kota pelajar

“Kota Pelajar”, begitulah sebutan untuk Jogjakarta sejak jaman belajar IPS di sekolah dulu. Sampai saat ini pun Jogja masih jadi incaran para lulusan SMU, baik dari kota-kota di sekitarnya maupun juga dari kota-kota lain di luar pulau Jawa untuk menekuni dunia perguruan tinggi yang penuh dengan warna😉 di sana…

Minggu lalu, saat kembali berkunjung ke Jogja, rasanya benar-benar mengungkit memori masa lalu…

Jogja memang sudah jauh lebih ramai dibanding dulu, namun keramahannya masih tetap punya warna khas tersendiri…

Dan sebagai kota pelajar, ternyata kemarin ini juga terlihat bahwa tukang becak di Jogja pun punya hobi membaca. Meski sekedar membaca koran, yang mungkin hanya rubrik kartun atau kolom tertentu saja yang dibaca, tapi kebiasaan membaca ini pastinya sangat bagus… bisa dibayangkan kalau bacaannya buku-buku pelajaran atau textbook yang biasanya cuma jadi koleksi daftar pustaka aja😛 kayaknya Jogja benar-benar menjiwai predikatnya sebagai “Kota Pelajar”🙂

 

(Hasil jepretan kamera HP di seputaran kilometer nol Jogjakarta.)

23 pemikiran pada “kota pelajar

  1. itulah jogjaku tercinta😀
    tapi di jogja soalnya koran dijual serba srebu, jadi semua bisa menikmati ilmu pengetahuan😉 di kota lain iya gak ya?

  2. kilometer nol jogja itu yang mana ya mbak? hehe😀

    itu cuma sebagian kecil aja mbak..kalau kamu tinggal dijogja kamu akan tahu kengerian jogja lainnya yang jauh merosot dibandingkan dengan dahulu😀

  3. Haha….
    Tukang becak hoby ngBlog jg?:mrgreen:
    Kalo misal, saya nyambi mbecak (selain ngajar), mungkin betul tuh😈
    * btw, ngajar, nyambinya mbecak; bloggingnya kapan?😆 *

    @ Febra:
    Iya, merosot… tapi kita gak tau scr faktual perbandingannya dg kota metropolis laen.
    Atau, emang udah sama aja dg kota… mana tuh…😉

  4. @ Febra,
    sebenernya aku juga ga melihat ada patok “0 km” di sekitar situ, tapi satu-satunya tanda yang membuat aku mengatakan bahwa itu kilometer nol, adalah adanya plang peringatan yang bunyinya “Dilarang berjualan di sekitar kilometer nol Jogjakarta”😀
    soal kengerian, dimana-mana pasti ada, namun tentunya di antara semua kengerian tsb pastinya ada hal bermanfaat yang bisa dipelajari…

    @ Hyorinmaru,
    kalau yang kerja, nyambi main aja bisa nge-blog,
    berarti yang ngajar, nyambi mbecak juga pasti bisa nge-blog😉

  5. permisi…
    salam kenal ya🙂
    saya juga menulis jogja kota pelajar
    tapi saya prihatin karna jogja udah g bs dikatain sebagai kota pelajar
    yang bener bener pelajar
    so tragic 🙂
    bisa di baca di blog saya

    klo ada waktu mohon mampir ya🙂

  6. hidup Kota Jogja..
    kalo menurut saya jogja kota paling adem apalagi aku ada di kaliurang hehe..gag ribet kaya kota2 gede di Indonesia..

    salam kenal
    ZerO

  7. @ R’ Kurniawan,
    salam kenal🙂

    @ moehfi,
    yang penting ambil sisi positifnya dulu, yaitu sudah mulai ada keinginan untuk membaca… tinggal nanti diarahkan lagi supaya membaca hal-hal yang bermanfaat (tidak hanya yang horor aja)😀

    @ zeromask,
    salam kenal juga…

  8. kota pelajar, maksudnya banyak yang hobi baca atau banyak yang sekolah.
    Cek dulu berapa banyak orang sekolah…
    kalau masih banyak yang tidak sekolah….
    itu blom kota pelajar…
    …he he he salam

  9. kalau dari pelajaran sejarah… disebut kota pelajar, karena disitu tempat berdirinya Taman Siswa, sebuah perguruan yang didirikan untuk memajukan bangsa Indonesia, yang akhirnya melahirkan orang-orang yang aktif dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.
    Begitu…🙂

  10. Hmmm …
    Tukang becak tidak mau ketinggalan berita rupanya …

    (nggak kebayang kalo ada abang becak membaca Barbara Cartland atau Tom Clancy)

  11. @Dimas saya setiap hari bisa menikmati koran KOMPAS & TEMPO seribuan di kampus UNDIP atau di lampu-lampu merah di Semarang🙂

    setuju mbak pratanti, semua tergantung kita, mau harga buku mahal murah kalau kita ga niat mah ya susah, kalau saya belajar dari worldwideweb dan blogwalking saja🙂

    salam kenal dari Denny
    alamatmaya: dennyekop.wordpress.com

  12. @ Andy MSE,
    dari gambar itu, tampilan Widi seperti tidak berubah, sama seperti waktu ketemu di jaman kuliah dulu, sama juga seperti waktu kemarin ini bertemu lagi dengannya…

  13. tiap ada acara wisuda (di tiap sekolah, dalam setahun), penduduknya berkurang dengan jumlah yang sama gak?😀

    kalo engga, berarti kan…..? 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s