mari berbagi

Topik yang diangkat untuk Blog Action Day tahun ini adalah tentang “Kemiskinan”, sebuah topik yang sangat dekat dengan kita, namun terkadang tidak terlalu menjadi perhatian. Kemiskinan tidak hanya terjadi di negara-negara miskin di Afrika saja, tapi juga disini, di negara kita, bahkan mungkin di sekitar lingkungan tempat tinggal kita sendiri.

Seorang teman yang bekerja di sebuah LSM yang bergerak untuk mengatasi kemiskinan, mengatakan bahwa organisasi-nya bukan mencari dana untuk disumbangkan begitu saja kepada para penduduk miskin, namun lebih memprioritaskan penggunaan dananya pada usaha-usaha untuk mengembangkan sumber daya manusia (yang tergolong kaum miskin tsb) agar mempunyai ketrampilan/pengetahuan yang memadai guna menghidupi diri sendiri maupun keluarganya.

Hmm… membagikan sebagian harta yang kita miliki ternyata tidak cukup untuk mengatasi kemiskinan. Rasanya perlu pula kepedulian kita untuk mau membagikan ilmu yang kita miliki ini agar mereka dapat meningkatkan pengetahuannya dan kemudian meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pertanyaannya, sudahkah kita berbagi ilmu untuk mereka?

9 pemikiran pada “mari berbagi

  1. sepakat dengan perlunya ditingkatkannya kesejahteraan bangsa kita… Menurut saya istilah kemiskinan yang terjadi di bangsa kita bisa bermakna majemuk…. Satu makna yang semua kita sepakat adalah kemiskinan dalam konteks kesejahteraan… Dalam hal ini pemerintah dan semua warga berkewajiban untuk ‘concern’ dan bahu-membahu mencoba meningkatkan taraf kesejahteraan sesama… Dan setuju juga bahwa memberikan kail lebih baik daripada memberikan ikan…
    Makna yang lain adalah kemiskinan dalam sikap mental… masih banyak di antara kita yang bermental miskin… berebut karena takut tidak kebagian jatah … di jalan, di antrian, ikut antre BLT padahal pakai perhiasan… jadi yang sudah lebih sejahtera pun masih bermental miskin…
    Bagaimana mengentaskan mental miskin ini ?

    Just a thought….

  2. @ nita,
    … dan berdoa semoga mereka dapat mengail sesuatu yang berguna bagi kehidupannya.

    @ 424,
    wah mas, kayaknya rame juga kalau dijadikan bahan diskusi ya, “mental miskin”…
    menurut saya banyak hal yang berpengaruh dari terbentuknya mental yang seperti itu, dan ibarat telur dan ayam, agak susah menentukan mana yang jadi sebab dan mana yang jadi akibat. Fenomenanya seperti yang kita lihat saat ini, rebutan pembagian BLT padahal punya kehidupan yang “cukup”, dsb.
    Nanti deh, kita bikin diskusi lagi ya…

    thx insight nya🙂

  3. Jangankan di Indonesia, di Perancis saja banyak juga. Cuman di sini solidaritas kita termasuk cukup tinggi sehingga tidak terlalu dramatis seperti di Indonesia.

  4. Ya, sepertinya di Indonesia masalah kemiskinan memang begitu didramatisir. Dengan jumlah penduduk yang sedemikian banyak, perlu lebih banyak solidaritas yang tercurah tidak hanya pada mereka yang berada di kota2 besar, tapi juga di seluruh pelosok Indonesia.
    Hanya saja mungkin kesadaran akan pentingnya solidaritas itu yang belum dimiliki, atau mungkin tidak tahu bagaimana cara melakukannya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s