengemukakannya secara spontan, untuk memperoleh umpan balik, kritik maupun saran yang akhirnya dapat membantu mereka untuk merevisi kembali pendapatnya menjadi suatu pendapat yang baik dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang. Sementara saya hanya bisa mengamati, sibuk dengan pendapat saya sendiri, yang bisa benar (sedikit), bisa juga salah (yang ini agak sering), namun tidak mencoba untuk mengemukakannya :lol:

Rekan-rekan saya, dengan sikap mereka yang spontan, sering mendapat kesempatan dan diberi kepercayaan untuk mengerjakan hal-hal tertentu dengan tanggung jawab yang cukup besar. Sementara saya, diberi kepercayaan untuk ikut serta dalam suatu kegiatan saja sudah untung :P

Saya membayangkan bahwa jika saya bisa lebih spontan, saya akan bisa meraih lebih banyak kesempatan daripada yang saya dapatkan sampai saat ini. Memang bukan juga berarti bahwa dengan kespontanan tersebut, nasib saya akan lebih beruntung, namun paling tidak saya memperoleh lebih banyak kesempatan untuk menguji pemikiran-pemikiran saya, pendapat saya, demi masa depan yang lebih baik tentunya.

Teman, kita memang perlu berpikir sebelum bertindak, namun terlalu banyak berpikir kadang membuat kita jadi tidak melakukan tindakan apapun. Jangan lagi sia-siakan waktu untuk terlalu lama berpikir, sudah saatnya untuk segera bertindak dan bersikap spontan.

Masa lalu, saat saya sulit untuk bersikap spontan, tentunya bisa jadi pelajaran bahwa hal itu bukan sesuatu yang baik, banyak kesempatan yang tidak dapat saya manfaatkan. Tidak ada jaminan apakah spontanitas selalu lebih menguntungkan, namun jika kita cukup mempertimbangkan apa yang akan kita lakukan, niscaya tindakan tersebut akan membawa dampak yang lebih baik.

Ibarat sebuah lagu, kehidupan itu layaknya untaian medley, berpadunya aneka irama, nada-nada gembira yang membahagiakan, juga senandung sendu yang menghanyutkan. Ada saatnya kita beruntung, ada saatnya pula kita kurang beruntung :D

Sumber inspirasi: http://medleymovie.blogspot.com

16
Jan
07

Night at the Museum

Bukannya belum puas refreshing dengan film ringan tadi, tapi film ini memang mengundang untuk ditonton, lagipula waktunya masih memungkinkan… pas untuk nonton midnight. 

Jadilah Night at the Museum at Midnight Show  :D

 museum.jpg 

Film animasi berdurasi hampir 2 jam, cukup untuk menghabiskan waktu sambil santai di akhir pekan. Nggak nyesel deh pulangnya ditegur “selamat pagi” sama petugas secure parking, padahal kan baru jam 1 a.m., matahari juga masih lama keluarnya ;P 

Beberapa sequence bisa digarisbawahi, salah satunya adalah bahwa kita harus fokus dalam mengerjakan sesuatu, nggak bisa setengah-setengah, dan nggak boleh juga menyerah sebelum kita benar-benar berusaha maksimal. Bukan hal mudah mengatur manusia, apalagi yang punya karakter, kemauan dan sifat yang unik dan berbeda-beda,… kalau istilah kerennya sih, “nggak gampang deh ngurusin negara”. 

Intinya sih, kita harus tau tujuannya mau kemana, dan bagaimana kita mengorganisasikan segala sesuatunya dengan baik agar semuanya bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita, tanpa kita perlu terlalu bersusah payah memaksakan agar sesuatu selalu ‘on track’. 

Wanna try? 

15
Jan
07

Happy Feet

Kalau kemarin dulu itu udah jadi bagian dari cita-cita, sekarang sih lebih tepat karena ‘tersesat’. Gara-gara kesel sama sales person dari suatu sport center yang terus menerus nelpon nyuruh dateng… dari yang tadinya niat untuk olah raga, akhirnya malah jadi segen dan bener-bener terdampar di teater 1 Kelapa Gading Theater. 

10 menit sebelum film mulai, masih kebagian tiket untuk duduk di barisan belakang. Terlalu ke belakang sih sebenernya, karena cukup tinggi juga ternyata….. tapi ya disitu lah yang tempat yang kosong.  

hf.JPG   

Lumayan lah, lucu-lucu-an….. mulai dari filmnya yang lucu, sampai dengan suasana lingkungan sekitar… Maklum aja, masih suasana liburan, nonton siang, banyak anak-anak kecil yang nonton….. and u know what?….. di tengah-tengah film ada lah teriakan-teriakan kecil, “ma, mau susu…..” he he… yang asik nonton anaknya atau ibunya ya? 

Lyric lagu Kiss dari Prince tiba-tiba jadi enak banget buat mengisi weekend kali ini, 

…..

You don’t have to be rich to be my girl

You don’t have to be cool to rule my world

Ain’t no particular sign I’m more compatible with

I just want your extra time and your kiss 

….. 

Lengkapnya lihat di http://www.lyricsvault.net/songs/1783.html    :D  

Kiss by Prince  

12
Jan
07

Flushed Away

Sebenernya sih maunya nonton Happy Feet or Night at the Museum, tapi….. pertama, udah mulai malam, sementara hari ini Happy Feet cuma diputar siang; kedua, Night at the Museum adanya tempat duduk barisan depan, males juga ketawa-ketawa sambil mendongak :P  

Akhirnya, upaya ngantri tiket setengah jam berakhir dengan memilih film Flushed Away. Sebenarnya ada lagi pilihan film lain, tapi di saat pikiran lagi suntuk, dan tidak ingin berpikir ‘keras’, rasanya Flushed Away bisa jadi alat untuk resfreshing.

poster4_large.jpg 

Film animasi dengan pengisi suara diantaranya Hugh Jackman dan Kate Winslet itu bercerita tentang seekor tikus peliharaan yang terbiasa hidup di rumah yang bagai istana, tiba-tiba kecemplung di toilet dan masuk dalam dunia bawah tanah yang kumuh.  Tidak banyak dialog-dialog menarik yang bisa dicatat. Namun soundtrack film-nya tergolong lumayan, sangat hidup dan dikemas dengan apik. Alhasil, tetap lucu, tetap bisa ketawa dan tetap bisa refreshing juga… 

Tapi tentunya jangan berharap banyak, flushed away is really really flushed…. away !

19
Des
06

Golden Flower

Curse of the Golden Flower, film yang di-release tahun 2006 ini sebenarnya tidak sengaja ditonton. Waktu itu, Sabtu mendekati akhir tahun 2006, menghabiskan weekend sambil jalan-jalan di Senayan City dan terdampar di lantai 5, Cinema21. Tanpa tahu pasti akan menghadapi film seperti apa, dan… hey, it’s interesting! 

golden flower     

Tema film drama ber-setting kerajaan di Cina, yang dikemas dalam bentuk kolosal benar-benar menyuguhkan suatu pemandangan yang lain dari biasanya. Film yang diperankan oleh Chow Yun Fat ini sarat dengan filosofi kehidupan, dan tidak banyak menyajikan dialog-dialog di antara pemerannya. Penonton benar-benar dibiarkan untuk mencerna sendiri jalan cerita yang sebenarnya. Sangat menarik karena perlu konsentrasi, apalagi dengan dimainkan dalam bahasa Cina dan mencantumkan teks Indonesia plus teks bahasa Inggris di bawahnya, hmm…. jadi tidak sempat ngantuk rasanya. Film kolosal yang melibatkan ratusan bahkan mungkin ribuan pemain, didukung oleh kostum yang berwarna-warni dan musik khas Cina membuat penonton merasa seperti benar-benar berada dalam suasana kerajaan Cina jaman dulu. 

Ceritanya sendiri sebetulnya sederhana, drama perebutan kekuasaan antara raja, permaisuri dan ketiga anaknya. Namun pengemasannya yang betul-betul menarik, membuatnya menjadi film yang istimewa. Satu jam dan 54 menit rasanya seperti baru membaca sebuah buku tanpa mengerti isinya, dan baru pada menit-menit setelah itu muncul pemahaman mengenai hal-hal yang tidak tersurat dalam film tersebut. Filsafat Cina yang terkandung di dalamnya mengatakan bahwa semakin kita berkuasa, kita perlu lebih cerdik, demi mempertahankan kekuasaan. Terkadang nilai-nilai kekeluargaan menjadi bukan hal yang utama lagi demi mempertahankan kekuasaan, terlebih bila dalam keluarga telah timbul adanya ketidakpercayaan yang disebabkan oleh adanya agenda-agenda tertentu, adanya kepentingan-kepentingan tertentu demi menjatuhkan sang penguasa. 

Meskipun nonton sambil sesekali menutup mata J, terutama saat pertempuran yang seringkali diwarnai dengan percikan-percikan cat berwarna merah, film ini tetap menarik untuk ditonton. 




 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 44,996 hits

Others

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

visitor stats

PageRank

my 'read' shelf:
 my read shelf

Click to view my Personality Profile page