Reaksi

Beberapa waktu yang lalu, Metro TV menyiarkan acara pemilihan kandidat Eagle Award, suatu ajang kreasi bagi para sineas muda untuk memproduksi film-film dokumenter. Sebenarnya ini hanya acara garis besarnya saja, bukan acara yang utuh seperti misalnya tayangan Miss Universe atau Piala Citra yang diputar utuh dan hanya sekali-sekali diselingi iklan. Durasinya juga cuma sebentar, minim sekali untuk bisa mencakup penampilan para peserta secara keseluruhan. Tapi isi acaranya menarik juga untuk disimak, bahkan untuk mengikuti alur presentasi, tanya jawab maupun proses diskusi dewan juri dalam menentukan pemenangnya.

Acara diakhiri dengan pengumuman 5 karya terbaik yang dipilih dari belasan karya yang diusulkan. Yang unik adalah cara pengumumannya yang membandingkan setiap 2 atau 3 film. Pada moment ini bisa dilihat berbagai macam reaksi peserta, antara yang kalah dan yang menang. Ada yang tertawa bahagia (itu biasa), ada yang diam kecewa (itu juga biasa), ada yang kaget, ada yang hanya komat-kamit mengucapkan “alhamdulillah”, dan banyak lagi. 

Dari seluruh reaksi peserta yang tidak berhasil, ada dua yang mengundang perhatian, yaitu yang langsung bereaksi pada rekan satu tim-nya dan mengatakan “tu kan…” seolah sudah yakin bahwa penampilannya kala itu memang tidak memuaskan (padahal hasilnya belum benar-benar diumumkan). Reaksinya benar-benar tidak enak dilihat, dan memang bukan itu yang disorot oleh kamera😀. Secara tidak sadar, mungkin kita (atau saya) pernah juga bereaksi seperti itu. Seakan menyalahkan diri sendiri bahwa penampilan pada presentasi yang dibawakan tidak maksimal. Sepertinya sibuk dengan mencari-cari alasan ketidakberhasilan, dan membuat lingkungan sekitar juga menjadi tidak nyaman.  

Reaksi yang satu lagi adalah yang diam, hanya tersenyum tulus dan langsung memberi salam selamat pada rekan lainnya yang berhasil. Hebat, begitu berbesar hati, dan rasanya itu adalah reaksi spontan yang memang tidak dibuat-buat. Hmm… ingin rasanya bisa sespontan itu. Kalah atau ketidakberhasilan memang bukan sesuatu yang menyenangkan, tapi bukan itu yang harus difokuskan. Berpikir bahwa ternyata ada yang lebih baik dari kita, serta keyakinan bahwa kita juga akan mampu berkarya seperti mereka tentunya akan membawa kita pada kualitas semangat yang positif dan dapat memancar pada lingkungan yang ada di sekitar kita.   

2 pemikiran pada “Reaksi

  1. tak sengaja saya baca tulisan anda..hahaha…saya adalah salah satu dari mereka yang tidak berhasil masuk 5 besar eagle award…kalau melihat lagi tayangan pitching forum rasanya malu…hehehe disamping masih ada kekecewaan..tapi pasti ada yang lebih baik ya..dan semua harus menerima posisi masing2 baik menang atau kalah..pada dasarnya semuanya adalah pemenang…Salam

  2. hehe… ga nyangka ada pesertanya yang berkunjung kesini juga ;P
    ‘Kekalahan adalah sukses tertunda’ (halah…)

    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s