Reading Service

Sekedar membagi pengalaman masa lalu, ada sebuah kegiatan yang pada waktu SMA sering saya lakukan (bersama beberapa orang teman sekolah). Kegiatan ini tadinya merupakan bagian dari kegiatan sosial yang diselenggarakan OSIS, namun lama-lama jadi sesuatu yang mengasikkan dan kerap dilakukan tiap minggu.  

Kegiatan tersebut adalah membacakan buku kepada teman-teman tuna netra. Mulanya kami pergi ke Wyata Guna (Panti Rehabilitasi Tuna Netra) di jalan Padjadjaran-Bandung, disana kami mencari teman-teman yang ingin dibacakan bukunya. Jangan salah, mereka juga punya buku-buku “normal”, yang meskipun tidak bisa mereka baca sendiri, namun itu adalah bahan bacaan wajib mereka di sekolah😀

Kadang kami membacakan buku-buku pelajaran mereka, dan kemudian mereka menuliskannya dengan huruf Braille. Ketika sedang membacakan buku-buku pelajaran SMA, kami seperti mengulang kembali pelajaran yang pernah diterima, secara tidak langsung kami juga ikut belajar bersama mereka, terkadang juga sambil berdiskusi mengenai pelajaran tersebut. Membacakan buku untuk teman-teman tuna netra yang lebih kecil juga menarik. Selain membaca, kami juga harus menyampaikan konsep-konsep yang mudah dimengerti oleh mereka. Konsep bentuk atau ruang kadang lebih mudah dijelaskan, tapi konsep warna agak sulit menyampaikannya.  

Pengalaman-pengalaman itu sangat menyenangkan buat kami, yang merasa dapat berbagi bersama mereka. Saat itu hanya berbekal suara dan kemampuan membaca, kami berupaya untuk menyenangkan mereka juga.  

Saat ini reading service sudah tidak lagi saya lakukan. Sebagai gantinya saya mencoba untuk menjadi sukarelawan di Yayasan Mitra Netra, membantu salah satu program mereka yaitu membuat e-book dari buku-buku Indonesia. Sebenarnya akan lebih mudah bagi YMN untuk membuat e-book apabila mereka diberikan softcopy buku-buku yang bisa langsung diubah dalam bentuk e-book yang dapat diakses langsung oleh tuna netra. Namun tidak semua penerbit bersedia memberikan  softcopy buku-buku yang mereka terbitkan, sehingga butuh sukarelawan untuk re-type buku-buku cetak. Menurut YMN, mereka juga telah memiliki semacam ijin untuk menuliskan kembali buku-buku (cetak), asalkan tidak digunakan untuk kepentingan bisnis (selengkapnya bisa dilihat disini). 

Berbagi untuk sesama ternyata sangat menyenangkan, namun tetap perlu kesungguhan😉 

6 pemikiran pada “Reading Service

  1. WOGH!!! asek sangadh itu!!! sayang waktu saia SMA dolo ndak ada yang begidu idu…
    fadahal maniak buku kek saia fengen juga isa berbagi, jadi ndak cuma ndekem dikamar buad mbaca buku doank…..
    salute!!!

  2. Salam,
    Pengalamana masa lalu yang tentunya penuh arti dan sangat berkesan. Kegiatannya cantik sekali. Semoga sekarang ini semakin banyak yang bersedia untuk berbagi bagi sesama. Semoga..
    Salam,

  3. @ hoek,
    ndak perlu balik ke masa SMA untuk bisa berbagi dengan sesama😀

    @ n2thejack,
    betul… tapi jangan terlena dengan masa lalu, karena itu sudah mati. Hadapi masa kini, teruskan pengalaman yang baik dan lupakan pengalaman yang buruk😛

    @ rumahkayubekas,
    semoga saja pengalaman saya bisa menginspirasi teman-teman lain untuk juga mau berbagi lebih banyak dari yang pernah saya lakukan, amiin…

  4. Volunteering is a noble effort, doing good to others. May this actions done by highly talented people like you are contagious and followed by others soon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s