biar klise, tapi tetap bermanfaat

Terinspirasi dari sebuah artikel tentang Midlife Career Transition, disebutkan bahwa persepsi mengenai usia (tua) seringkali mempengaruhi proses penerimaan pegawai. Pekerja yang lebih senior (secara usia) seringkali dianggap kolot, keras kepala dan sudah merasa nyaman dengan kondisinya saat ini, dengan kata lain sulit diajak berubah.

Beberapa pertimbangan perusahaan (pemberi kerja) dalam mempekerjakan pekerja yang senior (usianya), adalah:

  • Masalah kesehatan. Perusahaan khawatir mereka akan menghabiskan biaya yang lebih banyak, seiring dengan kondisi kesehatan yang makin menurun.
  • Kurang cakap dari sisi teknologi, atau terkadang kurang mengikuti perkembangan teknologi terbaru.
  • Hubungan dengan pemimpin, maupun dengan pekerja lain yang lebih muda (usianya).

Yang ingin dibahas disini bukan mengenai bagaimana cara mengatasi ”midlife crisis” (secara aku juga belum mencapai era tsb😛 ), tapi lebih tentang bagaimana kita, sebagai generasi yang lebih muda😉 mempersiapkan diri terhadap kondisi yang nantinya akan kita hadapi.

Pertama, mengenai masalah kesehatan, biasakanlah menjalankan pola hidup sehat. Istirahat yang cukup, olah raga yang cukup, dan makan makanan bergizi secara teratur.

Kedua, jangan cepat puas dengan kecakapan yang telah dimiliki. Mungkin saat ini kita sangat menguasai tentang program-program yang dipakai di tempat kerja. Namun ke depannya akan ada versi baru lagi dari program tsb, atau bahkan ada program lain yang lebih canggih lagi, namun tidak digunakan di tempat kerja kita. Tidak ada salahnya kalau kita juga mempelajarinya. Setiap hal baru, tentunya ada keunggulan dan kelemahannya, dan akan sangat bermanfaat kalau kita juga memahaminya.

Ketiga, bersikap adaptif. Kemampuan menyesuaikan diri adalah sebuah kemampuan yang tidak bisa dipelajari tiba-tiba. Hal ini merupakan sebuah pembelajaran yang terus menerus, mengenai bagaimana kita bisa menjaga efektivitas kerja kita dan bertoleransi terhadap berbagai perubahan yang terjadi, termasuk juga dengan berbagai individu atau kelompok.

Sepertinya ketiga hal di atas terdengar klise, namun dari beberapa obrolan dengan rekan-rekan yang sudah ada di era ”midlife” itu, ternyata banyak yang merasa kurang bisa mengembangkan diri lagi karena faktor-faktor di atas (kesehatan, penguasaan teknologi, serta penyesuaian diri).

Jadi, jika kita tidak ingin mengalami hal yang sama seperti itu, maka tidak ada salahnya kalau beberapa tips di atas bisa kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari, mulai saat ini.

Setuju?

5 pemikiran pada “biar klise, tapi tetap bermanfaat

  1. Waktu fotografi belum masuk ke era digital, kita pernah mengenal istilah ‘klise’ — tetapi kemudian diganti dengan ‘negatif’🙂. Ya, biar negatif, tapi jelas bermanfaat. Tentu klise dan negatif itu sekarang sudah masuk end-life crisis🙂.
    Jangan2 yang ber-comment di entry ini adalah yang sedang dalam mid-life crisis. Hihi, prasangka negatif. Prasangka klise.

  2. mbak Tanti,

    Kalau kurang mengikuti perkembangan teknologi mungkin dipengaruhi kemampuan otak yang mulai menua, tapi kalau kemampuan adaptif dengan lingkungan apa ada hubungan dengan otak mbak.

    **yang juga mulai merasa memasuki pre mid-life crisis😀 **

  3. aku udah masuk ga ya? he3

    btw…kalo aku belakangan ini lagi ngerasa boriing banget di kerjaan karena merasa stag kayak ga bisa maju2. ini udah yang kedua kalinya, kira2 gimana ya cara ngatasinnya?

  4. @ hutriest,
    agak kurang setuju nih kalau kemampuan otak yang “disalahkan”🙂
    Kedalaman penguasaan teknologi, mungkin memang berkaitan dengan kemampuan otak, tapi mengikuti perkembangan teknologi lebih berhubungan dengan keluasan minat seseorang. Begitu pula dengan kemampuan adaptasi. Sepertinya keluasan minat dan rasa ingin tahu lebih berperan dalam memupuk kemampuan ini🙂

    @ ihwan,
    “boring” karena merasa stag dengan suatu kondisi, penyebabnya bisa macam-macam. Kalau merasa tidak bisa maju karena situasinya yang tidak menuntut kesana, maka coba cari alternatif atau variasi lagi supaya kondisi/situasinya tetap bisa menarik. Tapi kalau tidak bisa maju karena merasa kemampuan yang terbatas, wah itu berarti usahanya yang perlu ditingkatkan. Kalau orang lain bisa, berarti kita juga musti bisa😀
    thx, saya jadi terinspirasi untuk bikin tulisan seputar issue ini🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s