jika bukan kita, siapa lagi?

Temans,
pernahkah kalian berada dalam situasi yang membuat kita merasa ada sesuatu yang kurang ‘beres’, tapi kita tidak dapat berbuat apa-apa?

Sebuah peristiwa yang pernah saya alami beberapa bulan yang lalu (hmm… perlu beberapa bulan untuk meredakan perasaan ‘ga enak’🙂 ), waktu itu saya ikut terlibat dalam proses diskusi bersama sekelompok orang-orang pemerintahan.

Keterlibatan saya disitu hanya untuk memberikan penjelasan mengenai proses awal yang sudah saya lakukan, itu pun kalau dibutuhkan. Proses awal yang saya kerjakan tersebut lebih bersifat administratif yang sudah jelas prosedurnya. Jadi, praktis sebenarnya tidak terlalu banyak kontribusi saya saat itu. Saya lebih banyak mendengarkan, menyimak diskusi di antara orang-orang tersebut.

Dari perjalanan diskusi, saya memperhatikan sepertinya ada sekelompok orang sudah punya skenario tertentu dan lebih menginginkan kondisi yang ‘aman-aman saja’.

Menciptakan kondisi yang ‘aman’ sebenarnya boleh-boleh saja asalkan memang sesuai dengan ketentuan yang ada. Namun saat ketentuan seolah dicoba untuk disesuaikan dengan kondisi yang ada, saya jadi merasa pekerjaan awal yang sudah saya lakukan sebelumnya menjadi sia-sia.

Banyaknya waktu dan pemikiran yang telah saya berikan demi pekerjaan ini rasanya tidak berarti apa-apa. Sejenak saya berpikir, apa bedanya saya kerja asal-asalan dan bekerja dengan sungguh-sungguh untuk tugas ini? Bukankah keseriusan saya mengerjakan tugas ini adalah demi suatu kondisi yang lebih baik, bagi organisasi, lembaga, maupun bagi masyarakat yang lebih luas?

Sejenak, ada rasa kecewa dengan situasi saat itu…

Untungnya saya juga melihat bahwa dalam diskusi tsb, tidak semua orang punya pendapat seperti di atas. Ada juga sekelompok orang yang punya idealisme untuk membawa perubahan, mencari kondisi yang memang sesuai dengan ketentuan dan aturan-aturan yang ada. Jumlah mereka memang tidak banyak, namun sikap mereka tetap teguh memegang prinsip.

Pemikiran saya langsung berubah, perasaan kecewa tadi dapat segera saya atasi. Saya jadi ingin mendukung sekelompok kecil orang yang memegang prinsip tsb. Muncul setitik kebanggaan dalam diri bahwa saya telah melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh. Itulah yang saat ini bisa saya sumbangkan bagi organisasi, bagi lembaga maupun bagi masyarakat Indonesia.

Meskipun hasil diskusi pada saat itu belum seperti kondisi ideal yang saya bayangkan, namun saya tetap berkeyakinan bahwa bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai aturan dan prosedur yang ada tentunya akan membawa perubahan yang berdampak pada kemajuan organisasi, lembaga, maupun juga pada bangsa Indonesia.

Lakukanlah sesuatu itu dengan sungguh-sungguh, dan temukan bahwa perubahan yang baik akan didapat dari kesungguhan. Mungkin saat ini hasilnya belum terlihat, namun jika kita tidak melakukannya, kita tidak pernah tahu akan hasilnya.

Jika bukan kita, siapa lagi?  😉

9 pemikiran pada “jika bukan kita, siapa lagi?

  1. eh, kirain tradisi pertamax udah ga ada, ternyata masih ada ya?🙂

    perubahan itu kan ada 2 macam, yang cepat (revolusi) dan yang lambat (evolusi). Nah, kalau makan cabe, itu mungkin tergolong revolusi… tapi revolusi yang ga berhasil kali ya? soalnya beberapa menit kemudian pedasnya ilang… duh, jangan sampe deh pedesnya terus-menerus😆

  2. @ Anis,
    sepertinya itu bentuk kesadaran bahwa subsidi memang harusnya diberikan pada kelompok yang membutuhkan😉

    @ daffy,
    semoga tidak betmut yang berkepanjangan deh😛

  3. katanya kerjakan sesuatu yg dihadapan kita dengan sungguh sungguh dan bila sudah maka beralih ke kerjaan lain dengan sungguh-sungguhnya

    tp susah juga menerapkan ituh😀

  4. Diskusi ama “plat merah” emang gitu, apalagi melibatkan banyak institusi.😀
    Yang pernah saya alami biasanya mereka sering memposisikan diatas angin dan menganggap yg lainnya itu adalah para penggembira…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s