tempat sampahnya dimana?

Kejadian yang paling sukses bikin saya kesal dan dongkol adalah kalau melihat ada orang yang buang sampah sembarangan.

Sebenarnya dulu saya juga punya kebiasaan (buruk) yang sama seperti mereka yang sering buang sampah sembarangan. Waktu itu saya selalu beralasan dengan mengatakan bahwa saya hanya sekedar ‘menitipkan’ benda-benda yang tidak terpakai itu (dpl. sampah) di tempat-tempat sembarangan. Tentunya sambil berharap nanti akan dibersihkan oleh petugas kebersihan. Mulai dari ‘nitip’ kertas bungkus siomay di samping jendela kelas, sampai dengan nitip kulit jeruk di depan etalase toko seputar Braga (waktu itu Braga merupakan daerah pertokoan elit di Bandung).

Saat mulai memasuki dunia kuliah, saya berkenalan dengan seorang teman yang berasal dari Bogor, menurut saya dia punya kebiasaan yang unik. Dia sering mengantongi sampah-sampah kertas yang tersisa setelah kita berdiskusi, bentuknya bisa mulai dari sobekan-sobekan kertas, sampai dengan lipatan-lipatan kertas serupa pesawat terbang. Memang pada waktu itu Bogor meraih piala Adipura, sebagai kota terbersih sekotamadya (kalau tidak salah). Dia mengatakan bahwa kebiasaannya mengumpulkan sampah dan membuangnya nanti pada tempat yang semestinya sudah merupakan kebiasaan yang dilakukan juga oleh teman-temannya di Bogor. Mulai dari situ, ada perasaan malu dan menyesal dengan kebiasaan-kebiasaan buruk selama itu. Peristiwa membuang kertas bungkus siomay dan kulit jeruk itu merupakan hal yang paling sulit dilupakan.

Sejak itu, saya mulai tertib untuk buang sampah pada tempatnya. Awalnya bukan hal yang mudah, karena kadang saya masih suka membuang dengan cara melempar sampah dengan sasaran tong sampah (tentunya). Tapi kalau meleset, dan tidak tepat masuk pada sasaran, ya cuek saja… (tujuannya kan sudah benar yaitu masuk tempat sampah, sayangnya meleset😉 )
Namun lama-lama sikap tertib teratur dalam hal buang sampah ini mulai jadi kebiasaan. Saya juga suka mengantongi kantong kresek yang selain berguna untuk membawa barang belanjaan, juga berguna untuk mengumpulkan sampah sebelum akhirnya dibuang di tempat yang semestinya.

Semakin lama, saya juga semakin susah untuk men-tolerir sikap orang lain yang suka buang sampah sembarangan ini. Kalau orangnya sudah saya kenal, tak jarang saya menegur mereka untuk tidak buang sampah sembarangan. Tapi kalau orang lain yang tidak saya kenal, saya jarang menegurnya. Biasanya saya hanya memperhatikan orang tsb dengan harapan dia menyadari kalau hal yang baru diperbuatnya itu tidak benar.

Kemarin pagi, saat akan berpapasan dengan sebuah mobil di dekat rumah, saya melihat bahwa pengemudi mobil tsb membuang kertas tissue dari jendela mobilnya. Secara otomatis saya langsung memelototi pengemudi mobil tsb dengan memasang tampang tidak senang dengan perbuatannya tadi. Namun si pengemudi tenang saja, seolah merasa bahwa tindakannya sah-sah saja.

!@#$%^&*&^%$#@!… rasanya dongkol sekali dengan kelakuan pengemudi mobil tersebut. Antara kesal dan sedih menghadapi kenyataan ini, kenyataan bahwa membuang sampah sembarangan dianggap sebagai hal yang biasa, dan sedih melihat perilaku orang Indonesia yang suka buang sampah sembarangan ini. Beli mobil sanggup, masa beli tempat sampah buat di mobil aja ga bisa???

Mungkin buat mereka, sampah kecil yang dibuang itu tidak bermakna apa-apa. Tapi kalau seluruh orang Indonesia, khususnya yang ada di kota-kota besar, melakukan hal yang sama, bisa dibayangkan berapa banyak sampah yang dibuang sembarangan dan menggunung di seluruh penjuru kota.

Secara keseluruhan, saya juga bukan termasuk orang yang apik, rapi, tertib, maupun teratur; tapi paling tidak saya berusaha untuk meletakkan benda-benda pada tempat yang semestinya, termasuk juga untuk buang sampah di tempatnya.

Terlalu muluk kalau mengatakan buang sampah sembarangan itu berpotensi menimbulkan banjir atau bisa jadi sumber sarang penyakit; tulisan ini sebenarnya hanya ingin mengajak… Yuk, kita buang sampah di tempat yang semestinya😀

9 pemikiran pada “tempat sampahnya dimana?

  1. Sepakat, saya sambut seruan buang sampah pada tempatnya.
    Alhamdulillah di Banjarbaru KALSEL, kawan-kawan saya disana kalau membuang sampah di kantongnya masing-masing dulu, jika tidak ada tempat sampah, baru dibang ke temapt semestinya.

    YAp. LAnjutkan perjuangmu.

  2. hi Pratanti, selamat atas kebiasaan barunya, saya juga senang setiap kali melihat dan mendengar orang yang mulai aware dengan permasalahan yang kelihatannya sepele tapi berpengaruh besar bagi keindahan bumi Indonesia kita ini. oke sekali lagi selamat, mari kita kampanyekan “kesadaran kecil ” yang berpengaruh sangat besar ini…

    regards,
    Wazeen

  3. @ Irsan,
    lebih dari 10 tahun lalu, saya pernah ke Banjarbaru, mungkin kotanya sudah lebih berkembang saat ini; dan senang juga dengernya kalau teman-teman disana sudah memiliki kesadaran akan pentingnya buang sampah pada tempatnya. Tetap semangat!!!

    @ caplang,
    saya juga punya keinginan yang sama, tapi masih lebih mikir repotnya benerin motor or mobil yang rusak setelah ditabrakin ke si pembuang sampah sembarangan itu😀

    @ wazeeen,
    hai… thx comment-nya, saya jadi terpikir bahwa kelihatannya banyak juga orang yang sudah menyadari pentingnya kebiasaan ini. Sebagian orang lainnya mungkin sudah biasa buang sampah pada tempatnya namun kurang aware akan dampaknya bagi kebersihan maupun keindahan. Kelompok inilah yang mudah terprovokasi oleh sebagian orang atau oknum-oknum yang memang punya kebiasaan jelek (buang sampah sembarangan) tersebut.
    So… yuk kita kampanyekan buang sampah di tempat yang semestinya ini😀

    @ Anis,
    bener banget…
    ibarat pepatah “alah bisa, karena biasa”, kalau kita sudah terbiasa, pasti sudah otomatis saja hal-hal yang baik jadi perilaku kita🙂

  4. mmmh senangnya bisa berbagi pengalaman buang sampah…mungkin hal sepele buat sebagian orang namun sangat mengganggu melihat sikap tidak bertanggung jawab dengan membuang sampah seenaknya hhhh😦

    dilingkungan kerja saya dikenal sbg ‘dinas kebersihan’ :p karena tidak sungkan menegur setiap orang yg saya lihat membuang sampah sembarangan …jadi positive nya mereka akan berpikir 2x untuk buang sampah sembarangan di hadapan saya walau pun hanya 1 lembar tissue sekalipun .
    saya tunjukan ke teman2 bahwa tas saya penuh dengan sampah kecil seperti karcis tol,parkir,kulit permen,struk belanja atau struk atm …karena setiap saya sulit menjangkau tempat sampah, saya memilih memasukan kembali ke dalam tas atau kantong baju untuk dibuang saat saya sudah menemukan pembuangan yang semestinya..

    tidak hanya berhenti di lingkungan kantor …di lingkungan rumah maupun ditiap perjalanan misal diangkutan umum atau stasiun tak lelah saya ingatkan mereka dengan kata2 manis & lembut berharap mereka bisa menerimanya >>> hhhhhhh tak mudah memang..tapi tidak perlu putus asa untuk mengajarkan setiap kebaikan 🙂

    saya berharap suatu saat mereka akan menyadari betapa berharga nya hidup ini bisa menikmati lingkungan bersih tanpa sampah berserakan tentunya dengan kesadaran yang timbul dari diri sendiri …
    Semogaaaa………

  5. seneng sekali ada juga yang punya perhatian yang sama soal sampah ini…
    yuk sama-sama kita tularkan kebiasaan baik ini demi Indonesia yang lebih baik juga😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s