tak ada kata terlambat

“Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara
Kau hadir dengan ketiadaan
Sederhana dalan ketidakmengertian
Gerakmu tiada pasti
Namun aku terus di sini
Mencintaimu
Entah kenapa”

aah…. 
belum tamat kata pengantar terbaca,
kecanduan itu langsung terasa
rindu akan olahan kata
yang terangkai dalam indahnya prosa

entah dilema atau keterbatasan upaya
yang terus menghalangi
serta membuat seribu satu alasan
untuk tetap terpana
diam dan terus berharap

masa lalu memang tak bisa diraih kembali
tapi tak akan ada hasil tanpa kerja
juga tak ada rasa tanpa karsa akan karya
di setiap masa yang terlalui

…..

seorang bijak berkata,
membaca untuk menulis,
mendengar untuk menyampaikan…
semoga bisa terlaksana

“Ajarkan aku,
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut
Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi”

_________________

Bukan suatu kebetulan….
“Inteligensi Embun Pagi” by Dee Lestari

wisdom

Memang tidak mudah untuk mengukir senyum saat hati sedang menangis dan terluka, tapi akan terasa indah saat kita menyadari bahwa  ALLAH SWT, sedang memindahkan kebaikan orang yang telah menyakiti kita.. 🙂

Sesungguhnya pahala dari sebuah kesabaran ada di sisi NYA, dan hanya ALLAH-lah yang tahu… 🙂

Memang tak mudah tuk bangkit dari keterpurukan, tapi akan terasa indah saat kita menyadari bahwa  ALLAH SWT sedang menyapa kita dengan cinta NYA,  agar kita memiliki pribadi yang kuat, sabar, tegar dan mulia di sisi NYA 🙂

Sesungguhnya setiap ujian yang datang kepada kita dan kita mampu untuk melaluinya kelak akan meninggikan derajat kita di sisi NYA 🙂

Memang tidak mudah tuk memberi saat diri sendiri dalam kekurangan, tapi akan terasa indah jika kita bisa menyadari bahwa kita sedang diuji oleh  ALLAH, sebagai perantara untuk Menolong Hamba Lainnya.

Sebaik-baiknya hamba di sisi Allah adalah ia yang paling banyak memberikan nilai manfaat bagi orang lain.

Bahkan Rosulullah bersabda:

“ Tidaklah dikatakan beriman seorang hamba sampai ia menginginkan kebaikan bagi orang lain sebagaimana kebaikan bagi dirinya “

Memang tidak mudah untuk menghilangkan duka saat kita kehilangan sesuatu yang kita sayang dan cintai.. 🙂

Tapi akan terasa indah saat kita menyadari bahwa semua itu adalah milik NYA dan DIA telah Meminjam kan kepada Kita walau hanya beberapa saat … 🙂

Sesungguhnya  ALLAH akan mengabulkan doa dan menggantikan segalanya dengan yang lebih baik apabila kita Ikhlas, sabar dan ridho atas segala ketentuan-NYA

 

Subhanallah

Walhamdulillah Waala  ilaahailallah Allahu Akbar

Buku Kehidupan

Manusia itu seperti Sebuah “Buku”….

Cover depan adalah tanggal lahir.
Cover belakang adalah tanggal kematian.

Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yang kita lakukan.

Ada buku yg tebal,
ada buku yg tipis.

Ada buku yg menarik dibaca,
ada yg sama sekali tidak menarik.

Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di’edit’ lagi.

Tapi hebatnya,
seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang putih bersih, baru dan tiada cacat.

Sama dengan hidup kita, seburuk apapun hari kemarin,
Allah menyediakan hari yang baru untuk kita.

Kita diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yang benar dalam hidup kita setiap harinya.
Kita bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita ke depannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkanNYA.

Terima kasih Allah untuk hari yg baru ini..

Syukuri hari ini….
dan isilah halaman buku kehidupan kita dengan hal-hal yang baik semata.

Dan, selalu lah bertanya kepada Allah, tentang apa yang harus ditulis tiap harinya.
Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan kepadaNYA.

Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak-anak kita dan siapapun setelah kita nanti.

Selamat menulis di buku kehidupan.
Menulislah dengan tinta cinta dan penuh rasa kasih sayang, serta pena kebijaksanaan…
dengan tidak ada kesombongan dan keangkuhan….

 

Pernahkah?

Pernahkah…
Saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba ingin berbuat suatu kebaikan untuk seseorang?

Itu adalah ALLAH…
Yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk hatimu…

Pernahkah…
Saat kau sedih, kecewa tapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati?

Itulah saatnya ALLAH….
ingin agar kamu berbicara pada-NYA..

Pernahkah…
Kamu tanpa sengaja memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu dan tiba-tiba orang tersebut muncul atau menelepon?

Itu Kuasa ALLAH yang sedang menghiburmu.
Tidak ada namanya kebetulan….

Pernahkah..
Kamu mengharapkan sesuatu yang tidak terduga… yang selama ini kamu inginkan… tapi rasanya sulit untuk didapatkan?

Sebenarnya ALLAH…
mengetahui &  mendengar suara batinmu..

Pernahkah…
Kau berada dalam situasi yang buntu… semua terasa  sulit, tidak menyenangkan… hambar… kosong… bahkan menakutkan?

Itu adalah saat ALLAH menginginkan kamu diuji,
supaya kamu sadar Keberadaan-NYA. Karena DIA tahu kamu sudah mulai melupakan-NYA dalam kesenangan…
Sering ALLAH mendemonstrasikan Kasih dan Kuasa-NYA di dalam area, saat manusia merasa dirinya tak mampu.

Apakah kamu pikir tulisan ini juga hanya kebetulan terbaca olehmu?

TIDAK!
Sekali lagi TIDAK ada yang kebetulan…

Yakinlah, Allah sedang memikirkanmu.

Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu…
Rasakan kehadiran-NYA…
Dengarkan suara-NYA yang berkata:
“Jangan Khawatir.. AKU ada disini, bersamamu!”

Tersenyumlah…
Bersukacitalah…

ALLAH knows what is the BEST for you.
Because ALLAH loves you more than you love yourself…

Tipisnya sebuah takdir

Sekarang melihat, sesaat bisa buta, gelap gulita
Sekarang gagah, sekejap bisa lunglai lumpuh tak berdaya
Sekarang mulus, hitungan detik bisa rusak dan cacat selamanya
Sekarang ada, seketika bisa tiada tak bersisa
Sekarang hidup, nanti bisa terbaring sudah menjadi mayat

Syukurilah karunia dan kesempatan yg ada
Jaga titipan/amanahNya dalam bentuk apapun dengan sungguh-sungguh, karena amat mudah bagiNya mengambil apapun yg dikehendakiNya tanpa bisa dicegah siapapun juga

berikan yang terbaik

smilemelanjuti postingan sebelumnya, dan sedikit mengulas ceramahnya pak ustadz bulan puasa kemarin, postingan kali ini masih bercerita tentang “yang terbaik”.

Berawal dari pembahasan mengenai sedekah…

Bersedekah atau berderma sebenarnya adalah memberikan sesuatu pada orang lain yang berhak menerimanya, sesuai dengan kemampuan pemberi. Tidak melulu berupa materi, sedekah bisa dalam bentuk apa pun, yang pasti… sesuai dengan kemampuan pemberi. Kalau punya uang, bersedekahlah dengan uang, tapi kalau tidak punya uang, sedekah bisa berupa barang, bisa juga berupa tenaga, atau bahkan senyuman. Malahan –kata pak ustadz— kalau senyum pun susah, berusahalah untuk bersedekah dengan menampilkan raut wajah yang “enak dilihat”.

Mendengar ceramah pak ustadz ketika itu, pikiran langsung membayangkan seorang teman yang selalu tersenyum. Orangnya baik dan jarang marah. Meskipun dia pernah juga marah/kesal terhadap orang lain, namun tidak pernah berkata kasar, dan tetap mempertahankan raut wajah yang dihiasi dengan senyuman khas-nya. Kemudian mencoba untuk membandingkan dengan diri sendiri, hmm… apakah raut wajah sudah enak dilihat?

Apa hubungannya dengan sedekah?

Jika kita menghias wajah dengan senyum, orang lain yang melihatnya pun tentu akan merasa nyaman. Relasi interpersonal yang terjadi akan lebih positif. Secara tidak disadari, orang yang tersenyum tsb telah memberikan sikap terbaiknya, yang secara tidak langsung telah memperlancar relasi yang terjadi. Sederhana saja kan?

Tapi perlu dicatat, yang dimaksud dengan “senyum” disini, adalah senyuman kecil yang membuat raut wajah jadi enak dipandang, bukan “senyum-senyum” yang kebanyakan atau malah terkesan nyindir :mrgreen: