Arsip untuk Kategori 'pb2007'

12
Nov
07

terima kasih pak satpam…

Dari diskusi pada PB2007 yang lalu, ada beberapa teman yang berbagi pengalaman mengenai posting yang berisi keluhan atas mutu jasa layanan publik. Mulai dari soal jalanan rusak, galian berbagai macam kabel di jalan umum, jaringan komunikasi yang tak kunjung diperbaiki, dsb. Adanya posting di blog sering kali dapat menggugah instansi-instansi terkait untuk memperbaiki mutu layanan yang mereka berikan pada masyarakat ;)

Kalau itu soal keluhan, saya jadi ingat bahwa dulu saya juga pernah ingin berbagi mengenai mutu layanan sebuah instansi. Bentuknya memang bukan berupa keluhan, namun apresiasi atas tindakan yang dilakukan oleh salah seorang staf mereka yang saya anggap melebihi dari hal-hal yang biasa diberikan.

Pengalaman ini sebenarnya sudah lama, lebih dari 2 tahun yang lalu, ketika akan mengambil uang di ATM Bank Niaga Semarang (dekat simpang lima). Hari Sabtu siang, saat sedang menunggu proses informasi saldo terkini di hadapan mesin ATM, tiba-tiba mati lampu, padahal tidak ada angin tdk ada hujan. Kejadian yang hanya sedetik itu mengakibatkan mesin ATM “blank” sejenak, dan nyala kembali dengan tampilan “selamat datang”. Ya, mesin itu berhasil menelan kartu ATM saya dengan sukses. Gleg!

Reaksi pertama, tentunya bingung, soalnya hari itu adalah hari Sabtu, sementara hari Minggu besok saya sudah harus meninggalkan Semarang. Lagipula sudah terbayang betapa malasnya mengurus kartu ATM yang hilang, belum lagi harus bolak-balik ke Bank, capek deh… :(

security.jpg

Saya langsung melaporkan kejadian tersebut pada Pak Satpam yang berada di depan, menceritakan kronologis kejadian yang saya alami. Setelah menelpon petugas terkait, Pak Satpam langsung mengemukakan solusinya, “maaf bu, petugasnya sudah dipanggil, sekitar 1 jam akan tiba disini. Kalau ibu mau pergi dulu, silakan, nanti 1 jam lagi kartunya bisa diambil disini”.

Benar saja, satu jam lebih sedikit, saya kembali lagi ke Bank tersebut, melihat petugas trouble shooting sedang bekerja mengambilkan kartu saya yang tadi tertelan mesin ATM.

Kemudahan yang saya terima saat itu terus berdampak pada image saya terhadap Bank Niaga. Saya merasa urusan saya jadi lebih mudah. Walaupun saya pernah juga kecewa dengan layanannya – seperti ter-debet 2 kali saat membayar kartu kredit, atau tiba-tiba rekening saya terdebet untuk nomor telpon yang sudah tidak saya pakai lagi – namun rasanya itu semua bisa terhapus dengan kemudahan-kemudahan yang saya dapatkan.

Saya melihat budaya kerja disitu sudah diterapkan bahkan pada level Satpam sekalipun. Sebuah budaya untuk memberikan layanan dengan tulus, tanpa mempedulikan apakah rekening saya hanya tinggal saldo minimal sekalipun :D

Terima kasih ya pak, saya kagum dengan kesigapan bapak saat itu. Semoga budaya kerja seperti ini bisa menjadi teladan bagi rekan-rekan yang lain. Juga semoga saya bisa mencontoh bapak, untuk sigap berbuat sesuatu yang dibutuhkan orang lain dengan tulus :)

03
Nov
07

masih ga percaya

Mengutip kalimat pertama mas Enda dalam Pesta Blogger 2007 hari Sabtu yang lalu, saya juga merasa mengalami hal serupa.

Mendaftar untuk jadi peserta beberapa hari setelah pendaftaran dibuka, membuat saya tidak begitu optimis kalau akan termasuk dalam daftar 100 orang yang diundang. Hanya berpikir, lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali, akhirnya form pendaftaran pun terkirim :D

Belum ada email balasan, sampai pada suatu hari (seminggu sebelum hari H) saya menerima email undangan. Email itu pun tersesat masuk dalam Spam Box, yang sebenarnya sudah hampir saya hapus.

Singkat cerita, akhirnya saya menghadiri acara tersebut, meskipun datang terlambat karena banyak ritual yang harus dikerjakan setiap hari Sabtu :) Mendengar acara pembukaan, talk show dengan aktivis blog Indonesia, makan siang, breakout session sampai dengan wrap up discussion saya ikuti dengan rasa senang, heran dan kagum, karena bisa berada disana, bertemu dengan orang-orang yang biasanya hanya saya temui di dunia maya. Masih ga percaya :)

(Cerita soal liputan acara seolah sudah menjadi kewajiban bagi para blogger untuk menuliskannya pada blog masing-masing. Hal itu sudah banyak di-posting oleh para peserta PB2007. Terlalu basi rasanya kalau saya ulang lagi disini *cape deeh* )

Kemudian sampailah pada acara penutup, pembagian hadiah bagi para pemenang blog favorit untuk setiap kategori, serta pembagian doorprize. Dan… doorprize terakhir yang dibagikan, smartphone BlackBerry Curve 8310 jatuh ke tangan saya ;) Asiikk… dapet handphone !!!

Alhasil, menulis kesan-kesan PB2007 yang tadinya akan saya posting sepulang dari sana, jadi tertunda. Ternyata pada malam itu, blackberry-ing lebih mengasikkan daripada blogging :P

Kalau mas Enda bilang, “masih ga percaya” karena telah mengumpulkan 500-an blogger Indonesia; saya juga bilang “masih ga percaya” kalau blackberry itu jadi milik saya :lol:

Akhir kata, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara ini, kepada rekan-rekan blogger yang telah meramaikan dan yang telah mendukung acara ini, serta sponsor yang juga ikut berkontribusi. Semoga pada acara Pesta Blogger berikutnya, semakin banyak sponsor yang mendukung, sehingga makin banyak juga para blogger yang… dapet doorprize :lol:

30
Okt
07

Nulis yuuk… (selintas ide dari Pesta Blogger 2007)

Nulis apa?” Itu adalah jawaban yang sering saya dengar dan juga jawaban yang acap kali saya berikan beberapa waktu yang lalu. Meskipun duluu saya rajin menulis buku harian, tapi pada saat ingin mulai menulis di weblog, rasanya kok susah ya? Pertama kali punya blog di tahun 2001 hanya bertahan 3 kali posting saja, setelah itu vakum hampir selama 5 tahun, dengan alasan bingung mau nulis apa…  

Berikut sekedar tulisan, terinspirasi dari Pesta Blogger 2007 kemarin…  

Menurut Nila Tanzil dan Anjar Priandoyo, tulislah sesuatu yang memang kita minati, apapun itu… bisa soal pekerjaan, profesi, pengalaman, aktivitas, ataupun situasi yang terjadi sehari-hari di sekeliling kita. Jadi, jangan hanya menulis “Saya pergi ke pasar”, tetapi apa saja yang dilakukan disitu, bagaimana perjalanan kita kesana, bagaimana kesan-kesan kita, dsb. Banyak yang bisa diceritakan, banyak yang bisa ditulis :)

blogging.jpg

(gambar diambil dari sini)

Pakdhe Rovicky menambahkan, tulis juga fakta atau data yang bisa mendukung tulisan kita. Menurut saya, ada dua hal utama yang bisa didapat dari situ, pertama – kita jadi terbiasa berpikir atau bicara base on fact. Kemudian kita juga jadi terpacu untuk mencari informasi-informasi tambahan guna melengkapi tulisan kita. Kadang dengan mencari informasi, kita tidak sengaja juga tahu mengenai hal-hal lain, yang menginspirasi kita untuk membuat tulisan berikutnya. Kemudian yang kedua – dengan adanya data atau fakta tersebut, orang yang membaca tulisan bisa memperoleh informasi yang berguna juga. Tulisan kita bisa jadi bahan rujukan, dan secara tidak langsung bisa meningkatkan jumlah pengunjung/pembaca di blog kita ;)  

Sebuah tulisan Nila tentang pariwisata di Malaysia pernah mendapat tentangan keras dari pemerintah Malaysia yang mengatakan bahwa “80% of blogger are unemployed women”, “all bloggers are liar”, etc. Kalau seorang blogger mendapat tentangan semacam itu, biasanya akan merasa “down”, mungkin juga jadi enggan menulis, dsb. Itu juga yang dialami oleh Nila, namun dukungan dari para blogger terus menyemangatinya untuk tetap menulis. Point-nya adalah kalau memang hal-hal yang kita tuliskan adalah fakta atau opini terhadap fakta tersebut, kita tidak perlu ragu untuk menulis. Blogger bebas berpendapat, dan bebas menulis apa saja :D

Seperti yang diungkapkan oleh Bp. Cahyana Ahmadjayadi (Dirjen Kominfo) – blogger dapat mencerdaskan bangsa, namun bisa juga membodohkan bangsa – berarti tulisan blogger turut punya andil besar atas kemajuan bangsa. Rasanya, kalaupun ada tulisan yang kurang tepat (yang bisa jadi ancaman bagi pembodohan bangsa), rekan-rekan blogger akan mencoba meluruskan, mengarahkan ataupun memberikan sudut pandang lain, sehingga kita bisa menilai mana informasi yang berguna dan mana yang tidak. Jangan takut kalau tulisan kita atau pendapat kita itu salah, karena dengan adanya interaksi dengan para blogger di dunia maya ini, kita bisa segera memperoleh umpan balik yang berguna. 

Takut tulisan kita dikomentarin yang negatif? – jangan khawatir, justru dengan adanya komentar, kita bisa tahu opini yang beredar di masyarakat seperti apa. Kita bisa memposisikan diri kita, dan belajar untuk mengemukakan pendapat serta membuat tulisan yang lebih baik lagi. Kita juga tidak perlu mengikuti apa yang dikatakan orang lain, namun kita bisa belajar untuk mengemukakan pendapat kita (termasuk pendapat yang berbeda) dengan cara yang bisa diterima oleh orang lain. Mengutip pendapat pak Cahyana bahwa dalam tulisan blogger yang pluralis, akan muncul keunikan. Jadi, itulah pendapat kita, keunikan kita. Berbeda dari orang lain, siapa takut? :lol:

Buat saya, blogging is about learning and sharing. Banyak yang bisa dipelajari, tentang menulis, tentang mengemukakan pendapat, tentang memberikan komentar, tentang kesabaran menghadapi pendapat yang berbeda, tentang kedisiplinan meng-update blog :P dan juga tentang berbagi pengetahuan, pemikiran serta perasaan dengan orang lain. 

Ternyata learning is fun :P   Are you agree? 




 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 44,996 hits

Others

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

visitor stats

PageRank

my 'read' shelf:
 my read shelf

Click to view my Personality Profile page