Golden Flower

Curse of the Golden Flower, film yang di-release tahun 2006 ini sebenarnya tidak sengaja ditonton. Waktu itu, Sabtu mendekati akhir tahun 2006, menghabiskan weekend sambil jalan-jalan di Senayan City dan terdampar di lantai 5, Cinema21. Tanpa tahu pasti akan menghadapi film seperti apa, dan… hey, it’s interesting! 

golden flower     

Tema film drama ber-setting kerajaan di Cina, yang dikemas dalam bentuk kolosal benar-benar menyuguhkan suatu pemandangan yang lain dari biasanya. Film yang diperankan oleh Chow Yun Fat ini sarat dengan filosofi kehidupan, dan tidak banyak menyajikan dialog-dialog di antara pemerannya. Penonton benar-benar dibiarkan untuk mencerna sendiri jalan cerita yang sebenarnya. Sangat menarik karena perlu konsentrasi, apalagi dengan dimainkan dalam bahasa Cina dan mencantumkan teks Indonesia plus teks bahasa Inggris di bawahnya, hmm…. jadi tidak sempat ngantuk rasanya. Film kolosal yang melibatkan ratusan bahkan mungkin ribuan pemain, didukung oleh kostum yang berwarna-warni dan musik khas Cina membuat penonton merasa seperti benar-benar berada dalam suasana kerajaan Cina jaman dulu. 

Ceritanya sendiri sebetulnya sederhana, drama perebutan kekuasaan antara raja, permaisuri dan ketiga anaknya. Namun pengemasannya yang betul-betul menarik, membuatnya menjadi film yang istimewa. Satu jam dan 54 menit rasanya seperti baru membaca sebuah buku tanpa mengerti isinya, dan baru pada menit-menit setelah itu muncul pemahaman mengenai hal-hal yang tidak tersurat dalam film tersebut. Filsafat Cina yang terkandung di dalamnya mengatakan bahwa semakin kita berkuasa, kita perlu lebih cerdik, demi mempertahankan kekuasaan. Terkadang nilai-nilai kekeluargaan menjadi bukan hal yang utama lagi demi mempertahankan kekuasaan, terlebih bila dalam keluarga telah timbul adanya ketidakpercayaan yang disebabkan oleh adanya agenda-agenda tertentu, adanya kepentingan-kepentingan tertentu demi menjatuhkan sang penguasa. 

Meskipun nonton sambil sesekali menutup mata J, terutama saat pertempuran yang seringkali diwarnai dengan percikan-percikan cat berwarna merah, film ini tetap menarik untuk ditonton. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s