kesan pertama

Beberapa hari yang lalu, saya kembali menekuni pekerjaan yang sudah lama tidak dilakukan… menghadapi para pencari kerja secara langsung.

Kegiatan yang sepertinya identik dengan profesi ini memang sangat menyenangkan, asalkan tidak dilakukan terus menerus dengan intensitas yang tinggi (itu mungkin bagian dari nasib😉 ).

Pekerjaannya sih sederhana, tapi ada saja yang menarik untuk dibahas. Kemarin ini saya bertemu dengan seorang peserta yang berpenampilan ‘cuek’, profesinya saat ini adalah pekerja media. Perempuan yang masih muda ini membawa tas ransel, bersepatu kets, menggunakan celana panjang hitam dan kaos olahraga lengan pendek. Sangat santai, mengingatkan saya dengan tampilan jaman mahasiswa dulu …

Saya hanya bergumam dalam hati, “Teman, kalau ingin melamar pekerjaan, alangkah baiknya jika berpenampilan lebih ‘formal'”. Maksudnya, mungkin bisa mengganti sepatu kets dengan sepatu biasa yang bukan sepatu olah raga tentunya; mengganti kaos olah raga dengan blus atau kemeja; serta meninggalkan sebagian barang bawaan sehingga ransel pun tidak terkesan penuh (seperti mencerminkan beratnya “beban hidup” yang harus dipikul)😀

Hal seperti ini bukanlah hal yang pertama kali saya lihat, beberapa kali ada pelamar yang berpenampilan santai (meskipun tidak asal-asalan), namun coba deh dibayangkan bagaimana pikiran pihak perusahaan (pemberi kerja); mereka bisa beranggapan bahwa si pelamar ini bukanlah orang yang serius, dan bisakah mereka percaya pada si pelamar tsb yang nantinya akan mewakili perusahaan?

Kesan pertama, first impression atau impact ini terlihat sederhana, namun punya pengaruh besar terhadap penilaian orang lain kepada kita. Hal ini juga bisa menunjukkan bagaimana kemampuan penyesuaian diri seseorang terhadap situasi atau lingkungan yang baru. Bukan hal yang tepat juga kalau kita datang melamar pekerjaan dengan baju batik rapi seperti mau kondangan(?)😀

Seperti ungkapan di sebuah iklan yang menyatakan, “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda…” Ya, sebuah kesan pertama seringkali menjadi dasar penilaian terhadap seseorang. Beberapa teman berpendapat bahwa mereka memang ingin berpenampilan seperti apa adanya, mencerminkan diri mereka yang sebenarnya; kalau memang perusahaan mau menerima mereka, berarti perusahaan juga harus siap dengan penampilan mereka tsb, yang penting kan hasil kerjanya…

Hmm… pendapat itu tidak salah, namun pada saat melamar pekerjaan, pada saat perusahaan baru bertemu kita untuk yang pertama kali, akan lebih baik jika kita menunjukkan bahwa kita bisa menyesuaikan diri dengan situasi baru, dan mudah-mudahan perusahaan pun jadi bisa menilai bahwa kita juga akan berupaya untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan pekerjaan yang akan kita lamar disana.

Bersikap apa adanya itu penting, namun beradaptasi dengan lingkungan baru itu juga penting… percaya deh !😆

3 pemikiran pada “kesan pertama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s