bubble wrap sebagai pereda stress

Masih ingat plastik pembungkus yang bertekstur, berisi gelembung-gelembung udara, dan biasanya dipakai sebagai pembungkus barang pecah belah atau barang-barang elektronik kecil? Itulah bubble wrap. 

bubblewrap.jpg

Tadinya saya pikir, tidak banyak orang yang senang memecahkan gelembung-gelembung plastik itu, namun ternyata keisengan ini telah menjadi kebiasaan bagi sebagian besar orang yang pernah berkenalan dengan bubble wrap. Bahkan seorang teman pernah bercerita bahwa dia seringkali membawa pulang bubble wrap dan memecahkannya bersama dengan anak-anaknya di rumah. Hmm… like daughter like mother😉

Selain untuk iseng, ternyata bubble wrap juga merupakan media pereda stress😀 Ketegangan yang dirasakan bisa agak berkurang dengan memecahkan gelembung-gelembung plastik tersebut. Fokus pikiran teralihkan dengan kesibukan ini. 

Bubble wrap memang bukan sebuah solusi, namun dengan mengalihkan fokus pikiran, kita bisa melihat suatu persoalan dari sisi yang lain. Paling tidak, kita tidak hanya memikirkan persoalan rumit yang rasanya seperti tidak bisa terselesaikan. 

Saat ini bubble wrap tersedia juga di dunia virtual. Bukan untuk membungkus barang pecah belah atau pembungkus barang elektronik kecil, namun bisa dipecahkan saat iseng atau untuk meredakan stress. Lumayan kan, tidak ada sampah yang ditinggalkan😀 namun bunyi letup-letup nya tetap sama dengan bubble wrap yang sebenarnya (dengan catatan: komputernya dilengkapi speaker). 

Tertarik? 

Situsnya ada disini, dan kalau mau langsung main, bisa langsung klik disini😀 

Thanks to West atas idenya menambahkan aplikasi ini di FB.

10 pemikiran pada “bubble wrap sebagai pereda stress

  1. Ada cara lain untuk ngilangin stress yaitu: makan kuaci. Dijamin stress sebelumnya hilang, diganti stress ngupas kuaci itu.. hehehe.. Btw, ada nggak aplikasi ngupas kuaci virtual?

  2. @ oliveoile,
    emang sih, mecahin bubble wrap asli itu lebih asik, asal jangan lupa setelah selesai, plastiknya dibuang pada tempatnya ya…😀

    @ Anis,
    hehe… kupas kuaci itu 50% ngilangin stress, 50%nya lagi bikin bibir dower.
    lama-lama, stressnya ilang, bibirnya makin ndower😆

  3. hehehe….jd inget jaman dulu. kalo ada “plastik meledak”, begini dulu saya menyebutnya, pasti rebutan mo mencet. enak sih..cletokk…cletok…cletok…

  4. Mba, boleh tau kalo mau beli “plastik meledak” ini dimana ?
    udah ngubek2x gudang kaga nemu, udah pada dibuangin kali ……

  5. Hehehe bilangin sama orang gudang, kalo bebersih “plastik meledaknya” minta disisa-in😆
    BTW, biasanya di toko buku or tempat yg jual aneka rupa pembungkus ada tuh bubble wrap…😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s