8 habits, baik atau buruk?

Beberapa waktu belakangan ini banyak postingan yang mengambil tema 8 kebiasaan yang dimiliki. Menarik, karena seseorang diharapkan untuk bisa terbuka mengenai diri sendiri, selain juga mendapatkan tema posting baru supaya bisa meng-update blog-nya😉

Dari berbagai artikel mengenai hal tersebut, ada yang benar-benar mengikuti prosedur yang sudah ditentukan, tentang 8 kebiasaan yang dimiliki, namun ada juga yang membuat daftar yang berisi lebih dari 8 point (hehe… tidak puas kayaknya kalau cuma menampilkan 8 point saja). Di antara tulisan-tulisan itu semua, ada yang lebih membahas tentang kebiasaan baik dan ada juga yang lebih membahas tentang kebiasaan buruk. Tentunya tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk di antara keduanya.

Bukan hal yang mudah sebenarnya bila kita harus membuat daftar tentang 8 kebiasaan yang kita miliki. Banyak hal dapat kita tuliskan disana, namun kita perlu memilihnya menjadi hanya 8 point saja, berarti kita perlu memilah-milah mana yang lebih menjadi kebiasaan kita selama ini. Jika hal ini dirasa sulit, coba tanya pada diri sendiri, seberapa jauh kita mengenal diri kita sendiri? Jangan-jangan kita lebih mengenal diri orang lain daripada diri kita sendiri …🙂

Fenomena kedua, dari sekian banyak kebiasaan yang kita miliki, mana yang lebih mudah diingat, yang baik atau yang buruk? Jika kebiasaan baik yang lebih dominan, itu bisa berarti bahwa kita cukup optimis, sementara kalau kebiasaan buruk yang lebih dominan, bisa berarti kita cukup sadar tentang hal-hal yang perlu dikembangkan.

Dengan men-”deklarasi”-kan 8 kebiasaan tersebut, secara tidak sadar kita memberi label bahwa kita adalah seorang yang demikian. Dari sebuah penelitian, disimpulkan bahwa seseorang akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan label yang sudah melekat pada dirinya, daripada mengubah label tersebut. Berarti juga bahwa jika kita mengenal diri kita sebagai seorang yang memiliki kebiasaan buruk, kita akan lebih mudah untuk tetap menjalani kebiasaan tersebut, daripada mengubahnya. Kita sudah memberi label demikian pada diri kita sendiri dan ada kecenderungan juga untuk mempertahankannya. Jika diantara 8 kebiasaan tersebut terdiri atas beberapa kebiasaan baik dan beberapa kebiasaan buruk, hal ini bisa berarti kita menyadari bahwa diantara kelebihan yang kita miliki (kebiasaan baik), ada juga hal-hal yang perlu kita ubah (kebiasaan buruk).

Kembali lagi pada pemahaman kita akan 8 kebiasaan yang kita miliki, mungkin kita perlu melihat kembali, apakah kebiasaan tersebut baik atau buruk. Jika sudah baik semuanya, berarti kita termasuk orang yang optimis, namun hati-hati karena over-optimistic juga bisa membuat seseorang menjadi kurang waspada terhadap kemungkinan buruk yang dapat terjadi. Sedangkan jika 8 kebiasaan tersebut hanya berisi kebiasaan buruk, mungkin sudah saatnya kita introspeksi lagi, sudah puas-kah kita dengan kebiasaan yang kita miliki? Dan kapan kita akan mengatasi hal yang buruk tersebut?

…..

Artikel yang berkaitan:
labeling

6 pemikiran pada “8 habits, baik atau buruk?

  1. Kebiasaan sayah:
    1. Nggak suka pengkategorian dan labelling.
    2. Nggak suka memasang kata sifat pada diri sendiri.
    3. Doyan baca blognya Nita
    4. Nggak suka ngitung sampai 8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s