sampah

Suatu hari saya naik taxi Bandara. Taxi melaju pada jalur yang benar, ketika tiba-tiba sebuah mobil jeep hitam nyelonong dari tempat parkir tepat di depan kami, supir taxi refleks menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil jeep hitam yang ngawur tersebut mengeluarkan kepalanya dan memaki-maki ke arah kami.

Supir taxi hanya tersenyum dan melambai pada orang tersebut. Saya heran dan aneh dengan sikap sopir taxi tersebut.
Saya pun bertanya, “Mengapa bapak tidak marah bahkan tersenyum? Bukankah orang itu hampir merusak mobil bapak dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit?”

Ia menjelaskan,

“Banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti kemarahan, kekecewaan, frustasi dan emosi negatif lainnya.
Seiring dengan semakin penuh bak sampahnya, mereka makin membutuhkan tempat untuk membuangnya dan tak jarang mereka membuangnya kepada anda.
Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, lalu lanjutkan hidup anda.
Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yg anda temui di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.”

Kita bisa belajar dari supir taxi bijak itu tentang “Hukum Buang Sampah”.
Intinya, orang yg sukses dan bahagia adalah orang yang tidak membiarkan “tong sampah” mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

****

Hidup itu 10% mengenai apa yang kita buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kita menyikapinya…

You choose to be Happy or Grumpy…

Hidup ini jangan diisi dengan penyesalan, maka cintailah orang yang memperlakukan kita dengan baik, berdoalah bagi yang memperlakukan kita tidak baik.

Hidup bukan tentang bagaimana menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.

Tak perlu menghakimi orang lain, berusahalah menjadi pribadi bijak dan mencoba belajar mengerti orang lain 😊

Sumber: postingan di wag pagi tadi…

want-to-be-happy-orlando-espinosa

source: https://orlandoespinosa.wordpress.com/2016/09/23/want-to-be-happy/want-to-be-happy-orlando-espinosa/#main

tak ada kata terlambat

“Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara
Kau hadir dengan ketiadaan
Sederhana dalan ketidakmengertian
Gerakmu tiada pasti
Namun aku terus di sini
Mencintaimu
Entah kenapa”

aah…. 
belum tamat kata pengantar terbaca,
kecanduan itu langsung terasa
rindu akan olahan kata
yang terangkai dalam indahnya prosa

entah dilema atau keterbatasan upaya
yang terus menghalangi
serta membuat seribu satu alasan
untuk tetap terpana
diam dan terus berharap

masa lalu memang tak bisa diraih kembali
tapi tak akan ada hasil tanpa kerja
juga tak ada rasa tanpa karsa akan karya
di setiap masa yang terlalui

…..

seorang bijak berkata,
membaca untuk menulis,
mendengar untuk menyampaikan…
semoga bisa terlaksana

“Ajarkan aku,
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut
Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi”

_________________

Bukan suatu kebetulan….
“Inteligensi Embun Pagi” by Dee Lestari

wisdom

Memang tidak mudah untuk mengukir senyum saat hati sedang menangis dan terluka, tapi akan terasa indah saat kita menyadari bahwa  ALLAH SWT, sedang memindahkan kebaikan orang yang telah menyakiti kita..🙂

Sesungguhnya pahala dari sebuah kesabaran ada di sisi NYA, dan hanya ALLAH-lah yang tahu…🙂

Memang tak mudah tuk bangkit dari keterpurukan, tapi akan terasa indah saat kita menyadari bahwa  ALLAH SWT sedang menyapa kita dengan cinta NYA,  agar kita memiliki pribadi yang kuat, sabar, tegar dan mulia di sisi NYA🙂

Sesungguhnya setiap ujian yang datang kepada kita dan kita mampu untuk melaluinya kelak akan meninggikan derajat kita di sisi NYA🙂

Memang tidak mudah tuk memberi saat diri sendiri dalam kekurangan, tapi akan terasa indah jika kita bisa menyadari bahwa kita sedang diuji oleh  ALLAH, sebagai perantara untuk Menolong Hamba Lainnya.

Sebaik-baiknya hamba di sisi Allah adalah ia yang paling banyak memberikan nilai manfaat bagi orang lain.

Bahkan Rosulullah bersabda:

“ Tidaklah dikatakan beriman seorang hamba sampai ia menginginkan kebaikan bagi orang lain sebagaimana kebaikan bagi dirinya “

Memang tidak mudah untuk menghilangkan duka saat kita kehilangan sesuatu yang kita sayang dan cintai..🙂

Tapi akan terasa indah saat kita menyadari bahwa semua itu adalah milik NYA dan DIA telah Meminjam kan kepada Kita walau hanya beberapa saat …🙂

Sesungguhnya  ALLAH akan mengabulkan doa dan menggantikan segalanya dengan yang lebih baik apabila kita Ikhlas, sabar dan ridho atas segala ketentuan-NYA

 

Subhanallah

Walhamdulillah Waala  ilaahailallah Allahu Akbar

Sebuah Nasehat

Inilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:

Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

Akan ada banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu.

Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang-barang itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu.
Yakinlah, dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dengan kepergianmu.

Ekonomi akan tetap berlangsung! 

Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yang akan dihisab dan diperhitungkan dari hartamu!

Kesedihan atasmu ada 3;

Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.

Kawan-kawanmu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa-tawa!
Di rumah ada kesedihan yang mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??

Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!

Demikianlah “Kisahmu telah berakhir di tengah-tengah manusia”. Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!

Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak. Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta. Kini hidup yang sesungguhnya telah dimulai.
Pertanyaannya adalah:

Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??

Hakikat ini memerlukan perenungan.

Usahakan dengan sungguh-sungguh;

Menjalankan kewajiban-kewajiban, hal-hal yang disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat malam…

Semoga saja engkau selamat.

Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat. “Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin.”
Sumber: @teladanrasululloh

Buku Kehidupan

Manusia itu seperti Sebuah “Buku”….

Cover depan adalah tanggal lahir.
Cover belakang adalah tanggal kematian.

Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yang kita lakukan.

Ada buku yg tebal,
ada buku yg tipis.

Ada buku yg menarik dibaca,
ada yg sama sekali tidak menarik.

Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di’edit’ lagi.

Tapi hebatnya,
seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang putih bersih, baru dan tiada cacat.

Sama dengan hidup kita, seburuk apapun hari kemarin,
Allah menyediakan hari yang baru untuk kita.

Kita diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yang benar dalam hidup kita setiap harinya.
Kita bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita ke depannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkanNYA.

Terima kasih Allah untuk hari yg baru ini..

Syukuri hari ini….
dan isilah halaman buku kehidupan kita dengan hal-hal yang baik semata.

Dan, selalu lah bertanya kepada Allah, tentang apa yang harus ditulis tiap harinya.
Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan kepadaNYA.

Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak-anak kita dan siapapun setelah kita nanti.

Selamat menulis di buku kehidupan.
Menulislah dengan tinta cinta dan penuh rasa kasih sayang, serta pena kebijaksanaan…
dengan tidak ada kesombongan dan keangkuhan….

 

berserah diri

Bongkar-bongkar arsip kadang suka menemukan sesuatu yang tidak disangka-sangka…
Kebeneran juga sekarang hari Jumat…
Sila disimak🙂

Kita tak dirancang untuk menyelesaikan masalah sendiri
Tapi setiap masalah, keinginan, dan yang ditakuti harus jadi jalan untuk mendekat kepada Yang Maha Tahu dan Maha Kuasa atas segalanya
Kita ini hamba, lemah bila tak dikuatkan-Nya
Bodoh kecuali diberi sepercik ilmu-Nya
Miskin kecuali dititipi sedikit dan sebentar oleh-Nya
Bingung kecuali ditunjuki-Nya

Maka jangan terlalu lama dan dalam bila berpikir, segeralah “bungkus” dan serahkan kepada Nya

Niscaya akan dibimbing suasana hati, ide dan gagasan, dituntun harus apa dan kemana.. semua pertolongan hanyalah milik-Nya

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah maka baginya jalan keluar dan didatangkan rizki/pertolongan dari arah yang tidak disangka sangka” ( ath thalaq 2) .

Penunggang Kuda yang Bodoh

Ada seorang Kaisar yang mengatakan kepada penunggang kudanya yang setia mengabdi, apabila ia pergi mengendarai kudanya dan menjangkau wilayah sebanyak yang ia mampu, maka sang Kaisar akan memberikan wilayah sebanyak yang ia jangkau.

Tentu saja, sang penunggang kuda dengan cepat melompat naik ke atas kudanya dan secepat mungkin pergi untuk menjangkau wilayah sebanyak mungkin. Dia terus memacu dan memacu, mencambuk kudanya untuk pergi secepat mungkin.

Ketika ia merasa lapar atau lelah, dia tidak berhenti karena dia ingin memperoleh wilayah sebanyak mungkin.

Pada akhirnya, ketika ia telah menjangkau wilayah yang cukup besar, ia kelelahan dan sekarat. Sang penunggang kuda lalu bertanya kepada dirinya sendiri, “Mengapa aku memaksa diriku begitu keras untuk menjangkau begitu banyak wilayah? Sekarang aku sekarat dan aku hanya memerlukan sebidang tanah yang sangat kecil untuk menguburkan diriku sendiri?”

Kisah di atas seperti perjalanan hidup kita. Tiap hari kita memaksa diri dengan keras untuk menghasilkan lebih banyak uang, kekuasan atau ketenaran.

Kita mengabaikan kesehatan, waktu bersama keluarga, sahabat, lingkungan sekitar dan hobi yang kita sukai.

Saat kita melihat ke belakang, kita akan menyadari bahwa sebenarnya kita tak membutuhkan uang, kekuasan atau ketenaran sebanyak itu, namun kita tak bisa mengembalikan waktu yang telah kita lewatkan.

Hidup ini bukan tentang menghasilkan uang, mendapatkan kekuasaan atau ketenaran. Hidup ini jelas bukan hanya tentang pekerjaan!!

Bekerja hanya diperlukan untuk membuat kita tetap bisa bertahan hidup, sehingga bisa menikmati keindahan dan kebahagiaan dari kehidupan.

Hidup adalah keseimbangan antara bekerja dan bermain, Keluarga, Sahabat dan Waktu pribadi….serta mengumpulkan bekal untuk akhirat.

(copas)