terima kasih pak satpam…

Dari diskusi pada PB2007 yang lalu, ada beberapa teman yang berbagi pengalaman mengenai posting yang berisi keluhan atas mutu jasa layanan publik. Mulai dari soal jalanan rusak, galian berbagai macam kabel di jalan umum, jaringan komunikasi yang tak kunjung diperbaiki, dsb. Adanya posting di blog sering kali dapat menggugah instansi-instansi terkait untuk memperbaiki mutu layanan yang mereka berikan pada masyarakat😉

Kalau itu soal keluhan, saya jadi ingat bahwa dulu saya juga pernah ingin berbagi mengenai mutu layanan sebuah instansi. Bentuknya memang bukan berupa keluhan, namun apresiasi atas tindakan yang dilakukan oleh salah seorang staf mereka yang saya anggap melebihi dari hal-hal yang biasa diberikan.

Pengalaman ini sebenarnya sudah lama, lebih dari 2 tahun yang lalu, ketika akan mengambil uang di ATM Bank Niaga Semarang (dekat simpang lima). Hari Sabtu siang, saat sedang menunggu proses informasi saldo terkini di hadapan mesin ATM, tiba-tiba mati lampu, padahal tidak ada angin tdk ada hujan. Kejadian yang hanya sedetik itu mengakibatkan mesin ATM “blank” sejenak, dan nyala kembali dengan tampilan “selamat datang”. Ya, mesin itu berhasil menelan kartu ATM saya dengan sukses. Gleg!

Reaksi pertama, tentunya bingung, soalnya hari itu adalah hari Sabtu, sementara hari Minggu besok saya sudah harus meninggalkan Semarang. Lagipula sudah terbayang betapa malasnya mengurus kartu ATM yang hilang, belum lagi harus bolak-balik ke Bank, capek deh…😦

security.jpg

Saya langsung melaporkan kejadian tersebut pada Pak Satpam yang berada di depan, menceritakan kronologis kejadian yang saya alami. Setelah menelpon petugas terkait, Pak Satpam langsung mengemukakan solusinya, “maaf bu, petugasnya sudah dipanggil, sekitar 1 jam akan tiba disini. Kalau ibu mau pergi dulu, silakan, nanti 1 jam lagi kartunya bisa diambil disini”.

Benar saja, satu jam lebih sedikit, saya kembali lagi ke Bank tersebut, melihat petugas trouble shooting sedang bekerja mengambilkan kartu saya yang tadi tertelan mesin ATM.

Kemudahan yang saya terima saat itu terus berdampak pada image saya terhadap Bank Niaga. Saya merasa urusan saya jadi lebih mudah. Walaupun saya pernah juga kecewa dengan layanannya – seperti ter-debet 2 kali saat membayar kartu kredit, atau tiba-tiba rekening saya terdebet untuk nomor telpon yang sudah tidak saya pakai lagi – namun rasanya itu semua bisa terhapus dengan kemudahan-kemudahan yang saya dapatkan.

Saya melihat budaya kerja disitu sudah diterapkan bahkan pada level Satpam sekalipun. Sebuah budaya untuk memberikan layanan dengan tulus, tanpa mempedulikan apakah rekening saya hanya tinggal saldo minimal sekalipun😀

Terima kasih ya pak, saya kagum dengan kesigapan bapak saat itu. Semoga budaya kerja seperti ini bisa menjadi teladan bagi rekan-rekan yang lain. Juga semoga saya bisa mencontoh bapak, untuk sigap berbuat sesuatu yang dibutuhkan orang lain dengan tulus🙂

4 pemikiran pada “terima kasih pak satpam…

  1. alhamdulillaah, syukur ya kartu atm-nya bisa didapatkan kembali hari itu juga.
    entah ini ada korelasi langsung atau tidak, setahu saya gaji satpam di bank niaga memang tergolong tinggi. jadi sepertinya ini berimbas kepada kinerja mereka.

    memang benar kata seorang tokoh terkemuka di dunia. agar rakyat berbudi luhur, maka penuhilah kesejahteraan mereka terlebih dahulu. jd merenung, kapan ya kemiskinan di indonesia bisa terentaskan…

  2. @ metty,
    hai… mungkin kualitas layanan juga berkorelasi dengan gaji, namun saya lebih berharap tindakan-tindakan tersebut datang dari hati, sehingga setiap kegiatan tidak melulu harus dihargai dengan materi😀

    @ morishige,
    gak usah ngledek…😛

    @ hoek,
    semoga semua satpam juga murah senyum🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s