Tinggalkan komentar

Menghapus Katanya

Sempat dunia berbisik,
Katanya perempuan tegas itu mengintimidasi
Katanya perempuan kritis itu lancang
Katanya perempuan yang ekspresif berlebihan
Katanya perempuan yang emosional itu tidak bisa berpikir logis
Katanya perempuan yang berkarir pasti bukan ibu yang baik
Katanya perempuan yang bersekolah tinggi akan sulit mendapatkan jodoh

Tapi hari ini aku berhenti mendengar semua katanya yang bergema di pikiranku
Yang aku tahu, perempuan yang lugas, kritis, ekspresif, emosional adalah sosok yang berani menjadi diri mereka sendiri
Yang aku tahu, perempuan bisa mengejar mimpinya tanpa batas
Yang aku tahu perempuan tidak harus terperangkap dalam definisi-definisi yang menyempitkan
Yang aku tahu perempuan berhak atas kesetaraan dimanapun
Yang aku tahu perempuan itu kuat

Monologue by: Maudy Ayunda
Indonesian Women’s Forum 2018
day 2, 9 November 2018

Iklan
Tinggalkan komentar

REZEKI…


Yang kerja keras belum tentu mendapat banyak.
Yang kerja sedikit belum tentu mendapat sedikit.
Karena sesungguhnya sifat Rezeki adalah mengejar, bukan dikejar.

Rezeki akan mendatangi,
bahkan akan mengejar,
hanya kepada orang yang pantas didatangi….

Maka, pantaskan dan patutkan diri untuk pantas didatangi, atau bahkan dikejar rezeki.
Inilah hakikat ikhtiar…

Setiap dari kita telah ditetapkan rezekinya sendiri-sendiri.
Karena ikhtiar adalah kuasa manusia, namun rezeki adalah kuasa Allah Azza Wajalla.
Dan manusia tidak akan dimatikan, hingga ketetapan rezekinya telah ia terima, seluruhnya.

Ada yang diluaskan rezekinya dalam bentuk harta,
Ada yang diluaskan dalam bentuk kesehatan,
Ada yang diluaskan dalam bentuk ketenangan, keamanan,
Ada yang diluaskan dalam kemudahan menerima ilmu,
Ada yang diluaskan dalam bentuk keluarga dan anak keturunan yang shalih,
Ada yang dimudahkan dalam amalan dan ibadahnya…
Dan yang paling indah, adalah diteguhkan dalam hidayah Islam…

Hakikat Rezeki bukanlah hanya harta, rezeki adalah seluruh rahmat Allah Ta’ala…

Tinggalkan komentar

Sebuah puisi Rendra

Hidup itu seperti uap,
yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap!
Ketika orang memuji milikku,
aku berkata bahwa ini hanya titipan saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-Nya,
Bahwa rumahku adalah titipan-Nya,
Bahwa hartaku adalah titipan-Nya,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-Nya …

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
“Mengapa Dia menitipkannya kepadaku?”
“Untuk apa Dia menitipkan semuanya kepadaku?”
Dan kalau bukan milikku, apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-Nya ini?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?
Malahan ketika diminta kembali,
kusebut itu musibah,
kusebut itu ujian,
kusebut itu petaka,
kusebut itu apa saja …
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah derita …

Ketika aku berdo’a, kuminta titipan yang cocok dengan kebutuhan duniawi,
Aku ingin lebih banyak harta,
Aku ingin lebih banyak mobil,
Aku ingin lebih banyak rumah,
Aku ingin lebih banyak popularitas,

Dan kutolak sakit,
Kutolak kemiskinan,
Seolah semua derita adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih-Nya, harus berjalan seperti penyelesaian matematika dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku …
Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan Dia seolah “Mitra Dagang” ku dan bukan sebagai “Kekasih”!
Kuminta DIA membalas “perlakuan baikku” dan menolak keputusan-Nya yang tidak sesuai dengan keinginanku …

Duh Allah …

Padahal setiap hari kuucapkan,
“Hidup dan Matiku, Hanyalah untukMu ya Allah, ampuni aku, ya Allah …
Mulai hari ini, ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan dan menjadi bijaksana, mau menuruti kehendakmu saja ya Allah …
Sebab aku yakin Engkau akan memberikan anugerah dalam hidupku ..
Kehendakmu adalah yang terbaik bagiku …

Tinggalkan komentar

just a note

Tiga poin yang mau dicatat untuk nutup desember 2016 ini;

  1. Teknik boleh banyak. Tapi jika sikap menunda belum anda ganti dengan sikap disiplin maka semua teknik akan sia-sia. 
  2. Cara boleh segudang tapi kalau kualitas diri Anda masih merasa paling benar, maka bisa jadi Anda tetap akan pakai cara anda sendiri saja.
  3. Buku bacaan bisa menggunung, tapi jika Anda belum bisa menumbuhkan sikap berani mengambil risiko, maka mungkin pengetahuan tidak akan menjadi tindakan.

#copas

2 Komentar

sampah

Suatu hari saya naik taxi Bandara. Taxi melaju pada jalur yang benar, ketika tiba-tiba sebuah mobil jeep hitam nyelonong dari tempat parkir tepat di depan kami, supir taxi refleks menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil jeep hitam yang ngawur tersebut mengeluarkan kepalanya dan memaki-maki ke arah kami.

Supir taxi hanya tersenyum dan melambai pada orang tersebut. Saya heran dan aneh dengan sikap sopir taxi tersebut.
Saya pun bertanya, “Mengapa bapak tidak marah bahkan tersenyum? Bukankah orang itu hampir merusak mobil bapak dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit?”

Ia menjelaskan,

“Banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti kemarahan, kekecewaan, frustasi dan emosi negatif lainnya.
Seiring dengan semakin penuh bak sampahnya, mereka makin membutuhkan tempat untuk membuangnya dan tak jarang mereka membuangnya kepada anda.
Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, lalu lanjutkan hidup anda.
Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yg anda temui di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.”

Kita bisa belajar dari supir taxi bijak itu tentang “Hukum Buang Sampah”.
Intinya, orang yg sukses dan bahagia adalah orang yang tidak membiarkan “tong sampah” mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

****

Hidup itu 10% mengenai apa yang kita buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kita menyikapinya…

You choose to be Happy or Grumpy…

Hidup ini jangan diisi dengan penyesalan, maka cintailah orang yang memperlakukan kita dengan baik, berdoalah bagi yang memperlakukan kita tidak baik.

Hidup bukan tentang bagaimana menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.

Tak perlu menghakimi orang lain, berusahalah menjadi pribadi bijak dan mencoba belajar mengerti orang lain 😊

Sumber: postingan di wag pagi tadi…

want-to-be-happy-orlando-espinosa

source: https://orlandoespinosa.wordpress.com/2016/09/23/want-to-be-happy/want-to-be-happy-orlando-espinosa/#main

Tinggalkan komentar

tak ada kata terlambat

“Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara
Kau hadir dengan ketiadaan
Sederhana dalan ketidakmengertian
Gerakmu tiada pasti
Namun aku terus di sini
Mencintaimu
Entah kenapa”

aah…. 
belum tamat kata pengantar terbaca,
kecanduan itu langsung terasa
rindu akan olahan kata
yang terangkai dalam indahnya prosa

entah dilema atau keterbatasan upaya
yang terus menghalangi
serta membuat seribu satu alasan
untuk tetap terpana
diam dan terus berharap

masa lalu memang tak bisa diraih kembali
tapi tak akan ada hasil tanpa kerja
juga tak ada rasa tanpa karsa akan karya
di setiap masa yang terlalui

…..

seorang bijak berkata,
membaca untuk menulis,
mendengar untuk menyampaikan…
semoga bisa terlaksana

“Ajarkan aku,
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut
Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi”

_________________

Bukan suatu kebetulan….
“Inteligensi Embun Pagi” by Dee Lestari

1 Komentar

wisdom

Memang tidak mudah untuk mengukir senyum saat hati sedang menangis dan terluka, tapi akan terasa indah saat kita menyadari bahwa  ALLAH SWT, sedang memindahkan kebaikan orang yang telah menyakiti kita.. 🙂

Sesungguhnya pahala dari sebuah kesabaran ada di sisi NYA, dan hanya ALLAH-lah yang tahu… 🙂

Memang tak mudah tuk bangkit dari keterpurukan, tapi akan terasa indah saat kita menyadari bahwa  ALLAH SWT sedang menyapa kita dengan cinta NYA,  agar kita memiliki pribadi yang kuat, sabar, tegar dan mulia di sisi NYA 🙂

Sesungguhnya setiap ujian yang datang kepada kita dan kita mampu untuk melaluinya kelak akan meninggikan derajat kita di sisi NYA 🙂

Memang tidak mudah tuk memberi saat diri sendiri dalam kekurangan, tapi akan terasa indah jika kita bisa menyadari bahwa kita sedang diuji oleh  ALLAH, sebagai perantara untuk Menolong Hamba Lainnya.

Sebaik-baiknya hamba di sisi Allah adalah ia yang paling banyak memberikan nilai manfaat bagi orang lain.

Bahkan Rosulullah bersabda:

“ Tidaklah dikatakan beriman seorang hamba sampai ia menginginkan kebaikan bagi orang lain sebagaimana kebaikan bagi dirinya “

Memang tidak mudah untuk menghilangkan duka saat kita kehilangan sesuatu yang kita sayang dan cintai.. 🙂

Tapi akan terasa indah saat kita menyadari bahwa semua itu adalah milik NYA dan DIA telah Meminjam kan kepada Kita walau hanya beberapa saat … 🙂

Sesungguhnya  ALLAH akan mengabulkan doa dan menggantikan segalanya dengan yang lebih baik apabila kita Ikhlas, sabar dan ridho atas segala ketentuan-NYA

 

Subhanallah

Walhamdulillah Waala  ilaahailallah Allahu Akbar