just a note

Tiga poin yang mau dicatat untuk nutup desember 2016 ini;

  1. Teknik boleh banyak. Tapi jika sikap menunda belum anda ganti dengan sikap disiplin maka semua teknik akan sia-sia. 
  2. Cara boleh segudang tapi kalau kualitas diri Anda masih merasa paling benar, maka bisa jadi Anda tetap akan pakai cara anda sendiri saja.
  3. Buku bacaan bisa menggunung, tapi jika Anda belum bisa menumbuhkan sikap berani mengambil risiko, maka mungkin pengetahuan tidak akan menjadi tindakan.

#copas

Iklan

berserah diri

Bongkar-bongkar arsip kadang suka menemukan sesuatu yang tidak disangka-sangka…
Kebeneran juga sekarang hari Jumat…
Sila disimak 🙂

Kita tak dirancang untuk menyelesaikan masalah sendiri
Tapi setiap masalah, keinginan, dan yang ditakuti harus jadi jalan untuk mendekat kepada Yang Maha Tahu dan Maha Kuasa atas segalanya
Kita ini hamba, lemah bila tak dikuatkan-Nya
Bodoh kecuali diberi sepercik ilmu-Nya
Miskin kecuali dititipi sedikit dan sebentar oleh-Nya
Bingung kecuali ditunjuki-Nya

Maka jangan terlalu lama dan dalam bila berpikir, segeralah “bungkus” dan serahkan kepada Nya

Niscaya akan dibimbing suasana hati, ide dan gagasan, dituntun harus apa dan kemana.. semua pertolongan hanyalah milik-Nya

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah maka baginya jalan keluar dan didatangkan rizki/pertolongan dari arah yang tidak disangka sangka” ( ath thalaq 2) .

Penunggang Kuda yang Bodoh

Ada seorang Kaisar yang mengatakan kepada penunggang kudanya yang setia mengabdi, apabila ia pergi mengendarai kudanya dan menjangkau wilayah sebanyak yang ia mampu, maka sang Kaisar akan memberikan wilayah sebanyak yang ia jangkau.

Tentu saja, sang penunggang kuda dengan cepat melompat naik ke atas kudanya dan secepat mungkin pergi untuk menjangkau wilayah sebanyak mungkin. Dia terus memacu dan memacu, mencambuk kudanya untuk pergi secepat mungkin.

Ketika ia merasa lapar atau lelah, dia tidak berhenti karena dia ingin memperoleh wilayah sebanyak mungkin.

Pada akhirnya, ketika ia telah menjangkau wilayah yang cukup besar, ia kelelahan dan sekarat. Sang penunggang kuda lalu bertanya kepada dirinya sendiri, “Mengapa aku memaksa diriku begitu keras untuk menjangkau begitu banyak wilayah? Sekarang aku sekarat dan aku hanya memerlukan sebidang tanah yang sangat kecil untuk menguburkan diriku sendiri?”

Kisah di atas seperti perjalanan hidup kita. Tiap hari kita memaksa diri dengan keras untuk menghasilkan lebih banyak uang, kekuasan atau ketenaran.

Kita mengabaikan kesehatan, waktu bersama keluarga, sahabat, lingkungan sekitar dan hobi yang kita sukai.

Saat kita melihat ke belakang, kita akan menyadari bahwa sebenarnya kita tak membutuhkan uang, kekuasan atau ketenaran sebanyak itu, namun kita tak bisa mengembalikan waktu yang telah kita lewatkan.

Hidup ini bukan tentang menghasilkan uang, mendapatkan kekuasaan atau ketenaran. Hidup ini jelas bukan hanya tentang pekerjaan!!

Bekerja hanya diperlukan untuk membuat kita tetap bisa bertahan hidup, sehingga bisa menikmati keindahan dan kebahagiaan dari kehidupan.

Hidup adalah keseimbangan antara bekerja dan bermain, Keluarga, Sahabat dan Waktu pribadi….serta mengumpulkan bekal untuk akhirat.

(copas)