RSS

Life is Beautiful

*tiba-tiba kangen nulis….. tersadar akan blog yang sudah lama tidak ter-update…. *

Waktu sedang “jaya”,
kita merasa banyak teman di sekeliling kita.

Waktu sedang “berkuasa”,
kita PeDe melakukan apa saja.

Waktu tak berdaya,
barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati yang ada.

Waktu “jatuh”,
kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang memperalat dan memanfaatkan kita.

Waktu “sakit”,
kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta.

Manakala “miskin”,
kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi/bersedekah dan saling membantu.

Masuk usia “tua”,
kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan.

Saat di ambang “ajal”,
kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia…..

Hidup tidaklah lama…
Sudah saatnya kita bersama-sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA,
saling menghargai, saling membantu, saling memberi, saling mendukung.

Jadilah teman setia tanpa syarat,
jangan saling memotong dan menggunting sesama teman,
tunjukkan bahwa Anda masih mempunyai Nurani,
jauhkan niat jahat untuk mencelakai teman,
jauhkan niat memaksa seseorang melakukan suatu hal untuk kepentingan pribadi kita,

Percayalah, akan ada “akibat” karena ada “sebab”,
apa yang ditabur, itulah yang akan dituai.

Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa langit selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar.
Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, berkah di setiap cobaan, dan jawaban di setiap doa…

Jangan pernah menyerah, terus berjuanglah,

Life is so beautiful…

Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah perjalanan…

 
3 Comments

Posted by pada Desember 8, 2011 in renungan

 

belajar memahami…

sebuah renungan…

Ketika kerja kita tidak dihargai,
maka saat itu kita sedang belajar tentang KETULUSAN.
Ketika usaha dinilai tidak penting,
maka saat itu kita sedang belajar KEIKHLASAN.
Ketika hati terluka sangat dalam,
maka saat itu kita sedang belajar tentang MEMAAFKAN.
Ketika kita harus lelah dan kecewa,
maka saat itu kita sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.
Ketika kita merasa sepi dan sendiri,
maka saat itu kita sedang belajar tentang KETANGGUHAN.

Tetap semangat..
Tetap tersenyum..
Terus belajar..
Karena bumi ini adalah universitas kehidupan…
Berjuanglah menjadi pemenang untuk tujuan kehidupan sesungguhnya-AKHIRAT!

dari Kuliah Tauhid, 2010

 
2 Comments

Posted by pada Maret 4, 2011 in renungan

 

renungan awal tahun

dari Ali bin Abi Thalib,

“Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan..
Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan.
Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman..
Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian..
Ada ahli ibadah tapi mewarisi ke sombongan iblis..
Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi..
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat..
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut..
Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan dan ada pezina yang tampil jadi figur..
Ada orang punya ilmu tapi tak paham, ada yang paham tapi tak menjalankan..
Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tau diri..
Ada orang beragama tapi tak berakhlak dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan..
Lalu di antara semua itu di mana aku berada..?”

 
1 Comment

Posted by pada Januari 12, 2011 in filsafat, umum

 

Kaitkata:

tetap semangat!

Suatu kali, mungkin kita pernah mengalami kegagalan pada saat teman-teman lain mengalami keberhasilan. Kita jadi merasa putus asa dan terkadang hal tsb jadi mempengaruhi aktivitas kita sehari-hari. Kegiatan kerja selanjutnya pun dijalani apa adanya, tanpa motivasi.

Motivasi itu datang dari dalam diri kita sendiri. Kita mungkin saja terinspirasi dari keberhasilan orang lain, namun dalam kehidupan ini kita lah yang bertanggung jawab untuk mencapai tujuan yang ingin kita capai.

Beberapa tips bagaimana memotivasi diri untuk tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai:

  1. Percaya diri. Jika kita tidak percaya pada diri kita sendiri, apalagi orang lain? Setidaknya kita memiliki sesuatu yang dapat kita banggakan. Yakinlah dengan hal tsb dan berusahalah untuk mengasah kemampuan tsb. Jauhkanlah dari rasa takut akan kegagalan.
  2. Tetapkan tujuan yang jelas. Kita sulit memfokuskan diri jika tujuan yang ingin dicapai masih kabur atau tidak jelas. Bagaimana kita dapat bergerak jika tahapan-tahapan yang akan kita kerjakan ini belum jelas? Diskusikan dengan atasan untuk menjelaskan dan memberikan tugas-tugas yang jelas dan terukur. Jika atasan kita bukan orang yang dapat menjelaskan tugas dengan rinci, ambil inisiatif untuk bekerja dengannya sampai mendapatkan gambaran yang jelas tentang peran dan kewajiban yang perlu dilakukan. Seorang yang dapat memotivasi diri sendiri dapat bekerja dengan sangat baik jika ada tujuan yang jelas.
  3. Bekerjalah untuk diri sendiri. Tidak ada yang lebih baik sebagai pemicu motivasi selain pengetahuan kita tentang kemampuan diri kita sendiri. Bekerjalah sebaik mungkin. Identifikasi area yang perlu dikembangkan dan segera perbaiki. Belajar kembali atau mendapatkan sertifikat atas keahlian yang kita miliki juga dapat menambah rasa percaya diri.
  4. Terima kritik secara positif. Ubah semua kritik negatif yang kita terima ke dalam bentuk positif. Kegagalan hanyalah suatu kondisi yang ada di pikiran kita. Jika kita berpikir bahwa kita akan berhasil, maka kita akan mendapatkannya. Selalu lah berpikir positif. Dengan demikian, meskipun kita mengalami kegagalan, kita dapat mengubah rasa frustrasi ke dalam energi positif yang membuat kita tetap mampu bekerja dengan baik.
  5. Cari tantangan. Jika pekerjaan saat ini tidak memotivasi diri kita, jangan khawatir. Terbukalah untuk mau mencoba hal-hal baru, jika pekerjaan saat ini dirasa terlalu membosankan. Bicaralah pada atasan untuk mendefinisikan kembali pekerjaan kita agar dapat mengoptimalisasikan kapabilitas yang kita miliki. Buat reputasi sebagai orang yang tidak takut menerima tantangan baru dalam pekerjaan.
  6. Gigih. Banyak hal yang mungkin tidak berjalan dengan baik pada awalnya. Hal ini berarti kita perlu mencobanya dengan lebih giat lagi. Bagaimanapun, pastikan tujuan kita pada hal-hal yang penting dan akan membantu kita meningkatkan diri. Jangan membuang-buang waktu dan energi untuk hal-hal lain.
  7. Cobalah untuk berada di antara orang-orang yang percaya diri. Baca buku-buku yang dapat meningkatkan rasa optimis. Letakkan poster dan quote tentang motivasi di sekitar tempat kerja kita, hal ini dapat membangkitkan energi positif dan menghindari pemikiran-pemikiran yang depresif (menekan). Perhatikan orang-orang yang berhasil di sekitar kita dan coba untuk meniru mereka.
  8. Rayakan keberhasilan. Jika sesuatu tidak berjalan seperti apa yang kita harapkan, hal ini tidak berarti bahwa semuanya menjadi berantakan. Jangan terlalu merasa tertekan, karena stress yang tinggi dapat menurunkan motivasi. Lakukan kegiatan-kegiatan menarik lainnya. Tetaplah percaya diri dan kerjakan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan.
  9. Mulailah dari hari ini. Tuliskan semua hal yang penting bagi kita dalam mencapai tujuan. Bagi tujuan jangka panjang ke dalam beberapa tahapan dan rayakan setiap pencapaian yang telah diraih. Jangan menunda.
  10. Terus bermimpi. Terakhir, jangan lupa untuk terus bermimpi. Impian-impian kita dapat menjadi penyemangat dan mendekatkan diri kita pada tujuan yang akan diraih. Tulis impian kita dalam agenda, dan secara teratur kembali kesana agar kita tidak lupa dan kehilangan tujuan.

INGAT, motivasi bukan berarti seberapa kuat kita menghadapi besarnya rintangan yang terjadi, namun seberapa gigih kita bangkit kembali saat mengalami kegagalan.

(artikel lawas yang ditemukan kembali diantara tumpukan file lama, sudah lupa pula berasal darimana, namun kiranya bisa membantu menggugah diri dari kejenuhan :P )

 
7 Comments

Posted by pada November 3, 2010 in motivasi, motivation, renungan, umum

 

sekedar berbagi…

Postingan kali ini memang tidak banyak berisi kata-kata, tapi mudah-mudahan gambar di atas bisa berbicara banyak :D

Gambar diambil dari sini,

sampai jumpa di postingan berikut ;)

 
15 Comments

Posted by pada Desember 3, 2009 in friendship, umum

 

Kaitkata:

tersesat di Canon Photomarathon

Seperti yang sudah-sudah, kegiatan seperti ini pun luput dari perhatian, dan tidak sempat lagi untuk ikut daftar sebagai partisipan :P

Canon Photomarathon, sebuah kegiatan yang cukup besar dan melibatkan (katanya) sekitar 1000 orang fotografer ini diadakan di Taman Fatahilah, Kota Tua, Jakarta tanggal 10 Oktober 2009 yang lalu. Tapi walaupun tidak jadi peserta, rasanya tetap ingin ”ngintip” kegiatan ini ;)

Taman Fatahilah itu sendiri adalah area publik, sehingga para penonton pun bisa berseliweran di tengah-tengah para fotografer yang sibuk ”hunting” dan menyelesaikan tugas-tugas yang dilombakan. Acara ini terkesan sangat meriah, apalagi ditunjang dengan cuaca yang cukup bersahabat (dengan kata lain, matahari bersinar dengan riang gembira). Untungnya masih ada pepohonan besar di sekitar Kota Tua dan beberapa tenda, sehingga masih ada space untuk main petak umpet dengan matahari.

Ada 2 lesson learn yang saya peroleh hari itu; pertama – jangan terlalu kuper, kalau mau ikut acara beginian, harus rajin-rajin cari info dan ngobrol sama fotografer yang biasa ikut acara seperti ini. Kedua – presentasi foto yang dibawakan oleh Bp. Don Hasman, seorang jurnalis yang juga fotografer, menambah banyak wawasan tentang fotografi.

Meskipun terlambat mendengarkan presentasi (karena masih ngobrol dan ngaso di Cafe Batavia), serta hanya mendengarkan dari jarak jauh (maklum, status cuma jadi peserta gelap), wawasan yang saya dapatkan dari Bp. Don Hasman kemarin adalah:

  • Fotografi, tidak hanya berarti menggambar dengan cahaya, namun bermakna melukiskan gambar sesuai dengan apa yang dilihat oleh mata kita.
  • Olah digital bukanlah hal yang tabu, sebatas hanya untuk mengoreksi gambar. Akan tetapi kalau digunakan untuk mengubah gambar, menambah atau mengurangi objek, hasilnya sudah bukan ”fotografi” lagi.
  • Fotografi juga bersifat subjektif. Sebagai karya seni tidak ada satu patokan tertentu untuk menyatakan sebuah foto itu bagus atau tidak bagus, karena itu jangan berkecil hati terhadap karya yang dihasilkan.
  • Terus belajar, dan terbuka terhadap masukan dari orang lain. Intinya bersikaplah rendah hati dan jujur.
  • Jangan ragu untuk mulai sesuai yang baru, untuk memotret hal-hal baru atau dari sudut pandang yang berbeda dengan yang biasa dilakukan oleh orang lain.

Sebagai penonton, rasanya kurang sreg kalau tidak ikut bawa kamera dan ikutan jeprat jepret. Tentu saja objek yang menarik adalah macam-macam tingkah polah fotografer di acara ini. Berikut adalah sebagian hasilnya…

Canon Photomarathon

Cerita tentang gambar (dari kiri ke kanan, dari atas ke bawah):

  1. saling pamer hasil jepretan masing-masing
  2. di depan hall of fame (multitasking, bisa jadi fotografer, bisa juga jadi fotomodel)
  3. isi bis kadang bisa jadi objek foto yang menarik juga rupanya ;)
  4. pakai tripod untuk mempertinggi kamera, pakai egrang untuk mempertinggi fotografer :p
  5. suasana Canon Photomarathon 2009 – Jakarta… crowded!
  6. serius dengan hasil masing-masing
  7. 1001 macam gambar dihasilkan dari 1001 macam gaya, ini salah satunya :lol:
  8. biarpun sedang memilah-milah foto untuk disertakan dalam lomba, fotografer harus sadar kamera juga, teteupp… :mrgreen:

Thanks to Ira dan Dirga yang udah ngajak ke acara ini dan ikut menemani sepanjang acara (maaf ya, jadi ngerepotin…) :D

 
11 Comments

Posted by pada Oktober 18, 2009 in activity, liputan

 

Kaitkata: , , , , , , ,

perubahan iklim?

Postingan ini ditulis sebagai salah satu bentuk partisipasi pada Blog Action Day yang jatuh pada tanggal 15 Oktober. Tema yang diangkat pada tahun ini adalah mengenai perubahan iklim (climate change).

Kadang saya melihat isu perubahan iklim ini lebih sebagai suatu wacana yang ada di awang-awang, di luar pemahaman saya sebagai orang yang masih sangat awam soal lingkungan hidup.

Hal-hal seperti pemanasan global, efek rumah kaca, menipisnya sumber daya air, dan berbagai isu perubahan iklim lain yang memang saling berkaitan itu seakan berada di luar kegiatan kita sehari-hari. Sepertinya informasi tersebut hanya sekadar pengetahuan belaka tanpa dapat dikaitkan langsung dengan aktivitas masyarakat yang lebih luas.

Contohnya, kita tahu bahwa bahan jumlah air tanah khususnya di kota-kota besar semakin berkurang, namun kegiatan pembangunan perumahan atau jalan tetap giat dilaksanakan dan bahkan mengambil area daerah-daerah hijau yang tadinya merupakan daerah resapan air. Akibatnya, untuk bisa mendapatkan air tanah yang baik dan jernih, perlu digali sumur yang sangat dalam.

Perubahan iklim sebenarnya cukup luas dampaknya, termasuk juga dengan fenomena banjir yang makin sering terjadi akhir-akhir ini. Kalau dipikir, banjir tidak hanya terjadi karena adanya pemanasan global yang membuat es di kutub utara mencair, sehingga volume air di bumi makin banyak; namun secara sederhana kita tahu bahwa banjir terjadi karena saluran-saluran air di jalan-jalan sudah tidak menampung banyaknya air hujan yang turun, karena tersumbat oleh sampah-sampah yang dibuang sembarangan oleh para pengguna jalan. Memang hal ini bukan sebuah sebab-akibat sederhana, namun jika kebiasaan tsb terus dilakukan, bukan hal yang aneh kalau selokan-selokan jalan, sungai-sungai yang melintas di perkotaan menjadi sebuah tempat sampah raksasa dan menghambat aliran air/sungai.

Dari hasil pengembaraan di ranah virtual, mencari informasi tentang topik perubahan iklim ini, ada sebuah ungkapan yang menyatakan seperti ini … “dunia lebih banyak memperdebatkan upaya apa yang harus dilakukan untuk mencegah bumi dari kehancuran, ketimbang melakukan aksi nyata.” Secara sederhana, saya juga merasakan hal yang sama… kita mengetahui atau banyak berdiskusi soal “let’s go green” dsb, namun sudahkah kita melakukan sesuatu untuk mengatasi bahaya perubahan iklim guna mencegah bumi dari kehancuran? Diskusi soal ini seringkali hanya menghasilkan wacana indah dan menarik, namun kadang tidak sampai pada tahap implementasi dan berakhir begitu saja.

Mungkin belum terpikir oleh kita bahwa kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita lakukan dapat pula berdampak pada perubahan iklim. Membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan, menggunakan sumber daya (misalnya air, listrik, dsb) sehemat mungkin, membawa kantong sendiri saat berbelanja (dan tidak menggunakan kantong plastik), dsb sebenarnya dapat berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan yang lebih parah lagi.

Bahkan menghabiskan makanan yang ada di piring makan kita, secara tidak langsung ada pula pengaruhnya ;) Awalnya, saya juga tidak terlalu paham, tapi sebuah penjelasan yang masuk akal telah membantu pemahaman saya. Seandainya saja makanan yang kita sisakan di piring makan itu dikumpulkan, mungkin jumlahnya pun hanya sekitar setengah sendok makan saja, namun berapa banyak energi yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan nasi yang setengah sendok makan tsb? Berapa banyak air yang dikeluarkan untuk mencuci beras, dan berapa banyak listrik yang dipakai untuk memasaknya? … dan silakan dikalikan jumlah orang makan selama satu bulan, hmm… :) dan itu adalah yang terbuang percuma…

Mungkin sebelum kita bicara soal perubahan iklim, kita perlu bertanya pada diri sendiri, sudahkah kita menyayangi lingkungan di sekitar kita?

 
6 Comments

Posted by pada Oktober 15, 2009 in lingkungan, opini

 

Kaitkata: , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.