Akhirnya… setelah menunggu selama 2 tahun (kurang 3 hari), setelah beberapa kali ditolak karena Hb yang rendah, kemarin saya boleh mendonor lagi
Kemarin, saya tidak terlalu antusias (saking ga PD nya, saya minta untuk dicek Hb-nya dulu sebelum mengisi formulir pendaftaran, dll yang seharusnya sudah terisi sebelum maju ke meja pemeriksaan), dan begitu perawatnya bilang, “darahnya tenggelam”… YESS!!! Saya diijinkan mendonor
Ya, bagian awal dari ritual donor darah ini memang selalu bikin saya cemas, deg-deg-an karena takut ditolak
Bagian yang paling menyebalkan.
Duluu… pertama kali menyumbang darah, saya sangat terkesan dengan sebuah tulisan yang tertera di bungkus Viliron (pembagian dari PMI), bunyinya:
Para donor darah yang terhormat,
Hari ini Saudara telah menyumbang darah, sebagian dari milik Saudara yang berharga. Mereka yang tertolong dengan sumbangan darang tersebut, bahkan yang diselamatkan jiwanya tidak dapat berterima kasih secara langsung, tapi Tuhan Maha Tahu, semoga amal baik Saudara dibalas-Nya. Kami harapkan saudara untuk menjadi donor secara teratur dan ajaklah keluarga, teman, atau siapapun menjadi donor darah sukarela.
Tapi setelah 2 kali, 3 kali, dst, tulisan itu tidak lagi memotivasi. Kegiatan donor darah sudah jadi aktivitas rutin sekitar 3 bulan sekali. Masih banyak hal lain yang juga memotivasi, misalnya saat ada keluarga penderita yang menunggu darah di PMI, mengharapkan ada pendonor yang mendonorkan darah yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Mereka mengucap terima kasih, namun rasanya saya yang harus berterima kasih, karena darah yang saya sumbangkan waktu itu dapat segera dimanfaatkan. Saya hanya sempat berucap, semoga bermanfaat dan anggota keluarganya dapat segera sembuh.
Pernah pula ada yang membutuhkan darah untuk anggota keluarganya yang mengalami kecelakaan. Mereka tampak cemas. Lima menit kemudian mereka menerima telpon, dan setelah itu mereka mendatangi petugas sambil mengatakan, “terima kasih, kami tidak lagi membutuhkan darah, karena dia sudah tiada”. Ah, ikut sedih rasanya…
Kalau ada yang bilang, donor darah itu bisa menambah nafsu makan, bisa jadi gemuk, dan kalau tidak mendonor pada waktunya badan menjadi tidak enak – bagi saya, informasi itu tidak benar dan mungkin hanya sugesti
Buat saya, mendonorkan darah merupakan hal yang bisa saya lakukan untuk membantu sesama. Baru belakangan saya tahu, bahwa hal ini juga bisa mengurangi risiko serangan jantung, seperti yang diungkap dr. Sonia Grania Wibisono disini.
Jadi, buat Anda yang mampu menyumbang darah, segeralah datang ke tempat-tempat penyumbangan darah atau PMI di kota Anda untuk mendonorkan darah. Buat yang masih kurang berat badannya
segera ditingkatkan. *45kg kan belum dalam kategori kegemukan*
Buat yang tekanan darahnya terlalu tinggi atau terlalu rendah, coba konsumsi makanan-makanan sehat untuk menormalkan tekanan darah (plus olah raga). Dan buat yang kadar Hb nya rendah (sama seperti saya), coba konsumsi obat penambah darah secara teratur beberapa hari sebelum mendonor. *saya sendiri berhasil dengan Pronemia, tapi gagal dengan Sangobion (gagal=tetep ditolak)*
Juga buat yang tidak bisa mendonorkan darah (karena apapun alasannya), mungkin bisa turut mendoakan supaya kita-kita yang mampu dan berniat menjadi donor darah sukarela bisa sukses diterima, dan tidak ditolak *halah*
————————————————————————–
Artikel terkait:
- setetes darah penuh arti
————————————————————————–
Update 14 Februari 2008,
Buat temen-temen (terutama yang di Bandung), Radio Rase 102.3 FM beserta Rase Listener Club akan mengadakan kegiatan donor darah, bekerjasama dengan PMI bandung, tempatnya di Rase Building Jl.Setiabudi No.19 Bandung. Tlp. 022 2038390. pada hari Sabtu, 1 Maret 2008, 5 Juli 2008 dan 1 November 2008. Ikutan yuuk…..
Komentar Terakhir