Tips bersikap asertif

Posted on Updated on

shy.jpgAda banyak pengertian mengenai assertive, namun intinya adalah bagaimana kita bersikap jujur dan menunjukkan ekspresi yang sesuai dengan perasaan, opini, maupun kebutuhan yang kita miliki. 

Dari berbagai diskusi, banyak juga yang menyatakan bahwa melakukan komunikasi yang asertif itu ternyata tidak mudah (bukan berarti tidak bisa lho😉 ) 

Jadi ingat pengalaman jaman mahasiswa, saat pelajaran mengenai “assertive”. Pertanyaan saya waktu itu sama seperti yang ditanyakan oleh kebanyakan orang, yaitu bagaimana caranya supaya kita bisa jadi orang yang asertif? Sang dosen hanya tersenyum dan berkata, “kamu sebagai orang … (menyebut nama suku bangsa tertentu), bagaimana mungkin kamu tidak bisa asertif?” (dalam hati saya bilang, lha kok malah ditanya balik?… dan… ada apa dengan suku bangsa saya, apakah dengan demikian saya harus sama seperti orang lain?) 

Tanpa mendapat jawaban yang memuaskan, akhirnya saya berusaha sendiri untuk mencari jalan, dan berupaya untuk bisa asertif. Salah satu artikel yang saya sukai adalah Learning to be Assertive disini. Penjelasannya sederhana dan to the point, yaitu mulai dari mengembangkan sistem nilai yang asertif; mempelajari ketrampilan-ketrampilan untuk berkomunikasi yang asertif; menggunakan gaya komunikasi yang sesuai; dan yang terakhir adalah terus berlatih. 

Mengembangkan sistem nilai yang asertif – maksudnya memahami bahwa setiap orang (termasuk diri kita sendiri) dapat saja berbuat salah, dapat marah, dapat berkata “Tidak”, dan punya keinginan maupun perasaan sendiri. Kita bukanlah orang yang sempurna dan kita juga tidak harus selalu mengikuti pendapat orang lain, jika memang itu tidak sesuai dengan diri kita. Jadi, tidak perlu kecil hati kalau perasaan kita atau opini kita tidak sama dengan orang lain. 

Mempelajari ketrampilan-ketrampilan untuk berkomunikasi asertif –  Terbiasa mengatakan “Saya ingin…” atau “Saya merasa…” merupakan salah satu cara untuk menyampaikan pikiran, perasaan maupun opini kita terhadap sesuatu. Selain itu menunjukkan kepekaan terhadap situasi maupun perasaan orang lain, yang dilanjutkan dengan pendapat kita sendiri. Contohnya “Saya tahu Anda sibuk, namun kelompok kita sudah menyepakati bahwa tugas ini harus selesai hari ini, jadi saya harap Anda juga mau membantu untuk menyelesaikannya”.  

Ketrampilan lainnya adalah dengan menggunakan kalimat yang menunjukkan dampak suatu kejadian atau tindakan terhadap diri kita. Jelaskan hal apa yang telah terjadi, bagaimana dampaknya terhadap diri Anda, serta apa harapan Anda kemudian. Contohnya “Saya kecewa saat Anda datang terlambat, saya tidak dapat memulai rapat karena materinya ada pada Anda padahal semua undangan telah hadir. Lain kali Anda perlu datang lebih awal sehingga masih tersedia waktu untuk menyiapkan rapat sebelum dimulai.” Komunikasi seperti ini tentunya lebih baik dibandingkan jika kita hanya sekedar menyalahkan orang tersebut saja. 

talk.jpg

Menggunakan gaya komunikasi yang sesuai – maksudnya adalah menunjukkan sikap yang positif, seperti tetap mempertahankan kontak mata saat berbicara dengan orang lain, tidak membelakangi orang yang kita ajak bicara, volume dan nada suara yang sesuai, serta ketepatan antara ekspresi dan pernyataan yang kita sampaikan (misalnya mengatakan “Tidak” sambil menggeleng, bukan dengan mengangguk). 

Yang terakhir adalah terus berlatih untuk bersikap asertif. Latihan butuh waktu dan tentu saja kesabaran😛 Berlatih dulu dengan orang-orang terdekat kita, misalnya dengan teman atau keluarga. Sampaikan juga tujuan kita untuk bersikap asertif. Minta bantuan mereka untuk mau memberikan umpan balik tentang hal-hal yang telah kita lakukan, atau tentang gaya komunikasi yang kita gunakan. Mudah-mudahan dalam waktu berikutnya komunikasi yang kita lakukan bisa lebih jujur, terbuka dan dapat menunjang relasi yang kita bina dengan orang lain. 

Tidak mudah? Itu pasti, pengalaman saya juga mengatakan demikian, tapi pasti akan berbeda rasanya saat kita bisa menyampaikan sesuatu yang sesuai dengan perasaan dan opini kita, daripada hanya sekedar mengikuti keinginan orang lain😉 

Keep trying !!!  😀 

29 thoughts on “Tips bersikap asertif

    benbego said:
    Oktober 27, 2007 pukul 1:42 pm

    Ternyata disini banyak sekali artikel menarik. Aku masukkan ya dalam Titip link blogku. Salam Kenal!

    hoek said:
    Oktober 28, 2007 pukul 3:12 pm

    ah..jadi asertif itu lawan katanya rikuh fakewuh yah..hmm, artikel yang membantu sangadh!

    morishige said:
    Oktober 28, 2007 pukul 4:24 pm

    hmmm… memang perlu latihan untuk membiasakan diri bersikap asertif.
    *pramugari aja gak semua yang asertif.. kelihatan banget tuntutan pekerjaannya..😆
    tulisan yang menginspirasi, mbak..

    Emanuel Setio Dewo said:
    Oktober 28, 2007 pukul 6:21 pm

    Keren. Thanks untuk artikelnya.

    Salam.

    bakazero said:
    Oktober 30, 2007 pukul 10:51 am

    saya senang membaca tulisan ini,
    karyanya berbeda sekali dengan orang teknis seperti saya.

    (asertis ga yah? ayo belajar2…)

    salam.

    setiaji said:
    November 3, 2007 pukul 8:03 am

    Asli susah lakuinnya, mirip2 ngebuka kaleng sardencis gak pake kuncinya alias pake tangan…he he he

    pratanti responded:
    November 4, 2007 pukul 6:29 am

    thanks all…

    @ setiaji,
    namanya juga belajar,
    berrakit-rakit dahulu berenang-renang ke tepian,
    bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian😀

    Hyorinmaru (lagi males login) said:
    Januari 15, 2008 pukul 4:02 pm

    It’s not my style (n habit), definetely.
    But, worth to try…😉

    pratanti responded:
    Januari 16, 2008 pukul 6:41 pm

    Ya dicoba aja dulu, manfaat akan datang tanpa kita sadari:mrgreen:

    progoharbowo said:
    April 2, 2008 pukul 10:40 pm

    wah wah wah…
    ngak rugi saya blog walking malem ini…
    untung sudah ditautkan.
    terus sharing ilmunya ya mbak.
    sekarang blognya mbak pratanti pasti jadi menu harian saya.
    salam,

    pratanti responded:
    April 2, 2008 pukul 10:48 pm

    wah pak… pengen banget saya bisa sharing lebih banyak,
    tapi kok ya tiap abis nulis, rasanya pengetahuan saya tuh belum ada apa-apanya gitu lo…

    Ircham said:
    Juni 10, 2008 pukul 8:30 am

    salam kenal…

    menarik sekali bacaan tentang asertif di atas, dengan begitu saya jadi tidak merasa banyak bersalah karena memiliki sifat asertif,,,
    thanks

    Dharma said:
    Juni 12, 2008 pukul 12:04 am

    Thanx buad tips nya.. saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk bersifat asertif..

    […] paling nggak bisa bikin orang kecewa dengan keputusan gue. Setelah gue blogwalking dan menemukan link ini. Menurut pratanti setelah membaca link lain juga, cara untuk mengembangkan kemampuan asertif adalah […]

    Be Asertif « Pakbossbp’s Blog said:
    November 14, 2008 pukul 8:08 am

    […] Nopember 14, 2008 · Tidak ada Komentar Tips bersikap asertif […]

    mahd said:
    November 29, 2008 pukul 10:59 am

    sebenarnya bagus sih! tapi kalau boleh, kasih contoh-contoh asertivitas yang lain dong

    aarul said:
    Februari 6, 2009 pukul 5:45 pm

    Luar BiaSa…. saNgat menaRik…. terasa beban semua ini menjadi ringAn… thank….

    pratanti responded:
    Februari 7, 2009 pukul 2:14 pm

    @ Ircham, Dharma, mahd, aarul,
    thanks juga sama-sama…
    mudah-mudahan bisa bermanfaat:)

    ana said:
    April 17, 2009 pukul 8:55 am

    pengalaman kuliahnya kok hampir sama ya…jgn2 dosennya juga sama lagi hahaha… yang pasti saat kuliah tentang asertif dosennya ampe ngambek krn byk mahasiswa yg menanyakan bagaimana bersikap asertif.

    pratanti responded:
    April 17, 2009 pukul 2:59 pm

    lho… bukannya kita emang temen kuliah ya?
    hehe:mrgreen:

    ana said:
    April 18, 2009 pukul 4:59 pm

    wah…engak deh kyknya…soalnya dikelasku waktu kuliah dulu ceweknya cuma 3 org termasuk saya hehehehe

    pratanti responded:
    April 20, 2009 pukul 11:36 am

    wah, jadi primadona dong ya?:mrgreen:

    sundjavu said:
    September 1, 2009 pukul 1:04 pm

    waduh menarik sekali. bisa ga saya masukn blog ini dalam titipan libk blogku.. terimakasih.

    pratanti responded:
    September 3, 2009 pukul 10:10 am

    silakan saja, terima kasih juga:)

    sennie said:
    Februari 20, 2010 pukul 11:26 pm

    saya direkomendasikan untuk ikut kelas asertif dari 2 hasil psikotest loh… bisa kasih aku rujukan buat aku bisa dapet ilmu ttg asertif itu kah?

    pratanti responded:
    Februari 23, 2010 pukul 4:38 pm

    pada dasarnya ketrampilan asertif ini bisa datang dari diri sendiri. kalau kita menyadari bahwa kita kurang (belum cukup) asertif, kita bisa mulai bersikap untuk lebih asertif lagi… misalnya dengan cara lebih berani mengemukakan pikiran maupun perasaan-perasaan kita terhadap sesuatu. Kita mencoba belajar untuk menyatakan rasa suka atau tidak suka kita dengan cara yang tepat dan bisa diterima oleh orang lain.
    Memang awalnya tidak mudah, tapi kalau terus dicoba, mudah-mudahan hasilnya tidak mengecewakan.
    BTW, saya juga masih pada taraf belajar kok, dan sering juga dapat feedback dari orang lain ketika pendapat/pikiran yang saya kemukakan terlalu frontal atau malah membuat orang merasa tidak enak. Yaa… namanya juga belajar, umpan balik dari orang lain sangat perlu dipertimbangkan juga kan?
    OK, mudah-mudahan bisa membantu ya…😀

    Regina said:
    April 11, 2010 pukul 11:12 am

    Practice makes perfect!😀
    Nice article… Thanks for sharing :)

    pratanti responded:
    April 12, 2010 pukul 5:20 pm

    thanks Regina😀

    fishrish said:
    September 12, 2014 pukul 3:13 pm

    ada referensi buku mengenai asertif tidak?
    saya sangat butuh untuk bahan karya ilmiah saya, thanks:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s