Membaca atau bacaan?

Bukan hal yang aneh lagi kalau terdengar issue bahwa “banyak orang yang kurang suka membaca”. Blog Rendy baru-baru ini juga mengulas topik tersebut, bahkan disertai fakta bahwa 90% komplain di perusahaannya bersumber dari keengganan pelanggan-nya untuk membaca. Hmm… angka yang fantastis, meskipun ini mungkin bukan didasari dengan perhitungan statistik yang akurat, namun cukup menggambarkan bahwa persoalan-persoalan yang terjadi selama ini lebih banyak bersumber dari orang-orang yang kurang membaca buku petunjuk, kontrak, dll. Sebuah contoh pengalaman yang menarik juga ketika ada seorang pelanggan yang rela menghabiskan dananya untuk menelpon (interlokal) customer service dan meminta penjelasan secara lisan, dibandingkan membaca sendiri buku petunjuk yang sudah ada dimilikinya.

Membaca sebenarnya sudah menjadi kemampuan seseorang sejak kecil. Kita juga biasa melihat seorang anak yang baru mulai belajar membaca seringkali mengeja dan membaca setiap tulisan yang ditemuinya. Rasa ingin tahu seseorang mendorong untuk mengetahui dan memahami berbagai bacaan yang ditemui. Membaca akan semakin menarik kalau ada rasa ingin tahu terhadap bahan bacaan yang tersedia. Jenis, bentuk, dan ukuran huruf, serta warna maupun gambar-gambar yang ada juga memicu ketertarikan seseorang terhadap bahan bacaan tersebut.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang jadi malas membaca, salah satunya adalah karena bahan bacaannya yang kurang menarik. Tulisan yang terlalu kecil dan rapat-rapat, atau buku lusuh yang sudah tercerai berai pastinya tidak membangkitkan minat orang untuk membaca. Selain itu rasa ingin tahu yang makin berkurang juga membuat seseorang merasa bahwa ia telah mengetahui banyak hal. Buku seringkali dianggap terlalu teoretis, sehingga mereka lebih sering mengikuti perbincangan atau diskusi-diskusi yang ada, daripada menggali ilmu melalui bahan bacaan. Alasan lain yang sering kita dengar juga adalah tidak adanya waktu untuk membaca buku (is it?).

Dalam membaca tampaknya kita perlu melakukan sistem “skipping and scanning”. Kita perlu melatih diri untuk mampu membaca secara cepat dan mengambil inti sari dari bahan yang kita baca tersebut. Caranya? tentunya dengan rajin berlatih membaca😀 Kita bisa tahu hal-hal yang penting dan kurang penting kalau kita sering membaca. Memang benar, penting bagi seseorang belum tentu penting bagi orang yang lain, karenanya jangan khawatir kalau inti sari bahan bacaan yang kita buat berbeda dari inti sari yang dibuat orang lain untuk bacaan yang sama. Setiap orang pasti punya ketertarikan yang berbeda-beda (that is human being🙂 ).

Para blogger yang hobi blogwalking, pastinya punya kemampuan yang sama dalam hal membaca. Kalaupun ada yang lebih suka baca blog daripada baca buku, itu mungkin karena weblog lebih menarik daripada kumpulan kertas berlembar-lembar yang terkadang juga berat dan dirasa monoton. Bukan hal yang aneh kalau blog dengan layout “menarik” lebih mengundang kita untuk membaca. Demikian pula dengan bahan bacaan, baik itu textbook, manual book, novel, dll. Buku-buku dengan halaman depan (cover) menarik, bentuk dan ukuran huruf yang mudah dibaca, akan mengundang rasa ingin tahu seseorang. Kesan pertama terhadap buku-buku tersebut akan menentukan apakah seseorang akan meneruskan membaca untuk mengetahui isi buku tersebut atau tidak.

Kembali lagi pada contoh di atas, rasanya perlu ditelaah pula, apakah memang benar masalahnya terletak pada keenggan pelanggan untuk membaca, atau karena bahan bacaannya yang sulit dipahami oleh orang awam.

Jadi, apakah kita kurang suka membaca, atau kurang bisa memilih bahan bacaan?😛

4 pemikiran pada “Membaca atau bacaan?

  1. tergantung gimana bacaannya juga kan ? coba lihat, saya beberapa kali menjumpai beberapa blog yg berisikan berita/cerita Porno terdapat pada tulisan top di wp, padahal, bagi saya si mpunya blog itu tdk mempunyai kemampuan menulis yg baik.

    setuju, rapat dan kecilnya tulisanpun mempengaruhi.

  2. hemat saya, memang konstruk budaya kita masih sangat oral (oral history bukan written history), segala sesuatunya mesti dituturkan dari mulut ke mulut, bukan dari teks ke teks, padahal salah satu dari penunjang kemajuan peradaban barat salah satunya adalah dengan ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg, dan dari situlah ilmu pengetahuan diwariskan dari generasi ke generasi, ya membaca dan menulis memang salah satu yang cukup signifikan dari kemajuan suatu peradaban umat manusia, Ok?

  3. Teman saya sangat suka sama Harry Potter. Waktu saya tanya apa ia sudah membaca novelnya sampai ke yang terakhir ia jawab tidak. Ia hanya suka melihat filmnya saja. Novel yang sangat bagus, enak dibaca dan hampir merupakan bacaan wajib bagi anak kecil diluar seperti itupun ia tidak mau baca…

  4. Susah memang, Mbak, kalo untuk meningkatkan minat baca ini.
    Kalo terhadap adik-adik yang masih kecil-kecil sih enak, dikasi komik saja pada awalnya, terus diarahin. Lha, ini yang sudah pada dewasa? :?/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s