wisdom

Memang tidak mudah untuk mengukir senyum saat hati sedang menangis dan terluka, tapi akan terasa indah saat kita menyadari bahwa  ALLAH SWT, sedang memindahkan kebaikan orang yang telah menyakiti kita.. 🙂

Sesungguhnya pahala dari sebuah kesabaran ada di sisi NYA, dan hanya ALLAH-lah yang tahu… 🙂

Memang tak mudah tuk bangkit dari keterpurukan, tapi akan terasa indah saat kita menyadari bahwa  ALLAH SWT sedang menyapa kita dengan cinta NYA,  agar kita memiliki pribadi yang kuat, sabar, tegar dan mulia di sisi NYA 🙂

Sesungguhnya setiap ujian yang datang kepada kita dan kita mampu untuk melaluinya kelak akan meninggikan derajat kita di sisi NYA 🙂

Memang tidak mudah tuk memberi saat diri sendiri dalam kekurangan, tapi akan terasa indah jika kita bisa menyadari bahwa kita sedang diuji oleh  ALLAH, sebagai perantara untuk Menolong Hamba Lainnya.

Sebaik-baiknya hamba di sisi Allah adalah ia yang paling banyak memberikan nilai manfaat bagi orang lain.

Bahkan Rosulullah bersabda:

“ Tidaklah dikatakan beriman seorang hamba sampai ia menginginkan kebaikan bagi orang lain sebagaimana kebaikan bagi dirinya “

Memang tidak mudah untuk menghilangkan duka saat kita kehilangan sesuatu yang kita sayang dan cintai.. 🙂

Tapi akan terasa indah saat kita menyadari bahwa semua itu adalah milik NYA dan DIA telah Meminjam kan kepada Kita walau hanya beberapa saat … 🙂

Sesungguhnya  ALLAH akan mengabulkan doa dan menggantikan segalanya dengan yang lebih baik apabila kita Ikhlas, sabar dan ridho atas segala ketentuan-NYA

 

Subhanallah

Walhamdulillah Waala  ilaahailallah Allahu Akbar

Sebuah Nasehat

Inilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:

Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

Akan ada banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu.

Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang-barang itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu.
Yakinlah, dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dengan kepergianmu.

Ekonomi akan tetap berlangsung! 

Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yang akan dihisab dan diperhitungkan dari hartamu!

Kesedihan atasmu ada 3;

Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.

Kawan-kawanmu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa-tawa!
Di rumah ada kesedihan yang mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??

Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!

Demikianlah “Kisahmu telah berakhir di tengah-tengah manusia”. Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!

Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak. Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta. Kini hidup yang sesungguhnya telah dimulai.
Pertanyaannya adalah:

Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??

Hakikat ini memerlukan perenungan.

Usahakan dengan sungguh-sungguh;

Menjalankan kewajiban-kewajiban, hal-hal yang disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat malam…

Semoga saja engkau selamat.

Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat. “Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin.”
Sumber: @teladanrasululloh

Pernahkah?

Pernahkah…
Saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba ingin berbuat suatu kebaikan untuk seseorang?

Itu adalah ALLAH…
Yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk hatimu…

Pernahkah…
Saat kau sedih, kecewa tapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati?

Itulah saatnya ALLAH….
ingin agar kamu berbicara pada-NYA..

Pernahkah…
Kamu tanpa sengaja memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu dan tiba-tiba orang tersebut muncul atau menelepon?

Itu Kuasa ALLAH yang sedang menghiburmu.
Tidak ada namanya kebetulan….

Pernahkah..
Kamu mengharapkan sesuatu yang tidak terduga… yang selama ini kamu inginkan… tapi rasanya sulit untuk didapatkan?

Sebenarnya ALLAH…
mengetahui &  mendengar suara batinmu..

Pernahkah…
Kau berada dalam situasi yang buntu… semua terasa  sulit, tidak menyenangkan… hambar… kosong… bahkan menakutkan?

Itu adalah saat ALLAH menginginkan kamu diuji,
supaya kamu sadar Keberadaan-NYA. Karena DIA tahu kamu sudah mulai melupakan-NYA dalam kesenangan…
Sering ALLAH mendemonstrasikan Kasih dan Kuasa-NYA di dalam area, saat manusia merasa dirinya tak mampu.

Apakah kamu pikir tulisan ini juga hanya kebetulan terbaca olehmu?

TIDAK!
Sekali lagi TIDAK ada yang kebetulan…

Yakinlah, Allah sedang memikirkanmu.

Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu…
Rasakan kehadiran-NYA…
Dengarkan suara-NYA yang berkata:
“Jangan Khawatir.. AKU ada disini, bersamamu!”

Tersenyumlah…
Bersukacitalah…

ALLAH knows what is the BEST for you.
Because ALLAH loves you more than you love yourself…

Tipisnya sebuah takdir

Sekarang melihat, sesaat bisa buta, gelap gulita
Sekarang gagah, sekejap bisa lunglai lumpuh tak berdaya
Sekarang mulus, hitungan detik bisa rusak dan cacat selamanya
Sekarang ada, seketika bisa tiada tak bersisa
Sekarang hidup, nanti bisa terbaring sudah menjadi mayat

Syukurilah karunia dan kesempatan yg ada
Jaga titipan/amanahNya dalam bentuk apapun dengan sungguh-sungguh, karena amat mudah bagiNya mengambil apapun yg dikehendakiNya tanpa bisa dicegah siapapun juga

andai hari ini aku dimakamkan

In memoriam Remy Soetansyah…
Secara pribadi saya tidak mengenal sosok wartawan senior ini, pun tidak mengenal hasil reportasenya yang ada di berbagai media. Saya hanya mengenalnya melalui sebuah puisi yang baru saya baca beberapa hari setelah berpulangnya beliau kepada Sang Khalik. Sebuah puisi yang mengingatkan tentang waktu…
Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT, diampuni segala kesalahannya, serta mendapat tempat terbaik di sisi Nya, aamiin…

ANDAI HARI INI AKU DIMAKAMKAN

Hari ini ku mati,
Perlahan…
Tubuhku ditutup tanah.
Perlahan…
Semua pergi meninggalkanku…

Masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka,
Aku sendirian,
Di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
Sendiri,
Menunggu pertanyaan malaikat…

Belahan hati,
Belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka…

Sanak keluarga menangis,
Sangat pedih,
Aku pun demikian,
Tak kalah sedih…

Tetapi aku tetap sendiri,
Disini, menunggu perhitungan.
Menyesal sudah tak mungkin.
Tobat tak lagi dianggap,
Dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar-benar harus sendiri…

Ya Allah…
Jika Engkau beri aku satu lagi kesempatan,
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMU,
Untuk aku perbaiki diriku,
Aku ingin memohon maaf pada mereka…

Yang selama ini telah merasakan zalimku,
Yang selama ini sengsara karena aku,
Tersakiti karena aku…

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yg telah kukumpulkan,
Yang bahkan kumakan,
Ya Allah beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
Untuk berbakti kepada Ayah dan Ibu tercinta…

Teringat kata-kata kasar dan keras yang menyakitkan hati mereka,
Maafkan aku Ayah dan Ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu,

Beri juga ya Allah aku waktu untuk berkumpul dengan keluargaku,
Menyenangkan saudara-saudaraku..
Untuk sungguh-sungguh beramal soleh.

Aku sungguh ingin bersujud di hadapan-Mu lebih lama lagi..
Begitu menyesal diri ini.
Kesenangan yang pernah kuraih dulu,
Tak ada artinya sama sekali…

Mengapa kusia-siakan waktu hidup yang hanya sekali itu…?
Andai aku bisa putar ulang waktu itu…

Aku dimakamkan hari ini,
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan,
Dan ketika semua menjadi terlambat,
Dan ketika aku harus sendiri…
Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai yaumul hisab dan dikumpulkan di Padang Mashar…

Almarhum “Bang Remy Soetansyah,” wartawan senior. wafat 30 Oktober 2012

Kerendahan Hati

*sekedar pemanasan, setelah hiatus sekian lama…. 😛 *

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit,
jadilah saja belukar,
tetapi belukar yang terbaik yang tumbuh di tepi danau.

Kalau engkau tak sanggup menjadi belukar,
jadilah saja rumput,
tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan.

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya,
jadilah saja jalan kecil,
tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air.

Tidak semua menjadi Kapten,
tentu harus ada awak kapalnya…

Bukan besar kecilnya tugas
yang menjadikan tinggi rendah nilai dirimu
jadilah saja dirimu,
sebaik-baik dirimu sendiri.

Karya: Taufik Ismail