antara kerja dan penghasilan

Lucu juga, dari suatu blog yang baru saja dibaca, banyak orang yang tergiur dengan penghasilan besar, meskipun harus rela kerja jauh dari tanah air, negara tercinta (yang entah mencintai kita juga atau tidak😛 ) Demi gaji besar, dan semua yang berbau materi, mau untuk bersusah-susah kerja di Timur Tengah sana, di perusahaan minyak ataupun telco yang konon katanya menjanjikan penghasilan yang jauh dari yang bisa didapat di Indonesia. Kadang berasa salah jurusan nih, hehehe…

Baca komentar-komentar di blog ini kadang agak capek, mungkin juga karena merasa terlalu jauh kalau berangan-angan bisa kerja di perusahaan minyak atau telco di Timur Tengah (lha kan background-nya bukan perminyakan atau telco😛 ) 

Trus baca lagi blognya mas Budi, ternyata ada juga lho orang-orang yang rela bekerja keras untuk sesuatu yang entah dapat menghasilkan uang atau tidak. Mereka lebih mengutamakan kepuasan, terutama kepuasan terhadap diri sendiri jika dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik dan tepat waktu. Mas Budi bilang, ini kumpulannya orang gila… mungkin bukan gila, tapi memang abnormal, tidak seperti orang-orang lain pada umumnya (soalnya populasinya mungkin juga tidak banyak). 

Baca blog ini, bisa senyum-senyum sendiri, mirip dengan yang pernah dialami. Tapi ga mau disebut orang gila…😀 

Ada kesimpulan sederhana nih kayaknya,

Saat kita merasa sukses (secara materi), baca-baca lagi blog yang pertama untuk mengingatkan kita bahwa penghasilan kita masih jauh dibandingkan mereka-mereka yang kerja di Timur Tengah sana. Jadi, ga usah sombong…

Saat kita merasa sudah kerja keras 7×24 jam seminggu, dan merasa tidak imbang dengan penghasilan sekarang, baca-baca lagi blog nya mas Budi, karena ada juga orang-orang yang kerjanya udah siang malem tapi ga dijamin bisa BEP atau engga, namun mereka tetap eksis, tetap kerja, tanpa mengutamakan materi. Jadi, jangan terus mengeluh, bersyukurlah dengan penghasilanmu yang sekarang😉 

14 pemikiran pada “antara kerja dan penghasilan

  1. assalamualaikum wr wb
    salam kenaL
    bekerja = menjemput rezeki
    banyak orang bekerja tapi tak tahu dimana pintu pintu rezeki dan bagaimana membuka pintu pintu rezeki

  2. betul itu……
    jadi bekerjalah tanpa mengharap materi…..???? laah terus untuk apa kerja ???
    *dah 4 tahun kerja belon kaya juga* *Dan 4 tahun juga belon bisa mensyukuri*
    kakakaka

  3. Ikut komen boleh ya, Mbak?
    Kalo ada orang yg kerja tanpa ngarepin materi, mungkin karena dia bekerja dengan passion, seperti yg Mbak tulis sebelumnya.
    Tapi aku kira, orang bisa ngelakuin kayak gitu, kalo kebutuhan primernya udah terpenuhi. Gimana dia bisa kerja tanpa ngarepin materi, kalo buat makan nanti aja dia nggak punya?🙂

  4. mungkin kurang tepat kalo membandingkan antara orang yg bekerja untuk cari makan dengan orang yg bekerja untuk mencari kepuasan batin … mungkin lebih tepat kalo ketika kita menerima gaji, kita “membandingkan” gaji kita dengan orang yg ber-gaji jauh lebih rendah dari kita … dengan cara tsb kita bisa belajar bersyukur karena kita masih bernasib lebih baik …🙂 … sesuai dengan paragraf ke-2 dari bawah pada artikel diatas …🙂

    *ini cuma pendapat pribadi aja*

    :::::::::
    btw, maksud “..mereka-mereka yang kerja di Timur Tengah sana.” itu TKW ya … aku juga bekas TKW kok, tapi bukan di timur tengah … ngga semua TKW berpenghasilan rendah kok🙂

  5. @ Hesti & regsa
    lucu lagi nih… ada yg ga kerja tapi bisa bersyukur, dan ada lagi yang udah kerja tapi belum bisa bersyukur
    hmm… bisa jadi topik tulisan baru niy 😉

    @Anis
    pendapatnya bener banget, saya juga setuju..🙂
    Tapi pada saat-saat tertentu (ga tiap kali siih), ada juga orang yang bekerja demi sesuatu yang bukan materi, kepuasan batin misalnya… (atau kepuasan batin tergolong kebutuhan primer juga ya?)
    bisa jadi panjang nih kalau mau bahas soal ini😛

    @Eva
    maksudnya… temen-temen saya yang kerja di perusahaan minyak dan telco yang ada di Timur Tengah, masih dalam konteks mendapatkan penghasilan besar dan kerja di LN (alinea 1)… hehe.. bukan TKW

  6. hehehe iya dong Tan, kalo udah gak kerja, trus gak bisa bersyukur pula, gimana mau nikmatin hídup? hidup ini sdh susah, jadi ya jgn dibikin tambah susah lagi🙂
    apa yang ada, suka atau gak suka, ya disyukuri saja… c’est la vie!

    btw, ijin blognya saya link ya? boleh?

  7. Salam kenal..
    Saya sangat salut buat mereka yang bekerja bukan demi penghasilan…
    Kalo saya sih penghasilan perlu dan kepuasan bathin juga jangan di abaikan.

    setuju…
    menyeimbangkannya yang perlu kebijaksanaan🙂

  8. Kemanapu kerja it’s ok aja lah, dengan syarat pekerjaan tersebut halal dan tidak bertentangan dengan hukum. Mengenai kebanyakan orang bekerja di luar negeri, hal itu juga wajar aja dengan harapan kerja di luar negeri dengan menjadi tenaga ahlinya (bukan pekerja kasarnya) secara gak langsung hal itu akan mengharumkan nama bangsa indonesia. Namun apabila yang terjadi sebaliknya, maka hal itu hendaknya apa boleh di kata, semoga SDM negeri terus kan mengalami peningkatan.

    __________________________________________
    Easy money easy job
    http://www.newinvestasi.com

    Penghasilan sangat menjajikan via kerja di internet.
    http://www.go-kerja.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s