Haruskah menjadi diri sendiri?

Banyak orang yang mengatakan dan menganjurkan untuk “menjadi diri sendiri”; banyak juga yang mempunyai prinsip untuk menjadi diri sendiri, contohnya seperti posting ini. Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan ‘menjadi diri sendiri’ itu? Apakah saat ini kita belum menjadi diri sendiri? Kalau belum, memangnya siapa kita sekarang ini? :D 

Ungkapan-ungkapan yang menganjurkan untuk “menjadi diri sendiri” tampaknya lebih ditujukan agar kita jangan terlalu memaksakan diri untuk sama seperti orang lain. Setiap orang adalah unik, tidak ada dua individu yang sama, karenanya kita tidak perlu berkecil hati apabila kita tidak seberuntung orang lain (misalnya). 

Menurut saya, saat ini kita tentunya sudah menjadi diri sendiri. Bisa saja tindakan-tindakan yang kita lakukan terpengaruh dari orang-orang tertentu, namun perilaku kita akan mencerminkan siapa diri kita yang sebenarnya. Sepintar-pintarnya kita menirukan orang lain, atau sedemikian kuatnya pengaruh orang lain terhadap diri kita, tindakan yang kita lakukan adalah murni dari kita sendiri, dengan kata lain – itulah diri kita sendiri.  

Postingan ini sebenarnya terinspirasi dari artikel berjudulnya “Jangan Jadi Diri Sendiri”, disini. Disitu dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan menjadi diri sendiri adalah menerima keadaan/kondisi kita saat ini. Kita tidak bisa diam, hanya dengan menerima kondisi yang sudah ada saja, tapi kita perlu berubah, dan dalam pengertian di artikel tsb berarti kita jangan menjadi diri sendiri. 

Penting bagi kita untuk mempunyai idola, yang akan kita jadikan panutan. Kita akan meniru hal-hal yang telah dilakukan oleh idola kita. Namun jangan samakan “meniru” dengan “mencuri” atau “merampok”. Disini tampaknya perlu kebijaksanaan dalam memilah-milah, hal-hal mana yang baik, yang cocok untuk kita lakukan dalam situasi dan kondisi yang kita hadapi, itulah yang akan ditiru. Tidak semua yang dilakukan oleh idola kita itu baik atau sesuai dengan diri kita. Sementara “mencuri” atau “merampok” adalah benar-benar menjiplak hal-hal yang dilakukan sang idola tanpa mempertimbangkan baik-buruknya. 

Satu hal lagi yang saya sukai dari artikel ini ini adalah, bahwa kita sebaiknya juga belajar dari pengalaman orang lain. Dengan belajar dari pengalaman orang lain, setidaknya kita bisa menghemat waktu, kita tidak perlu mengalami hal-hal (buruk) yang sama seperti yang telah dialami oleh orang lain. *baru terasa kan, pentingnya belajar sejarah atau baca buku biografi :P * 

Kembali lagi ke pertanyaan di atas, “Haruskah kita menjadi diri sendiri?” – Jika hal itu berarti kita bukan menjadi orang lain, maka jawabannya adalah “Ya, kita harus jadi diri sendiri, karena kita bukan orang lain”. Namun jika hal itu berarti kita tetap menjadi diri kita seperti saat ini, maka jawabannya adalah “Tidak, kita perlu berubah dan tidak hanya jadi diri sendiri seperti saat ini”. 

CMIIW :lol:

About these ads

36 Komentar

  1. Pertamax!!!
    kita untung bangsa untung!

    sory ngejunk :D
    thanx udah dimasukin linknya.

  2. Kalo kaitannya dengan perbaikan diri, apa itu sifat, tingkah laku, pengetahuan, etc.
    Ini nih baru pake prinsip “don’t be your self” CMIIW. COz kita memang harus berubah ke arah perbaikan yang lebih baik.
    Btw, saya juga punya idola. Saya banyak belajar dari pengalaman hidupnya dan suka meniru akhlak baiknya :-)

  3. kita sebaiknya juga belajar dari pengalaman orang lain
    klo kita mau sukses ya kita harus belajar dari orang sukses
    Succes in my right ;)

  4. Anda memiliki kekhasan, kenapa harus sama dengan orang lain.
    Justru “be your self” yang membedakanmu dengan orang lain…
    semngat

  5. @ hielmy,
    terima kasih kembali :)

    @ oliveoile,
    always better…

    @ hanggadamai,
    you are right :)

    @ aRuL,
    setuju…

  6. Salam Mba’,
    Ee…Jadi?
    …Sambil tetap menjadi diri- sendiri ?
    Ya juga berusaha meningkatkan -diri?
    Ah jangan- jangan saya masih telmi,

  7. bukan soal jadi orang lain atau diri sendiri,
    yang penting harus bisa mandiri,
    dan juga perlu disadari,
    agar menjadi lebih baik dari hari ke hari.

    salam-i *pengen aja pakai akhiran i* :lol:

  8. Ungkapan menjadi diri sendiri kadang-kadang absurd dan ambigu sekaligus ya Mpok? Tapi kalo diberikan definisi seperti kata mpok di penutup postingan, ane sepakat. :)

  9. iye, ungkapan itu memang tidak bisa diartikan sepihak, makanya musti pinter-pinter menyikapinya :D

  10. kebetulan temanya sama yah kopipaste aja heheheh :D

  11. Menurut saya, manusia memang individu yang unik, dan manusia juga pembelajar, jadi tingkah laku kita juga dipengaruhi oleh lingkungan.
    Oleh karena itu, mau tak manusia juga akan berubah menyesuaikan diri dengan lingkungannya, dan tentunya diharapkan perubahan tadi ke arah positif. Jika tak mau berubah, maka mau tak mau kita akan diubah oleh keadaan, dari ada menjadi tidak ada.

    Dalam hal ini ungkapan be yourself tak berarti kita tak boleh meniru…meniru disini adalah mencoba memperbaiki diri untuk ke arah lebih baik, misalnya menjadi orang yang makin bijak….

  12. salam kenal mbak tanti (betul nggak panggilannya ? maaf kalau salah)
    saya senang dengan tulisan mbak…. menyejukkan….
    saya ijin blognya dimasukkan blogroll saya.
    salam,

  13. bener banget mbak , aku setuju banget . karena pernah nulis itu
    o iya saya mau mengundang untuk baca tulisan ini
    makasih
    http://realylife.wordpress.com/2008/02/13/senyumku/
    dan ini
    http://realylife.wordpress.com/2008/01/25/inner-handsome/

  14. @ edratna,
    iya bu, mudah-mudahan kita semua bisa menjadi semakin bijak :)

    @ progoharbowo,
    menyejukkan ya pak? mm… apa sejuknya bukan karena kesemprot AC waktu baca posting saya?
    *takut keburu GR duluan :lol: *

    btw, silakan di-link, dengan senang hati :D

    @ realylife,
    OK, nanti saya berkunjung kesana ya…

  15. setuju, mbak. kalo bisa memiliki kepribadian mandiri tentu gak perlu pura-pura lagi. punya opini atas dasar pemahaman sendiri, duit sendiri, mobil sendiri, rumah sendiri… menghadap Tuhan juga katanya kan sendiri-sendiri… *laah kok jadi begini?* :mrgreen:

  16. Ya ya, harus. Kita kan tidak akan pernah jadi orang lain. Itu sebagai individu. Sebagai makhluk sosial, ya menjadi bagian masyarakat dengan dengan segala konsekuensinya. Dan … the life is change, change in progress.

  17. hidup itu perlu pedoman dan tujuan. Saya akan tetap menjadi diri sendiri. karena saya punya pikiran tersendiri dan punya nilai batasan tersendiri serta tujua hidup tersendiri. Manusia itu semakin hari semakin berkembang asal mau belajar dan memetik makna kehidupan, baik dari diri sendiri ataupun orang lain, dimanapun dan kapanpun.

    salam kenal :)

  18. @ sitijenang, :mrgreen:

    @ Ersis W. Abbas, :) yang pasti adalah perubahan; perubahan ke arah yang lebih baik tentunya…

    @ Febra,
    ungkapan yang indah… “memetik makna kehidupan”…
    perlu kebijaksanaan pula dalam memaknai kehidupan, karena dalam kondisi kecewa atau penuh ketidakpuasan kita bisa salah dalam memaknai kehidupan ini ;)

    salam kenal juga… :)

  19. yaps betul sekali sis..makanya saya gak pernah mau lama-lama larut dalam kekecewaan..tetaplah tersenyum dan yakinlah cobaan itu bisa kita lewati..semoga :)

  20. Hehehe… saya pernah iseng-iseng menanyakan pada orang-orang terdekat saya, pertanyaannya sederhana :

    Jika anda diijinkan untuk terlahir kembali menjadi diri anda sendiri, tetapi bisa memilih hal-hal yang anda inginkan dari diri anda, coba sebutkan 10 hal yang ingin anda buang dari diri anda dan 10 hal yang ingin anda pertahankan dari diri anda ?

    Dan ternyata dari beberapa orang responden yang saya tanyai, lebih banyak bagian yang ingin dibuang daripada yang ingin dipertahankan. :)

    Saya kok jadi bertanya-tanya, Diri Sendiri itu adalah seperti apa ? Apakah yang saya inginkan dan saya sukai dari diri saya, atau juga yang tidak saya sukai dari diri sendiri ? Karena menjadi diri sendiri itu bukan hanya soal saya bahagia dengan diri saya seperti ini, tapi saya juga bahagia dengan segala hal yang menjadi kekurangan saya/tidak saya sukai dari diri sendiri.

    *lho, kok jadi mbulet gini*
    *sorry mbak jadi panjang* :)

  21. themesnya bagus, apa themesnya juga mencerminkan diri sendiri? :D *gak fokus*

  22. “And to be yourself is all that you can do Hey…”
    “To be yourself is all that you can do…”

    *lagi dengerin lagu audioslave pas lagi baca thread ini

  23. Manusia adalah makhluk yang sempurna dari sang Pencipta
    Sayangnya, banyak yang tidak menyadari ‘kan hakekatnya hidup di dunia
    Mba Pratanti, maaf bukan promosi .. tapi boleh kalau mba baca buku Quantum Ikhlas, Erbe Sentanu. Penerbit Elexmedia. Dari situ saya baru menyadari mengapa harus menjadi diri sendiri

  24. setuju!
    tapi menurut saya, yang paling baik adalah: menjadi diri sendiri dan menjadi berkat juga buat orang lain.
    maksudnya: menjadi diri sendiri tanpa mengganggu atau menyinggung orang lain.
    misalnya: saya ini cenderung cuek. mau gimana lagi, memang seperti itulah saya. tapi apa itu baik bagi orang di sekitar saya?

    ehhh, saya kok malah ngelantur yah… :))

  25. terkadang kita harus punya topeng menjadi orang lain untuk sesaat…

    saya pernah membaca sebuah kisah perjuangan seorang ayah yang terjun dalam dunia kiminal, diluar rumah dia menjadi orang jahat nan-brutal, tapi dia punya topeng seorang ayah yang bijak didalam keluarganya, dihadapan anak dan istrinya untuk tidak meracuni dan menghancurkan harapan anak dan istrinya…

    juga terkadang saya harus menjadi orang lain di organisasi, apalagi pas deadline dan project, diri-saya yang semrawut dan panikan harus disembunyikan dengan rapih agar kerja team bisa lebih baik lagi…

    mungkin awalnya berpura-pura menjadi orang lain yang lebih baik (yang menurut mbak pratanti seorang idola) kemudian berusaha untuk menjadi dirinya (hanya sifat baik tentu) :-)

  26. Bagaimana mungkin menjadi Diri Sendiri… kalau kita tidak tahu siapa “DIRI” kita ? :)

  27. Mafia

    sesuai artikel yang pernah saya baca dari seorang psikologis/motivator. menjelaskan dalam proses untuk menemukan diri sendiri, seseorang akan melewati jalan untuk menjadi orang lain yang dianggapnya lebih mapan” dan mungkin dari berbagai proses yang berkelanjutan seseorang akan mengenal siapa, dan bagaimanakah yang tepat untuk pribadinya”!!,

  28. tulisan yang menarik. Kalau menurut saya jadilah diri sendiri untuk hal yang positif. kita boleh mencontoh idola, tapi ambil yang baiknya aja trus disesuain dengan kemampuan kita. Jangan dipaksain jadi orang lain.

  29. setuju….. karena kita tidak akan pernah bisa menjadi orang lain :D

  30. TIMUR AJAH

    APA YANG ADA PADA DIRI KITA,ADALAH “ISTEMEWA”,,

  31. setuju :)

  32. dii

    wow.. seru deh nih tulisaannya, hehehe.. komen2nya juga ga kalah serunya ya.hehe..

    huumm.. kalo menurut aku, setiap manusia pasti berubah kan ya dan, sebagai makhluk yang aktif, kitalah yang memegang kontrol mau kemana perubahan tersebut..
    tapi memang yah, kalo dikritisi lagi, sebenernya “diri sendiri” itu mencakup apa aja ya, hehe. menurut psikologi sosial, banyak pendekatan yang membahas tentang SELF, salah satunya apa yang kita rasa, pikir, dan perbuat. menurutku itu dah mencakup semua ya kita sebagai manusia, karena apa yang kita rasa, pikir, dan perbuat itu kan dalam cara kita masing2 yang unik.

  33. hehe… thx comment-nya :D

  34. emma

    kalo aq sih perpaduan jadi diri sendiri dan gak jadi diri sendiri..
    aq orngnya cuek,kl cuek itu gak ganggu org ya tetep aja aq cuek.tp bukan berarti gak peduli kl ada org disekitar qt perlu bantuan qt…,trus aq sbnrnya suka gaya punk,musik punk n aq penganut ideologi pung tp karna aq muslimah aq tetep pake jilbab,gak pake style punk walau aq suka bgt….

    mungkin sebelum memilih untuk jd diri sendiri ato gak jadi diri sendiri qt perlu tanyakan pada diri qt.apa yang qt inginkan dari diri qt sendiri….

  35. bener banget…
    yang pasti kita harus nyaman dengan diri sendiri supaya bisa menikmati hidup ini :D

  36. be your self guys..^_^

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: