Sudah bersihkah piring makan anda?

Jangan salah, ini bukan bagian iklan sabun pencuci piring, bukan juga berarti bersih tanpa noda, ini hanya sekedar judul posting yang maksudnya tak lebih dari “apakah anda sudah menghabiskan makanan yang ada di piring anda?” (rasanya terlalu panjang untuk dijadikan judul tulisan😛 ) 

Terinspirasi dari sebuah blog tentang lingkungan hidup disini, saya seperti mendapat pencerahan untuk membuat sebuah tulisan tentang pentingnya menghabiskan makanan setiap kali kita makan. Disitu dijelaskan bahwa setiap makanan yang kita makan itu menghabiskan begitu banyak usaha dan tentu saja energi, mulai saat bahan makanan kita ditanam, dipetik/dipanen, dibawa ke pasar, didistribusikan, sampai akhirnya dimasak dengan menggunakan bahan bakar. 

Mungkin tidak semua orang bisa membayangkan bahwa butir-butir nasi yang tersisa di piring pada saat kita makan, bila dikumpulkan bisa mencapai sebanyak setengah sendok makan. Kalaupun kita hanya makan nasi 2 kali sehari (siang dan malam), maka yang tersisa bisa sebanyak satu sendok makan, berarti dalam sebulan ada 30 sendok makan nasi (hmm…. identik juga dengan satu atau dua piring nasi) yang terbuang percuma begitu saja. Itu baru dari satu orang, kalau di rumah kita ada 3 orang (misalnya), wah wah wah… kalau dikumpulkan kan bisa untuk memberi makan beberapa orang tuh… 

Selain itu, bisa dibayangkan juga betapa sia-sianya energi yang dikeluarkan untuk menanam, memanen, dan memasak makanan tersebut. 

Hehehe… untuk memahami tambah-tambahan sisa nasi mungkin masih gampang ya? tapi kalau membayangkan membuang energi dengan percuma… kayaknya kok terlalu berat?  Yaa… memang perlu waktu untuk memahaminya *sok bijaksana sekalee* 

Ternyata ada lagi yang bisa kita pelajari dari kebiasaan menghabiskan makanan yang ada di piring kita, yaitu tanggung jawab. Hmm… sedikit berat nih pembahasannya😀 

Maksudnya begini, pada saat kita mengambil makanan, sebaiknya kita juga memperhatikan “daya tampung” kita. Ambillah makanan secukupnya, yang kita pikir akan mampu kita habiskan, jangan hanya lapar mata dan mengambil semua makanan enak namun akhirnya hanya tersisa di piring kita. Dengan demikian bisa dibilang juga bahwa kita bertanggung jawab terhadap makanan yang kita ambil tersebut.  

Terbiasa bertanggung jawab dengan makanan, dapat berpengaruh juga terhadap tindakan-tindakan kita yang lainnya. Contohnya, kita akan bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang harus kita kerjakan, lebih jauh lagi juga bertanggung jawab terhadap kewajiban kita sebagai warga negara, sebagai pekerja dan juga sebagai anggota keluarga😉 

Jadi, rasanya kita juga mampu menyelamatkan dunia dan menunjukkan kepedulian kita terhadap lingkungan dengan cara menghabiskan makanan yang kita makan, dan juga dengan membuang sampah pada tempatnya *teteup* 

Ini cuma hal-hal kecil, namun kalau kita lakukan secara terus menerus dan konsisten, mudah-mudahan bisa jadi kebiasaan bagus yang berdampak baik juga buat lingkungan, warisan berharga buat generasi penerus bangsa😀 

9 pemikiran pada “Sudah bersihkah piring makan anda?

  1. Bebersih piring bisa aja sebuah kualitas seseorang yang nyambung dengan kepekaan dan rasa tanggung jawab. Bisa juga tidak seperti itu.

    Seorang teman, kebetulan orang tuanya adalah pemilik sebuah merek kosmetik ternama di Indonesia. Setiap kali dia makan di meja makan, seorang “asisten” berdiri tidak jauh dari kursi tempatnya makan. Sang asisten itu tugas utamanya memastikan seluruh anggota keluarga yang sedang makan dapat merasa nyaman. Siapapun yang duduk di meja itu dan sedang makan, tidak perlu melakukan aktifitas apapun selain makan (menyuap nasi ke dalam mulut, mengunyah dan menelan)

    Saya tidak terlalu tahu apakah ada ketentuan untuk menghitung jumlah kunyahan dalam keluarga itu, tetapi yang jelas mereka bahkan tidak perlu menuang air ke dalam gelas. Setiap kali isi gelas berkurang, sang asisten dengan sigap dan elegan segera mengisi ulang gelas tersebut.

    Saya perhatikan, mereka juga tidak perlu pusing soal sisa makanan atau bahkan piring bekas mereka. Apa bila ada makanan yang tidak disuka atau mereka merasa sudah cukup kenyang, mereka hanya perlu membalikkan sendok dan garpu. Dan…, sang asisten segera mengangkat piring kotor tersebut, dengan sigap dan elegan.

    Saya agak tergelitik dengan cara seperti layanan hotel di dalam rumah tersebut, saya bertanya kepada kawan saya itu, pernahkah dia mencuci piring. Matanya mendelik, tentu saja, jawabnya. Waktu kecil mereka pernah “diajarkan”caranya cuci piring. Tapi itu dulu, lanjutnya. Sekarang ini ada banyak hal yang lebih penting dan produktif yang lebih penting dilakukan atau dipikirkan dari pada mencuci piring, lanjutnya dengan wajah serius.

    Saya tidak pernah lagi melanjutkan diskusi saya soal itu dengannya. Beberapa tahun kemudian saya berkesempatan datang ke rumahnya setelah ia menikah dan punya rumah sendiri. Tidak ada asisten yang berdiri di samping meja makan, pada saat kami makan. Tetapi seorang pembantu ke luar dari bagian belakang rumahnya sewaktu kami selesai makan untuk membereskan piring dan sisa makanan.

    Dan saya lupa waktu itu adakah sisa makanan dalam piring makan kami, kami terlalu fokus kepada problem yang sedang kami bahas.

    Salam

  2. @robez,
    kalau saya yang jadi “asisten” itu, saya pasti akan memilih tugas untuk mengawasi apakah setiap orang sudah menghabiskan makanannya atau belum😛
    Hal ini secara tidak saya sadari pernah saya lakukan. Saya pernah menegur seorang teman yang tidak menghabiskan makan siangnya dengan alasan sudah kenyang. Agak kesal juga karena saya melihat sendiri saat dia memesan makanan. Setelah ditegur akhirnya dia mau menghabiskan makanannya walau butuh waktu yg agak lama…
    Tapi kayaknya sampai sekarang dia agak segan makan siang bareng lagi😆 hehe.. paling tidak sekarang dia lebih hati-hati bila memesan makanan.
    Kayaknya saya cocok juga jadi polisi ya?😀

    @dodolipet,
    terima kasih kembali…😛

  3. Ya, ya, ya, menghabiskan sisa makanan di piring agaknya memang hal sepele, tapi itu memang harus dimulai. Terbayang jutaan rakyat di negeri ini yang masih harus hidup terlunta-lunta karena kemiskinan yang menjeratnya. Sementara, kita seenaknya sendiri menyisakan bulir2 nasi di piring kita, hehehehe:mrgreen: Wah, wah, ini postingan yang bagus, Mbak. Mengingatkan kita untuk menghilangkan sikap serakah dan juga selalu bersikap untuk selalu peduli lingkungan.
    OK, salam hangat.

  4. Postingan yang bagus. Jadi ngerasa nggak enak hati. Soalnya saya termasuk orang yang gampang laper tapi juga gampang kenyang.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s