mengamati pengamatnya pengamat

*Ketika seseorang berkomentar tentang seorang pengamat, berarti secara tidak langsung ia juga berperan sebagai seorang pengamat. Hal ini sebenarnya yang ingin saya bahas dari judul posting yang sedikit agak bingungin ini😛 *

magnifying-glass.jpgDari sebuah isu yang santer dibicarakan minggu lalu, ada sebuah tulisan ringkas yang berisi pendapat dari seorang pengamat. Sebagai orang yang awam mengenai masalah yang dibahas, tentunya saya hanya membaca tulisan tersebut sebagaimana layaknya sebuah pernyataan mengenai isu-isu yang terjadi di masyarakat. Sebuah pernyataan yang paling tidak bisa menambah informasi tentang isu tersebut.  

Pada akhir tulisan itu, terdapat juga kolom komentar pembaca yang sudah banyak terisi. Komentar-komentar yang pro dan kontra tentang sang pengamat; mulai dari yang hanya mencaci-maki mengkritik dan tidak senang dengan komentar sang pengamat; sampai dengan yang mencoba melihat sisi positif dari isu yang dibahas.  

Apa yang menarik dari fenomena ini? 

  1. tidak ada sedikitpun apresiasi terhadap pendapat sang pengamat. (sedemikian jeleknya kah pendapat sang pengamat? apakah pendapatnya 100% salah? dan apakah benar komentarnya seperti itu, atau itu hanya sepotong komentar yang dicuplik si penulis demi membuat suatu tulisan yang kontroversial menarik?)
  2. sedikit sekali komentar yang berisi ungkapan untuk melihat akar masalah dari isu yang terjadi; dan tidak ada juga yang betul-betul memberikan sebuah alternatif solusi (padahal kalau mau brainstorming -mencoba mengkontribusikan ide di kolom komentar- kan tidak ada salahnya?)
  3. sama sekali tidak ada komentar terhadap si reporter, atau si penulis yang menuangkan pendapat sang pengamat dalam bentuk tulisan tersebut. (bukankah akan lebih baik jika ada penilaian terhadap si penulis agar di waktu yang akan datang ia dapat membuat tulisan yang lebih baik, misalnya dengan tidak hanya mencari sumber dari satu orang pengamat saja, dsb) 

😀 hehe… ini hanya sekedar observasi terhadap orang-orang yang mengomentari sang pengamat… dan itu mungkin juga saya, Anda, ataupun mereka semua. 

Rasanya, kita perlu lebih “pintar” untuk berkomentar, agar ada sesuatu yang bermanfaat bagi kita maupun bagi orang lain. Setuju? CMIIW😉

The picture is taken from here.

5 pemikiran pada “mengamati pengamatnya pengamat

  1. Isunya apa ya ?

    Ketika manusia mengamati alam semesta ini [termasuk dirinya sendiri], pada dasarnya dia menjadi subyek pengamat sekaligus obyek yang diamati. Itu mungkin dualitas manusia dalam soal mengamati ini.🙂

    *malah bikin bingung*

  2. Isunya tentang masalah transportasi, lebih khusus lagi tentang penyemprotan air berwarna pada penumpang kereta api (KRL) yang berada di atas atap kereta. Kelihatannya, isunya memang lebih menarik daripada membahas komentar pengamat transportasi atau komentar terhadap komentar pengamat *halah* karenanya isu itu tidak saya ungkap secara khusus disini🙂
    tapi, justru itu yang lebih menarik minat saya dalam membuat posting di atas.

  3. Rasanya sekarang di Indonesia banyak orang berubah menjadi pengamat, bahkan sangat mudah berkomentar untuk hal-hal yang dia sendiri tak terlalu memahami.
    Kadang membuat saya “agak malas” menonton TV karena kadang menjadi bukan menambah pengetahuan, tapi kok kayaknya jadi ajang perdebatan yang tak terlalu bagus. Atau karena saking banyaknya stasiun televisi? Yang penting, kita harus pandai memilih acara televisi, agar tak terjebak dalam alur perdebatan yang kurang berguna.

    Kadang saya sebal juga, kalau suami mendengarkan acara, dan ngomel-ngomel hanya karena perdebatan ga mutu tadi….hahaha, jadi saya bilang, matikan saja TV nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s